Berkat mimpi aneh soal perselingkuhan, tadi pagi pas mandi gua menghitung sudah berapa lama menikmati perasaan jatuh cinta ini bareng Ary. Itung punya itung, ternyata udah 18 bulan a.k.a 1.5 tahun.
Rada telat sebenarnya ingetnya, karena sekarang udah tanggal 8 padahal momentumnya dua hari lalu. Yah selama tetap inget,gua rasa perlu direnungin juga.
Setelah 1.5 tahun, gw baru tau kalo Ary itu gelian banget. Tapi dia ngeles dengan bilang sakit. Eh sayang, secara logika aja, orang ngelitikin itu cuman diraba doang. Jadi gimana datangnya sakit? Cari alasan yang masuk akal lah 'teng.
Tapi makin ke sini, emang makin seru karena tambah bisa merengek-rengek ala batita (bayi tiga tahun). Terus kemaren dia kasih puisi lagi buat gua, walau dia rada maksa untuk dibilang puisinya mirip karya Jalaluddin Rumi. Tapi terus terang yang, aku kangen dikasih puisi sama kamu kaya waktu awal-awal kamu menyakinkan aku.
Oiya,makin ke sini, Ary juga makin melibatkan gua dalam setiap keputusan. Pernah satu siang dia telepon gua untuk nanya apa yang harus dia lakukan meresponi permintaan seseorang. "Aku harus ngelibatin kamu yang, menurut kamu gimana?" Cie sangat mulai pake pendapatku nih sekarang.
Tapi Ary masih suka ngeledekin gua kalo lagi diskusi. Sok-sok bikin jiper gimana gitu, tapi gua kan punya stok muka sok tau banyak. Jadi cuek aja, yah paling pake jurus ngambek biar dia ngalah. Wakakakak. Emang paling bae nih orang. Eh paling bae apa paling gampang dikerjain ya?
I love u sayang...bahagia bisa barengan kamu terus :D
Thursday, May 8, 2008
Monday, April 21, 2008
Agama Massa
Belakangan,Indonesia tengah ramai membicarakan soal perlu tidaknya pemeluk Ahmadyah ditangkapin. Negara yang konon menjunjung tinggi kebebasan beragama ternyata bisa begitu sadis dalam menyikapi keberadaan agama.
Sampai saat ini,gw masih bertanya apa pertimbangan Bakorpakem menyatakan bahwa Ahmadyah sebagai penyimpangan agama yang harus dilarang. Ketakutan apa yang dibayangkan, kalau Ahmadyah tidak dilarang? Dan sampai saat ini, gw belum menemukan gambaran atas ketakutan Bakorpakem.
Hal itu berbeda 180 derajat dengan ketakutan yang gua punya atas terbitnya pelarangan Bakorpakem. Akan ada sekelompok organisasi masyarakat yang mengatasnamakan satu aliran yang benar, akan meminta Bakorpakem menelisik apakah agama tertentu sesuai ajaran bakunya atau tidak? Itu artinya, mungkin saja terjadi agama-agama lain diminta untuk diilegalkan. Inikan serem jadinya, Bakorpakem jadi institusi yang memperkarakan agama.
Bicara soal mendefinisikan apakah satu agama atau aliran telah sesuai dengan kebakuan agama induknya, pertanyaan selanjutnya jadi, siapa yang menentukan batasan baku itu? Sekelompok agama yang merasa jadi induk dari eksistensi satu agama atau pemerintah? Trus acuannya apa? Dan mengutip pertanyaan Ary, seberapa legitimate induk agama tersebut dijadikan pembentuk standar dari sebuah agama?
Kalau dikasus Ahmadyah, apa kekuatan hukum MUI untuk membuat standar yang harus dipenuhi Ahmadyah?Apa itu diatur secara formil?Lalu kenapa Bakorpakem setuju aja dengan tools yang dibuat MUI?
Setelah Ahmadyah, kira-kira aliran mana lagi yang akan diperkarakan?Al hasil, meskipun RUU Kerukunan Agama berhasil dipetieskan, ternyata tidak cukup sukses membatalkan adanya polisi agama gadungan. Lama-lama negara ini lebih gila dari kegilaan orang yang menganggap Tuhan sebagai teman, seperti gua. Wakakakak
Sampai saat ini,gw masih bertanya apa pertimbangan Bakorpakem menyatakan bahwa Ahmadyah sebagai penyimpangan agama yang harus dilarang. Ketakutan apa yang dibayangkan, kalau Ahmadyah tidak dilarang? Dan sampai saat ini, gw belum menemukan gambaran atas ketakutan Bakorpakem.
Hal itu berbeda 180 derajat dengan ketakutan yang gua punya atas terbitnya pelarangan Bakorpakem. Akan ada sekelompok organisasi masyarakat yang mengatasnamakan satu aliran yang benar, akan meminta Bakorpakem menelisik apakah agama tertentu sesuai ajaran bakunya atau tidak? Itu artinya, mungkin saja terjadi agama-agama lain diminta untuk diilegalkan. Inikan serem jadinya, Bakorpakem jadi institusi yang memperkarakan agama.
Bicara soal mendefinisikan apakah satu agama atau aliran telah sesuai dengan kebakuan agama induknya, pertanyaan selanjutnya jadi, siapa yang menentukan batasan baku itu? Sekelompok agama yang merasa jadi induk dari eksistensi satu agama atau pemerintah? Trus acuannya apa? Dan mengutip pertanyaan Ary, seberapa legitimate induk agama tersebut dijadikan pembentuk standar dari sebuah agama?
Kalau dikasus Ahmadyah, apa kekuatan hukum MUI untuk membuat standar yang harus dipenuhi Ahmadyah?Apa itu diatur secara formil?Lalu kenapa Bakorpakem setuju aja dengan tools yang dibuat MUI?
Setelah Ahmadyah, kira-kira aliran mana lagi yang akan diperkarakan?Al hasil, meskipun RUU Kerukunan Agama berhasil dipetieskan, ternyata tidak cukup sukses membatalkan adanya polisi agama gadungan. Lama-lama negara ini lebih gila dari kegilaan orang yang menganggap Tuhan sebagai teman, seperti gua. Wakakakak
Tuesday, April 15, 2008
God Bless Him
Pagi ini,kita harus keluar rumah pagi-pagi karena bokap mau ke rumah sakit. Berhubung si mba kaga ada lagi,jadi sekalian keluar semua biar kaga ribet nitip kunci.
Back to the topic,bokap mau dibiopsi pagi itu.Karena katanya ada pengobatan mahal tapi gratis kalo emang hatinya udh parah.Jadi biopsi itu scereening awal. Nah karena dia pikir obat darah tingginya bakal berlawanan dengan bius, jadi kaga diminum.
Tapi justru di situ letak miss-nya.Karena kaga minum obat darah tinggi,malah naik berkali-kali.Bahkan jantungnya ampe di-EKG. Dia ampe ngemetaran katanya,karena tekanan darahnya 180/90.
Dan pas nyampe rumah,dapet kabar itu dan ngeliat dia tiduran lemes,sedih juga.Walaupun gw sering banget berbeda pendapat ama dia,tapi gua sayang banget sama dia.He represent me,kita sama2 keras kepala.Tiba2 pengen nangis,karena dua hari kemarin dia semangatin gua untuk ikut tes di bursa efek indonesia.Dia ampe sms berkali-kali untuk share knowledge investasi.
Dear God,bless him please.Semoga apapun hasilnya,dia tetap semakin sehat.Biar penyakitnya satu-satu sembuh. I love u daddy
Back to the topic,bokap mau dibiopsi pagi itu.Karena katanya ada pengobatan mahal tapi gratis kalo emang hatinya udh parah.Jadi biopsi itu scereening awal. Nah karena dia pikir obat darah tingginya bakal berlawanan dengan bius, jadi kaga diminum.
Tapi justru di situ letak miss-nya.Karena kaga minum obat darah tinggi,malah naik berkali-kali.Bahkan jantungnya ampe di-EKG. Dia ampe ngemetaran katanya,karena tekanan darahnya 180/90.
Dan pas nyampe rumah,dapet kabar itu dan ngeliat dia tiduran lemes,sedih juga.Walaupun gw sering banget berbeda pendapat ama dia,tapi gua sayang banget sama dia.He represent me,kita sama2 keras kepala.Tiba2 pengen nangis,karena dua hari kemarin dia semangatin gua untuk ikut tes di bursa efek indonesia.Dia ampe sms berkali-kali untuk share knowledge investasi.
Dear God,bless him please.Semoga apapun hasilnya,dia tetap semakin sehat.Biar penyakitnya satu-satu sembuh. I love u daddy
Subscribe to:
Posts (Atom)