<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672</id><updated>2012-02-15T22:52:46.932-08:00</updated><category term='hidup'/><category term='harapan'/><category term='kesetiaan'/><category term='kebebasan'/><category term='harga diri'/><category term='perempuan'/><category term='katarsis'/><category term='puisi'/><category term='bulan sabit'/><category term='Tuhan'/><category term='curhat'/><category term='cinta'/><category term='kepuasan diri'/><category term='perubahan'/><category term='Emosional'/><category term='perayaan'/><category term='prosa'/><category term='nafsu'/><category term='esai'/><category term='malam romantis'/><category term='reuni'/><category term='buku'/><category term='sepatu'/><category term='perselingkuhan'/><category term='bencana'/><category term='Motivasi'/><category term='tubuh'/><category term='sakit hati berkelanjutan'/><category term='sahabat'/><title type='text'>flying so light to the sky</title><subtitle type='html'>a butterfly in her endless metamorphosis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>206</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8122917600451079137</id><published>2010-12-24T12:34:00.001-08:00</published><updated>2010-12-24T12:34:58.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan'/><title type='text'>Migrasi ke Wordpress</title><content type='html'>Belakangan, saya memang menemukan kendala setiap kali ingin posting atau comment di blog kesayangan saya ini. Bahkan sering kali untuk sekadar membaca di smartphone yang saya punya, loadingnya lambat sekali. Akhirnya terlinat pikiran untuk beralih ke wordpress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu memang punya blog di wordpress. Ini blog serius buat saya, membahas segala sesuatu yang serius. Benar-benar serius sampai tidak usah menyentuh ranah pribadi. Tapi belakangan saya merasa yang saya tulis semuanya serius. Mau perasaan saya, pengamatan, atau sekadar penerawangan...hahaha semacam cenayang....semuanya serius buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena aksesnya susah, saya pun mencari pendapat ke beberapa teman. Sialnya, mereka semua pake wordpress. Pastilah mereka bilang wordpress lebih menyenangkan. Akhirnya saya coba objektif, walaupun sebenarnya objektivitas itu batasnya adalah subjektivitas kan...hah...pusing deh...Saya googling...mencari tahu kelebihan dan kekurangan dua mesin blog gratis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu signifikan memang, sama seperti yang dikatakan teman-teman saya yang punya wordpress. Tapi kemudian, tiba-tiba saya kesulitan untuk masuk ke blog ini...sekadar untuk menulis pesan Natal...dan tidak sukses. Buat saya ini pertanda, waktunya migrasi. Toh kupu-kupu memang harus bermigrasi, itu bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani. Menurut National Geographic Channel, kupu-kupu bisa bermigrasi jutaan mil secara terus menerus tanpa henti. Banyak yang mati tapi banyak juga yang berhasil, mereka adalah kupu-kupu baru yang selalu menyempurnakan proses metamorfosis. Karena meskipun harus menunggu sampai 4 generasi, tapi kupu-kupu itu tak pernah berubah haluan, tetap pada tujuan utama. Rumah baru untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya ragu untuk bermigrasi. Takut semua yang saya tulis hilang. Bahkan cerita tentang air mata dan kegagalan yang saya hadapi sebelumnya, buat saya berarti dan saya tak mau kehilangan itu semua. Sambil menekan menu export pada blog baru, saya berdoa agar tak ada jejak yang terhapus. Voila...akhirnya berhasil....semua terekam dengan sempurna...walaupun saya harus upload ulang video Adhitia Sofyan...ya ngga papa, itung-itung menonton kembali :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat blog baru saya tak begitu berubah, hanya hostingnya saja yang ganti. &lt;a href="http://www.flyingsolighttothesky.wordpress.com/"&gt;&lt;b&gt;www.flyingsolighttothesky.wordpress.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Itu dia alamat barunya, silahkan terus bermain. Mari kita terbang bersama. &lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8122917600451079137?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8122917600451079137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8122917600451079137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8122917600451079137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8122917600451079137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/12/migrasi-ke-wordpress.html' title='Migrasi ke Wordpress'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2107828839590881800</id><published>2010-12-22T04:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T04:33:44.795-08:00</updated><title type='text'>Forget Jakarta with Adhitia Sofyan</title><content type='html'>Dengan mengenakan kaos V neck rendah berwarna hitam dan celana pendek bunga-bunga cerah, saya menerobos Jakarta yang sepi. Dari Proklamasi 41, menuju Epicentrum Walk Kuningan. Tak ada aura kemacetan apalagi tampilan wajah kemalasan, saya senyum berseri bahkan nyaris deg-degan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hendak bertemu seseorang, mendengarkannya bernyanyi. Setelah sekian lama saya hanya memintanya bernyanyi di laptop saya, tepat di kedua telinga saya melalui teknologi yang diberi nama &lt;i&gt;earphone. &lt;/i&gt;Saya memintanya bernyanyi setiap hari, apalagi ketika hujan. Kalau tidak percaya, coba dengarkan lagunya ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-7107150a90e40421" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v13.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D7107150a90e40421%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331728156%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3056D2E45742A5640C7C80ECCEAE20E71779D352.70404E50BBA9005D5B62ACEE6ACEDDD04FFFE04B%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D7107150a90e40421%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Drtz3z8orOC3JJ6cUWvbLJGL3Sh0&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v13.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D7107150a90e40421%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331728156%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3056D2E45742A5640C7C80ECCEAE20E71779D352.70404E50BBA9005D5B62ACEE6ACEDDD04FFFE04B%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D7107150a90e40421%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Drtz3z8orOC3JJ6cUWvbLJGL3Sh0&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;Judulnya After the Rain, sangat pas melihat butiran-butiran air dari langit itu jatuh menyentuh kaca gedung kantor saya. Dan saya yang duduk di lantai 14, bisa dengan puas menikmatinya seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika saya melihat di Facebook, Adhitia Sofyan akan bernyanyi di acara Synchronize Season II-Epicentrum Walk, saya langsung berniat untuk hadir. Maklum Adhitia Sofyan, belakangan sering banget tampil di Bandung yang kemudian membuat saya berpikir, apa pindah ke Bandung aja ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah kaki yang pasti, sepatu merah saya berhasil mendudukan saya di deretan paling depan. Saya berhasil mendengarkan dia secara langsung. Dan lagu pertama yang dinyanyikan adalah &lt;i&gt;Forget Jakarta. Soundtrack &lt;/i&gt;yang pas untuk menghadirkan saya di salah satu 'istana' Bakrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Adhitia tidak beda, sama dengan apa yang saya dengarkan melalui &lt;i&gt;winamp. &lt;/i&gt;Malah ketika dia menyanyikan After the Rain, saya benar-benar berharap ada guyuran hujan ketika itu. Hingga kemudian dia bernyanyi Tik-Tik Bunyi Hujan, saya benar-benar pengen itu jadi lagu pemanggil hujan. Karena di lagu Tik-Tik Bunyi Hujan, dia menyanyikan seluruh bait dari lagu yang biasanya hanya kita ulang-ulang di bait pertama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liriknya Adhitia itu sederhana dan bercerita. Ngga jarang sebelum nyanyi, dia kasih cerita singkat soal lagunya dan pas kita mendengar cerita itu dinyanyikan saya senyum-senyum sendiri. Lucu dan berasa berbunga-bunga. Contohnya lagu Memilihmu...dengerin deh...ada liriknya begini "Gitarku saja tak cukup jadi andalan..." Hahahahahaha...Denger sendiri deh..&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-d4449626b726d4d7" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v14.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd4449626b726d4d7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331728156%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D70D44E652C20AB72D6437C40BAD50BBC71F12A8A.EC91FF65ACD5DA903AC4A8EEBEB1B365E048439%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd4449626b726d4d7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DFH6yequ-npwZOsjgM_IaJdvp3Lc&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v14.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dd4449626b726d4d7%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331728156%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D70D44E652C20AB72D6437C40BAD50BBC71F12A8A.EC91FF65ACD5DA903AC4A8EEBEB1B365E048439%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dd4449626b726d4d7%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DFH6yequ-npwZOsjgM_IaJdvp3Lc&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan sore itu saya datang hanya untuk mendengarkan dia bernyanyi. Setelah itu pulang, sambil senyum-senyum kegirangan sendirian... Oiya, Adhitia ini dengan sukarela memberikan lagu-lagunya untuk didownload secara bebas kalau kita mau. Silahkan nikmati lagu-lagunya di &lt;a href="http://adhitiasofyan.wordpress.com/"&gt;&lt;b&gt;Blog Adhitia Sofyan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; and let's forget Jakarta-lah&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2107828839590881800?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2107828839590881800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2107828839590881800' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2107828839590881800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2107828839590881800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/12/forget-jakarta-with-adhitia-sofyan.html' title='Forget Jakarta with Adhitia Sofyan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8831291924354999317</id><published>2010-12-16T10:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T10:33:02.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Burqa, Buku, dan Laki-Laki</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TQpbHsXzoqI/AAAAAAAAAQY/DMGyOO8FqXQ/s1600/booksellerofkabul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TQpbHsXzoqI/AAAAAAAAAQY/DMGyOO8FqXQ/s320/booksellerofkabul.jpg" width="203" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada salah satu halaman yang ditulis oleh Asne Seierstad, ada satu kutipan Jalaluddin Rumi yang menarik, "Ego adalah cadar manusia dengan Allah." Asne adalah wartawati asal Norwegia yang pergi ke Afghanistan untuk meliput. Dan pada satu hari, dia bertemu saudagar buku di Kabul. Nama saudagar buku itu Sultan Khan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi si Seierstad tinggal selama 4 bulan di rumah Sultan untuk mencatat, mengamati, dan menceritakan keluarga kelas menegah di negara penuh gejolak. Ada 3 hal yang menarik perhatian saya saat membaca buku Seierstad yang berjudul &lt;i&gt;Bookseller of Kabul &lt;/i&gt;ini, yaitu burqa, buku, dan laki-laki. Ketiga hal ini selalu berhasil membuat saya tersenyum, bahkan sampai penasaran mau ke Kabul. Biasa euforia ketika membaca buku, tiba-tiba kita ingin merasakan yang dialami pelaku cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Burqa, kain dua realitas perempuan Kabul.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oke soal burqa, Seierstad berhasil menampilkan gemerlap di balik kain yang menutupi perempuan dari ujung kepala sampai kaki ini. Jadi salah satu adik Sultan, Shakila akan dinikahkan dengan Wakil. Dan sebagai pengantin wanita lainnya, Shakila harus menjalani beberapa ritual kecantikan. Rumusnya sama, pengantin wanita harus menjadi pusat perhatian sehari semalam. Bukankah itu yang selalu dibisikkan pada telingga wanita sejak dari kecil, yang kemudian membuat wanita lebih cepat memilih hari pernikahan ketimbang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Shakila diantar ke salon untuk didandani. Pada masa Taliban salon dilarang, tapi ada salon yang berhasil dipertahankan demi memuaskan impian para pengantin wanita tampil cantik di hari pernikahannya. Syaratnya hanya satu, mereka yang berkunjung ke salon kecantikan harus datang dengan burqa dan pergi dengan burqa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saya bukan masuk dalam kategori perempuan yang gemar ke salon, tapi begitu membaca datang dan pergi dengan burqa, saya jadi bertanya, &lt;i&gt;lah &lt;/i&gt;riasannya &lt;i&gt;ngga &lt;/i&gt;rusak ya begitu ditutupin burqa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau apa yang terjadi? Di salon kecantikan itu, dipajang poster artis Bollywood dengan potongan baju yang seksi. Poster itu seolah menjadi saksi bisu atas ratusan gadis Kabul yang rela dicabuti alisnya untuk dibentuk melengkung dan indah. Poster itu juga merekam hidup-hidup bagaimana para calon pengantin wanita merasakan warna menyala pada bibirnya. Dan ketika rambut-rambut mereka yang lembap akibat tertutup burqa harus digulung dengan rol-rol besar, plus disemprot dengan &lt;i&gt;hair spray, &lt;/i&gt;poster itu hanya memberikan senyum menggoda kepada para calon pengantin wanita. Secara singkat, para calon pengantin wanita merasakan pandangan mata yang bebas untuk menatap lekat-lekat poster artis Bollywood itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah didandani, calon pengantin wanita akan memakai baju gemerlap dan sepatu dengan hak yang menjulang. Sepatu adalah benda yang bisa dipamerkan dengan halal oleh perempuan yang mengenakan burqa, karena sepatu bukan bagian dari aurat tapi tetap menampilkan kesan feminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu harus ditutupi saat mereka keluar dari salon. Dan rambut yang mengembang akibat rol rambut serta &lt;i&gt;hair spray, &lt;/i&gt;membuat kain kasa yang adalah 'mata tambahan' mereka saat mengenakan burqa, akhirnya tidak jatuh tepat pada kedua mata. Burqa semakin tertarik ke atas dan batas pandangmu menjadi tak jelas. Lalu bagaimana calon pengantin wanita berjalan menembus jalan berdebu di Kabul? Sanak-saudara yang ikut mengantar adalah jawabannya. Mereka akan dipapah menyusuri tangga dan jalan-jalan. Tampil cantik membuat mereka semakin terbatas menatap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Taliban tidak berkuasa, banyak perempuan Kabul yang masih mengenakan burqa. Alasannya karena sudah terbiasa. Beberapa dari mereka memang belajar untuk melepas burqa, karena kain tebal itu tak selamanya nyaman dikenakan pada suhu terik di Kabul. Seiring belajar melepas burqa, perempuan-perempuan di sana juga belajar untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Kursus bahasa Inggris, komputer, atau melanjutkan sekolah formal. Tapi mereka masih suka risih ketika harus berada satu ruangan dengan laki-laki yang bukan muhrim. Rasa risih juga yang dirasakan ketika belajar melepaskan burqa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan, apa rasanya ya pakai burqa? Gerah pasti. Iklim tropis Indonesia rasanya akan membuat saya keringat setengah mati ketika memakai burqa. Tapi mungkin saya juga akan memiliki kulit putih, karena jarang terpapar sinar matahari. Ngomong-ngomong soal sinar matahari, buku ini juga cerita kalau banyak perempuan Kabul yang mengalami masalah pada pigmentasi kulit mereka karena jarang terpapar sinar matahari. Padahal Kabul termasuk kota dengan paparan sinar matahari tinggi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, kurang adil rasanya membayangkan pakai burqa hanya untuk tujuan seperti itu. Tapi saya bener-bener pengen tahu rasanya memakai burqa. Di Jakarta aja kalau ada orang pakai burqa, pasti menjadi pusat perhatian. Apa yang akan ada dalam pikiran saya, ketika dibalik kain kasa untuk melihat itu saya menangkap mata-mata yang melihat dengan penuh tanda tanya? Mungkin saya akan merasa ditelanjangi, meskipun burqa menutup tubuh saya dengan sempurna. Ah lagi-lagi, sebenarnya apa sih batasan kain untuk menutupi tubuh kita? Karena persepsi yang membentuk definisi kain itulah yang sebenarnya mengendalikan pandangan kita atas tubuh yang mengenakan kain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ideologi dalam buku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cukup soal burqa, sebelum saya benar-benar mencoba untuk memakainya selama sehari atau seminggu, rasanya saya tak adil jika menganalisa dari perasaan dan pengamatan. Sekarang saya akan bercerita mengenai bagaimana rezim yang berkuasa di Afghanistan mendoktrinasi ajarannya melalui buku, khususnya buku-buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini diceritakan, ketika yang berkuasa adalah Komunis Rusia, anak-anak belajar matematika dengan perspektif kebersamaan untuk negara. Saat topiknya soal rumus menghitung, buku matematika itu berubah menjadi cara untuk memberikan tanah kepada sang penguasa. Jika kita punya sebidang tanah sekian dan tetangga punya sekian, berapa tanah yang dapat diberikan kepada pemerintah jika keduanya digabung? Tapi begitu yang berkuasa Taliban, kalimat pengantarnya berbeda. Sebuah senjata diisi 5 peluru dan 3 sudah dipakai untuk menembak, berapa peluru yang tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung pas zaman Soeharto, buku matematika saya tidak bilang, jika kepala dinas adalah paman kita maka dia bisa memasukkan keluarganya untuk menjadi PNS di sana. 3 anggota keluarga telah masuk menjadi PNS dan akan ada 2 anggota keluarga lain yang akan masuk. Jika semuanya masuk, berapakah jumlah keluarga kita yang menjadi PNS di kantor paman? Yah walaupun buku matematika saya isinya tidak seperti itu, tapi keharusan untuk belajar P4 mulai dari SD sampai kuliah sudah cukup memuakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal doktrinasi, di buku ini juga diceritakan betapa Sultan sangat mencintai buku-bukunya sama seperti dia mencintai keuntungan yang didapat dari menjual buku-buku itu. Dia sampai punya laci-laci rahasia untuk menyimpan buku yang tidak disukai saat rezim Taliban. Ini karena Taliban, gemar membakar buku. Apalagi buku-buku yang jauh dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya buku, tak hanya membuat Sultan menjadi masyarakat kelas menengah tapi juga menjadi orang yang liberal. Dia sangat terbuka dengan demokrasi. Dia bahkan menyediakan buku Salman Rushdie yang katanya halal untuk dibunuh karena sudah menistakan Islam. Buku diam-diam sudah menjadi ideologi tersendiri bagi Sultan, ya ideologi bisnis yang sekaligus menjadi ideologi mencerdaskan anak-anak Afghanistan. Karena Sultan melakukan kerja sama dengan penerbit dan Oxford untuk menerbitkan buku pelajaran baru bagi anak-anak Afghanistan. Walaupun pada akhirnya buku itu tidak sukses diterbitkan, setidaknya niatnya untuk melakukan pembaharuan melalui buku harus diacungi jempol. Dia berusaha membuat anak-anak itu belajar matematika dengan porsi yang benar, tanpa embel-embel kepemilikan tanah atau peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syahwat itu, urusan laki-laki. Bukan Perempuan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya membayangkan Sultan adalah sosok pemberontak yang ideal di Kabul. Meski sudah berumur sangat lanjut, tapi isterinya hanya satu. Sayangnya ini hanya bertahan beberapa halaman saja, sebab ternyata Sultan sama dengan laki-laki Taliban yang dia benci dengan segala ajaran fundamentalisnya. Iya saat isteri pertamanya,&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Sharifa semakin lanjut, Sultan merasa butuh orang baru untuk mengurusnya. Semua keluarga tidak setuju, bahkan ibunya sendiri, tapi Sultan memberi tahu mereka bukan untuk minta restu, melainkan sekadar memberi tahu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Sultan ketika ingin menikahi Sonya adalah 50 tahun lebih. Sedangkan Sonya, masih 16 tahun. Tapi ada perstise tersendiri bagi keluarga Sonya yang memang miskin ketika anak gadisnya dipinang oleh orang terpandang seperti Sultan. Plus Sultan membayar mahar yang cukup fantastis, 300 kg beras, 150 kg minyak goreng, seekor sapi, beberapa ekor biri-bir, dan 15 juta uang Afgan (ini sama dengan Rp 3 juta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Sultan yang anti Taliban itu ternyata menganggap tak masalah untuk berpoligami. Saya selalu benci dengan teori poligami. Protes saya terhadap poligami adalah ketika pengusaha rumah makan Ayam Wong Solo mendeklarasikan cabang-cabang rumah makannya adalah caranya untuk menghidupi isteri-isterinya. Saya tidak pernah mau makan masakan rumah makan Ayam Wong Solo, bahkan minum atau duduk-duduk di rumah makan itu pun tidak. Ekstrim mungkin, tapi buat saya mengambil sikap itu penting ketimbang menya-menye ngga jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Sultan, untuk menyakinkan keluarganya, Sultan berjanji akan berlaku adil terhadap isteri pertama dan kedua. Tapi pada prakteknya, Sultan suka membelikan kue kesukaan Sonya, untuk dimakan Sonya bersama anak Sonya. Bahkan Sultan sempat membiarkan Sharifa di Pakistan beberapa lama. Pasca serangan di menara kembar 11 September, Sultan harus mengungsikan keluarganya, termasuk Sharifa. Tapi Sharifa tidak langsung diboyong ke Kabul setelah keadaan membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya bukan hanya Sultan yang begitu. Sebab banyak laki-laki di sana yang merasa syahwat yang mereka punya harus disalurkan. Sedangkan untuk perempuan, syahwat atau nafsu adalah sesuatu yang asing. Atau kalau berani untuk dirasakan maka harus siap dengan risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada satu cerita juga dalam buku ini yang menggambarkan kalau perempuan tidak boleh punya nafsu. Ketika perempuan berani untuk bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrimnya dan keluarganya memergoki, maka perempuan itu akan dikurung di kamarnya, dipukuli, dimaki-maki, bahkan disebut perempuan sundal. Padahal perempuan itu hanya bertemu di taman dan tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika ada seorang laki-laki yang berani menyatakan cinta, perempuan Kabul tidak boleh merasakan kupu-kupu di perutnya. Ini kejadian pada salah satu adik Sultan, Latifa yang ditaksir seorang laki-laki. Surat cinta sudah dikirim, jam tangan cantik sudah diberikan, bahkan berusaha untuk kencan singkat dengan mengantarkan Latifa ke Departemen Pendidikan agar mendapatkan ijin mengajar. Tapi Latifa tidak berani menerima cinta itu karena hanya Sultan, selaku kepala keluarga yang berhak memutuskan Latifa harus menerima pinangan yang dipaketkan dengan cinta dari siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari ketiga hal di atas, ada satu bab yang berhasil membuat saya tersenyum lebar. Bab itu adalah, &lt;b&gt;Tak Ada Izin Masuk ke Surga. &lt;/b&gt;Isinya tentang 16 dekrit ketika Taliban berkuasa, inilah dia:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Larangan bagi wanita untuk memperlihatkan bagian tubuhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan mendengarkan lagu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan bercukur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shalat wajib.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan memelihara burung merpati dan adu burung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembasmian narkotika dan penggunaanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan bermain layangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan memproduksi gambar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan berjudi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan mempunyai gaya rambut orang Inggris dan Amerika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan atas bunga pinjaman, biaya menukar uang, dan biaya transaksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan mencuci baju di tepi sungai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan memperdengarkan lagu dan menari dalam upacara pernikahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan bermain tambur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan bagi penjahit untuk menjahit baju perempuan atau mengukur tubuh wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larangan bermain sulap.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Ayo mau pilih larangan mana yang mau dipatuhi hihihii....Anyway buku ini bagus menurut saya, karena itu saya ingin membagikannya kepada kalian semua. Thanks to Nida yang meminjakan buku ini kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8831291924354999317?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8831291924354999317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8831291924354999317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8831291924354999317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8831291924354999317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/12/burqa-buku-dan-laki-laki.html' title='Burqa, Buku, dan Laki-Laki'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TQpbHsXzoqI/AAAAAAAAAQY/DMGyOO8FqXQ/s72-c/booksellerofkabul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2712406084286061357</id><published>2010-12-09T08:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T22:23:33.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><title type='text'>Kartu Matahari Pecandu Pagi</title><content type='html'>Tuhan Yang Maha Sempurna,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, seorang teman yang baru saja ku kenal,&lt;br /&gt;Kau ajak tinggal di rumahMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk.&lt;br /&gt;Memejamkan mata sambil meletakkan kedua tangan di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raih tanganku Tuhan,&lt;br /&gt;tolong sampaikan hangatnya genggaman ini bagi teman baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norvan Hardian yang akrab menyebut dirinya sebagai PecanduPagi,&lt;br /&gt;sore ini menutup matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perutnya membuncit. Tubuh yang menguning.&lt;br /&gt;Itu adalah kondisi terakhirnya, akibat kanker hati yang entah sudah berapa lama menggrogoti tubuhnya&lt;br /&gt;tapi baru beberapa bulan terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat ini, dia sudah tidak merasakan itu lagi.&lt;br /&gt;Rasa sakit hilang bersama nafas yang terhenti dalam pejaman mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otopet, itu yang membuat dia mengingat saya dalam pertemuan yang sangat singkat.&lt;br /&gt;Komik Pamali, itu yang membuat saya mengetahui bakatnya yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika dokter mendiagnosa dia dengan kanker stadium akhir,&lt;br /&gt;PecanduPagi membakar semangatnya untuk bisa membuat komik yang bercerita mengenai kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Tuhan, kenangan saya hanya sedikit.&lt;br /&gt;Hanya itu yang saya punya, tapi rasa kehilangan ini begitu dalam.&lt;br /&gt;Rasa sedih seolah tidak henti menggelayut dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terpikir kedua anaknya yang masih sangat kecil.&lt;br /&gt;Bahkan anaknya yang bungsu umurnya masih dalam hitungan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat ketika PecanduPagi menuliskan status romantik yang menggelitik pada Facebook-nya,&lt;br /&gt;"Istriku,anak anakku...ingin rasanya segera berkumpul lagi...bersama kebo."&lt;br /&gt;Saya menangkap pesan itu, tepat dihari ulang tahun saya yang membuat saya tertawa geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, jejaring sosial itu penuh dengan tulisan belasungkawa.&lt;br /&gt;Beberapa teman terdekatnya bahkan menampilkan foto-foto ketika bersama.&lt;br /&gt;Seorang teman terdekat pun memilih menjadikan tangkapan kamera PecanduPagi sebagai profile pic-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kehilangan dan semua berduka.&lt;br /&gt;Ini malam duka cita ternyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya sangat muda tapi bakatnya luar biasa.&lt;br /&gt;Apakah Tuhan sedang butuh orang muda yang berbakat?&lt;br /&gt;Seorang pencinta pagi dan matahari.&lt;br /&gt;Humoris sejati yang bisa menghibur banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami hanya punya kenangan Tuhan.&lt;br /&gt;Kami hanya bisa memutar apa yang pernah terjadi dengan tangan dingin dan mata berkaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kami juga mengirimkan kata-kata dalam nafas yang tulus&lt;br /&gt;agar perjalanannya menuju rumah pemilik matahari bisa berjalan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kirimkan juga jalinan jemari yang erat pada isteri dan kedua anaknya&lt;br /&gt;yang masih akan menikmati pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata-kata yang terangkai ini&lt;br /&gt;adalah cara kami untuk menyimpan PecanduPagi dalam semangat yang pernah dibagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah doa untuk rasa terima kasih atas kebersamaan&lt;br /&gt;ketika menikmati bakat yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu matahari,&lt;br /&gt;Sebuah kartu imajinatif yang dikirimkan melalui keikhlasan melepaskan&lt;br /&gt;seorang teman, sahabat, suami, anak, suami, dan ayah yang sederhana&lt;br /&gt;Sesederhana namanya yang mudah diingat Norvan Hardian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kartu matahari juga berisi energi.&lt;br /&gt;Energi untuk menggenapi hidup dengan segala aura pagi.&lt;br /&gt;Karena pagi adalah awal dari kenikmatan mengenapi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kartu matahari itu, kami berikan pada Norvan Hardian, si PecanduPagi.&lt;br /&gt;Tuhan akan bersamamu teman,&lt;br /&gt;dalam perjalananmu pulang menuju matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam duka, 9 Desember 2010 &lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2712406084286061357?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2712406084286061357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2712406084286061357' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2712406084286061357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2712406084286061357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/12/kartu-matahari-untuk-pecandu-pagi.html' title='Kartu Matahari Pecandu Pagi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1832343999757798664</id><published>2010-12-04T14:16:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T19:36:19.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nafsu'/><title type='text'>Cukup 3 Suku Kata, BE-RA-HI!</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TPq8ejTPs9I/AAAAAAAAAQM/mte8Ubdi6DM/s1600/love-is-blind-by-lara-coton.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TPq8ejTPs9I/AAAAAAAAAQM/mte8Ubdi6DM/s320/love-is-blind-by-lara-coton.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto dari &lt;a href="http://www.google.co.id/imglanding?q=love+is+blind&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=en&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;amp;biw=1280&amp;amp;bih=525&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;tbnid=YSuVcR02D1fnOM:&amp;amp;imgrefurl=http://blog.verjanso.com/wp-content/uploads/2010/08/&amp;amp;imgurl=http://blog.verjanso.com/wp-content/uploads/2010/08/love-is-blind-by-lara-coton.jpg&amp;amp;zoom=1&amp;amp;w=500&amp;amp;h=367&amp;amp;iact=hc&amp;amp;ei=zbv6TNG0Bo60rAf4ltHNCA&amp;amp;oei=zbv6TNG0Bo60rAf4ltHNCA&amp;amp;esq=1&amp;amp;page=1&amp;amp;tbnh=106&amp;amp;tbnw=140&amp;amp;start=0&amp;amp;ndsp=25&amp;amp;ved=1t:429,r:1,s:0"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Belakangan otak saya tak mau berhenti merangkai kata-kata. Semua yang terjadi ingin dideskripsikan dengan analisa dan esai panjang. Dan kali ini, saya mau menyusup masuk ke dalam yang namanya berahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kenapa berahi, karena beberapa waktu lalu saya mendiskusikan ini pada seorang sahabat. "Kenapa sih kita punya berahi?" Pertanyaan standar memang, sama standarnya kaya, "Kenapa sih Tuhan harus ada?" Atau, "Bahagia itu apa sih?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan dari semua pertanyaan standar itu, kita akan selalu bertemu dengan yang namanya psikologi serta eksistensi. Oiya, saya lagi tergila-gila dengan psikologi. Enak kayanya mengklasifikasikan manusia ke dalam kotak-kotak penyimpangannya masing-masing hihihiiii.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Oke kembali ke topik, berahi atau nafsu kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;be·ra·hi 1 n perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; 2 a sangat suka; sangat tertarik: 3 n Tern gejala yg timbul secara berkala pd ternak betina sbg perwujudan berahi untuk dikawinkan;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yang lucu dari definisi di atas adalah, birahi gejala yang timbul secara berkala pada ternak betina sebagai perwujudan berahi untuk dikawinkan. Hahahaha kenapa cuman betina? Bahasanya itu loh, sebagai perwujudan untuk dikawinkan. Jadi seharusnya betina yang aktif dalam proses perkawinan karena berahi adalah gejala yang timbul secara berkala pada BETINA. Kalau masuk dalam klasifikasi binatang, saya yang adalah perempuan adalah betina. Jadi UNTUNG aku BETINA :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mari kita lihat bagaimana Oxford Dictionaries mendefinisikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lust :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;noun : strong sexual desire:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[in singular] a passionate desire for something:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(usually &lt;b&gt;lusts&lt;/b&gt;) chiefly Theologya sensuous appetite regarded as sinful;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;verb : have strong sexual desire for someone or something&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yang menarik adalah kamus Oxford memasukkan terminologi sinful alias tindakan berdosa untuk mendefinisikan berahi atau nafsu. Saya jadi ingat, ketika membahas ini dengan sahabat saya, dia bilang, "Nafsu itu dititipin Tuhan ke manusia untuk memenuhi bumi. Hanya untuk beranak-pinak." Lalu jika memang demikian, mengapa nafsu dikategorikan sebagai sesuatu yang &lt;i&gt;sinful&lt;/i&gt;? Bukankah Tuhan yang ingin kita beranak-pinak? Jangan langsung dijawab.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pernah penasaran ngga sih kenapa kita bisa menyebut sekumpulan rasa jatuh cinta atau gejala naksir orang sebagai nafsu? Atau bahkan pernah bisa dengan jago membedakan nafsu dengan cinta? Coba minta bantuan Om Google untuk mengumpulkan literatur atau penelitian seputar nafsu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ternyata yang membuat kita bisa bernafsu adalah amygdala. Ini adalah pusat segala emosi kita. Mau tau ukurannya sebesar apa? Hanya sebesar KACANG ALMON! Btw, amygdala itu bahasa latin untuk almon.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Iya si kacang almon dalam otak itu bisa membuat seluruh saraf-saraf yang ada di tubuh kita ikut bereaksi ketika merasakan berahi, mulai dari mata berbinar-binar, bibir melembut, payudara memuncah, sampai organ genital siap untuk menerima pasangannya. Dan ada penelitian lebih menarik dari University of Melbourne, mereka bilang, semakin besar 'kacang almon' yang ada di kepala kita maka dorongan berahinya makin besar hahaha entah mengapa saya tertawa geli membaca hasil penelitian itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ternyata cerita Daud mengalahkan Goliat tak hanya ada pada kitab suci, melainkan dalam sistem otak kita yang begitu rumit dan canggih. Buat saya, si 'kacang almon' dalam otak ini ibarat Daud yang mengalahkan sistem kesadaran manusia. Bayangin aja, dari bagian otak yang gede-gede itu, semuanya menyerah ketika amygdala bekerja dan mengirimkan sinyal untuk waktunya kawin.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saya jadi mikir, apakah kawin, bersetubuh, bercinta, atau apalah itu sebutannya, menjadi sangat esensial dalam keutuhan manusia. Sebelum kita jawab secara esensial, coba simak bagaimana statistik berbicara soal persetubuhan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Seorang Philip Muskin, MD., dari Columbia University, menyebutkan, pasangan menikah ada yang melakukan hubungan seksual sebanyak 68,5 kali dalam setahun. Ini artinya dalam seminggu hanya 1.3 kali. Jadi si Muskin ini dapat datanya dari Newsweek magazine dan mereka menyebut pasangan suami-istri yang masuk dalam kategori itu sebagai sexless marriage. Datanya masih baru, yaitu 2002 dan survei ini dilakukan oleh University of Chicago melalui National Opinion Research Center Report. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari data itu akhirnya dibuat pembatasan yang lebih jelas, 15 sampai 20 persen pasangan masuk dalam kategori sexless marriage, hanya karena hubungan seksnya kurang dari 10 kali dalam setahun. Dan ujung dari semua ini adalah kualitas pernikahan yang terus menurun seiring dengan berkurangnya intensitas bercinta.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bercinta dan langgengnya pernikahan...disimpen dulu aja ya analisanya. Kita lihat data berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saat saya melihat data sexless marriage itu, saya bertanya, "Apa iya? Dikit amat" hahahaha. Secara alam bawah sadar, kita terlalu biasa mengaitkan kehangatan cinta dengan skin to skin contact. Tapi bercinta tuh sebenarnya bukan sekadar sentuhan tubuh dengan tubuh kan. Saya ingat beberapa kali menghadiri liputan soal pentingnya kualitas bercinta, pakar-pakar yang dihadirkan cukup jelas bercerita bahwa bercinta itu butuh teknik. Bukan sekadar buka baju dan terlentang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Harus paham mood pasangan, sepaham titik-titik rangsang mana saja yang bisa mempermudah kita sampai pada klimaks. Ngga cuman itu, kadang kala bercinta juga menuntut situasi yang nyaman. Dan kenyamanan setiap orang selalu berbeda-beda. Ada yang masuk akal dan pasti ada yang tidak masuk akal (saya ngga mau menjabarkan keduanya, takut jatuhnya menjadi hakim atas teknik bercinta). Yah semuanya sangat tergantung pada kebutuhan dan fantasi orang yang terlibat dalam aktivitas intim yang nama lainnya bercinta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapi bercinta juga menyangkut harga diri, pride. Pernah dengar, orang merasa malu setengah mati ketika mengalami gangguan seksual. Pakar-pakar seksologi yang saya jumpai di liputan itu selalu dengan lantang mengucapkan, gangguan seksual bukanlah akhir dunia, semua bisa diatasi tapi syaratnya mau ke dokter. Tahu kenapa pakar berbicara seperti itu, karena banyak yang malu memeriksakan diri. Mereka seolah mempertaruhkan harga dirinya ketika tahu ada orang lain (baca : dokter) yang menganalisa masalah seksualnya. Padahal mana yang lebih memalukan dari beli pil perkasa di pinggir jalan atau berkonsultasi dengan orang yang belajar lebih dari 5 tahun untuk memahami mengenai hubungan seksual.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ya itu, sensasi merasa perkasa dari pasangan adalah kepuasan yang menyelinap dari aktivitas selangkangan. Hubungan seksual memang punya nilai menguasai dan terkuasai. Posisi dan ukuran adalah batasan yang sering kali menjadi tolak ukur kepuasan dalam bercinta. Ini semua berujung pada kebutuhan kita untuk diakui, seperti teorinya Abraham Maslow, pengakuan itu adalah legitimasi bahwa eksistensi kita bukan sekadar titik-titik imajiner. Jadi jangan heran kalau ada yang sampai depresi ketika merasa tidak ada pengakuan keperkasaan seksual dari pasangannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapi mana sih yang lebih riil, jatuh cinta atau persetubuhan? Saya pernah dengar sebuah teori yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, tapi lucunya, banyak yang percaya pada keabsahannya. &amp;nbsp;Teori itu adalah, buat perempuan; tatap mata, berpegangan tangan, dan nyaman berbicara dengan pasangan itu adalah kenikmatan yang lebih dari bercinta. Sedangkan bagi laki-laki, kenikmatan bercinta mengarah pada kualitas bersetubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yang membuat teori ini muncul dan pelan-pelan diamini oleh banyak orang adalah, sistem sosial kita mengarahkan kita untuk percaya bahwa laki-laki adalah pengendali interaksi dalam persetubuhan. Dalam urusan bercinta, perempuan selalu dianggap yang pasif, tidak boleh berhasrat lebih. Lagi-lagi ini berbicara mengenai pembagian peran siapa yang berkuasa dan dikuasai. Parahnya, persepsi ini membuat banyak diantara masyarakat yang menyakini laki-laki memang paling lemah dalam mengendalikan ‘rudal kecilnya’. “Yah namanya juga laki-laki, paling tidak tahan kalau digoda.” Buat saya, ini adalah kutipan yang menyerah sebelum berperang. Kutipan absurdlah, karena saya percaya, laki-laki juga dikasih nalar. Plus jika kita menerima kutipan itu bulet-bulet, sama artinya kita mengakui bahwa dunia ini memang hanya dikenalikan oleh urusan selangkangan. Buat saya, hidup lebih luas dari sekadar sejengkal di bawah pusar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TPq9XGE6DuI/AAAAAAAAAQQ/taYOyxYU6VQ/s1600/idrh_preview.gif" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TPq9XGE6DuI/AAAAAAAAAQQ/taYOyxYU6VQ/s200/idrh_preview.gif" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto dari &lt;a href="http://www.annanielsen.com/prints/item.aspx?pid=idrh&amp;amp;name=I%20depend%20on%20you%20%20Red%20heart%20Series"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Helen Fisher, PhD., dari Rutgers University, jatuh cinta itu dibagi dalam 3 kategori. Pembagian kategorinya didasarkan pada bagaimana otak mempersepsikan nafsu (&lt;i&gt;lust). &lt;/i&gt;Jadi si Fisher mengumumkan kategori itu di depan seluruh psikiater di Amerikan pada acara Pertemuan Tahunan American Psychiatric Association. Penasaran? Ini dia pembagiannya:&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jatuh cinta yang didasarkan pada kebutuhan untuk mendapatkan hubungan seksual sebagai gratifikasi. Ini dikendalikan oleh hormon kita. Ya laki-laki dengan androgennya dan perempuan dengan estrogen. Benar-benar murni karena kita punya nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jatuh cinta karena ada ketertarikan. Ini jatuhnya lebih kepada cinta yang romantis dan gairah cinta. Ada euphoria di dalamnya. Seperti merasakan ada kupu-kupu dalam perut dan mengalami kekacauan emosi ketika harus berhenti menyintai. Ini dikendalikan oleh kadar hormon dopamin yang tinggi yang juga membuat serotonin merosot. Dopamin adalah hormon yang membuat kita bisa merasakan senang, ini adalah opium alami dalam otak. Dan serotonin adalah hormon yang keluar setiap kali stres.&lt;/span&gt; Klasifikasi yang kedua ini mau bilang kalau jatuh cinta karena ketertarikan akan membuat kita secara konstan menstimulasi diri untuk jatuh cinta sama pasangan. Dengan begitu, hormon dopamin alias opium alami akan terus terproduksi sehingga kita merasa sangat euphorik alias mabuk. Tapi saat patah hati, kita akan kecanduan dan merasakan sakaw seperti tubuh kehilangan kendali untuk menjadi sadar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jatuh cinta muncul karena adanya kasih sayang. Ini jenis cinta yang tenang, damai, dan tetap memiliki rasa nyaman terhadap pasangan dalam waktu yang panjang. Lagi-lagi pengendalinya adalah hormon. Tapi kali ini adalah hormon oksitosin dan vasopressin yang berperan. Ini adalah hormon yang membuat kita merasa terikat (bukan terikat yang terkekang ya tapi lebih ke terikat yang dekat atau &lt;i&gt;attach&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Buat saya apa yang dibagikan Fisher sangat menarik, walaupun sebenarnya timbul pertanyaan apakah memang jatuh cinta dan nafsu menjadi sangat ilmiah. Ada satu kutipan Fisher yang menarik, “Don’t copulate with people you don’t want to fall in love with.” Karena kata si Fisher, kalau kita tetap nekat untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;bersetubuh dengan orang yang mungkin tidak bisa membuat kita jatuh cinta, maka kita hanya sekadar berada pada kategori pertama. Merasa jatuh cinta hanya karena merasa butuh bersetubuh, demi sebuah penyaluran dorongan hormon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lagi-lagi mentoknya ke pilihan. Tapi saya semakin menyadari bahwa semua pilihan yang ada itu selalu diawali dengan kesadaran. Tidak mungkin kita bisa melihat ada pilihan kalau kita tidak sadar ada situasi yang mengarahkan kita untuk memilih. Dan biasanya, kesadaran itu berawal dari stimulasi yang sangat kecil yang kemudian masuk dalam batas nalar untuk mengartikulasikan apa yang terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saya lantas teringat salah satu episode di serial Mental yang saya tonton beberapa hari lalu. Serial yang membuai saya dengan isu psikologis dan kejiwaan ini bercerita, ada seorang istri yang tiba-tiba mengalami hiperseks. Di satu sisi, suaminya adalah pengidap obsessive compulsive disorder (ODC). Jadi si suami bersedia untuk dibuka otaknya agar bisa sedikit dibetulkan ‘kabel’ saraf yang membuat dia mengalami ODC. Walaupun sebenarnya operasi pembetulan kabel itu tak akan membuat dia berhenti menjadi pengidap ODC. Suaminya merasa perlu melakukan semua itu agar istrinya tidak jenuh dengan keteraturan suaminya dan bisa kembali membangun rumah tangga yang harmonis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nah saat suami tengah dalam pemeriksaan, si istri tiba-tiba menggoda semua orang yang ada di rumah sakit itu. Mulai dari pasien sampai kepala psikiater yang diperanin si ganteng Chris Vance. Tapi justru si Vance yang merasa, nih orang tidak normal dengan segala dorongan seksualnya dan meminta sang istri untuk melakukan MRI. Ternyata emang benar, ada masalah pada amygdala-nya. Ada tumor yang menempel yang membuat amygdala ikut membesar. Tumornya tidak berisiko membuat dia mati, hanya saja dia menjadi ingin bercinta dengan siapa saja. Dan hasrat bercinta itu lah yang mungkin bisa membuat dia mati karena terkena HIV/AIDS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Singkat cerita, si istri kaga mau dioperasi awalnya. Karena dia menjadi lebih percaya diri ketika berhasil membuat banyak laki-laki menyerah dan menikmati tubuhnya. Dan rasa percaya diri adalah sesuatu yang dia cari selama ini, karena sebelumnya dia tidak merasa menarik sama sekali. Jadi ketika tiba-tiba itu tumor nempel di amygdala-nya ada sensasi berani mengakui diri sehingga sekecil apapun bahasa tubuh yang dia buat, pasti akan ditangkap sebagai sinyal daya tarik oleh lawan jenis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapi si Vance berhasil buat dia sadar. Caranya, dengan membawa dia ke klub murahan yang dipenuhi oleh laki-laki yang secara penampilan fisik tidak bersih dan menarik. Vence bilang, rasa seksi dan percaya diri yang dia nikmatin sekarang bisa jadi membuat dia berkenalan dengan penyakit menular seksual. Dan ketika dia bertemu dengan penyakit menular seksual itu, si Vence ngingetin bahwa tidak akan ada lagi rasa percaya diri. Ya akhirnya si istri meminta Vence untuk menyuruh timnya mengangkat tumor yang ada di amygdala-nya, sambil bilang supaya suaminya tidak usah dioperasi. Alasannya, mengangkat tumor akan benar-benar menyelamatkan dirinya dan pernikahannya. Jadi batas nalarnya dia memilih untuk mau menjadi sadar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saya jadi kepikiran, sebenarnya ada kesamaan antara ‘aku cinta kamu’ dengan ‘berahi’. Dua-duanya bertumpu pada angka 3. “It only takes three words to win your heart and that’s words is I Love You,” ini senjata pamungkas semua umat ketika membuat pasangannya untuk terbuai asmara. Dan angka 3 lainnya adalah, “Hanya butuh 3 suku kata untuk membuatmu berbaring dengan pasrah merasakan kulitku, yaitu be-ra-hi.” Hahahahaa maaf kalau rada maksa ya, cuman berusaha membuat penutup yang tidak mengarah pada pilihan apapun. Karena saya percaya, kita semua punya kemampuan untuk menyadari pilihan mana yang membuat kita memanfaatkan bagian otak yang lain, selain amygdala. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1832343999757798664?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1832343999757798664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1832343999757798664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1832343999757798664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1832343999757798664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/12/cukup-3-suku-kata-be-ra-hi.html' title='Cukup 3 Suku Kata, BE-RA-HI!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TPq8ejTPs9I/AAAAAAAAAQM/mte8Ubdi6DM/s72-c/love-is-blind-by-lara-coton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2292708093530682792</id><published>2010-11-28T10:33:00.001-08:00</published><updated>2010-11-28T10:33:38.998-08:00</updated><title type='text'>(Masih) Tentang Frau</title><content type='html'>Ah entahlah saya benar-benar lagi dibuai habis-habisan oleh Frau. Tidak hanya karena dia punya bakat yang luar biasa gila tapi juga karena dia berhasil membuat saya bernyanyi di depan umum. Frau adalah momentum kenekatan saya untuk menikmati spontanitas. Adrenalin yang mengalir keras membuat saya punya pengalaman baru bernyanyi dengan diiringi blackberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi nekat, musik Frau selalu menikam kesadaran saya. Iya saya selalu ingin menggerakkan jemari untuk mengartikulasikan tempo yang dimainkan, persis kaya konduktor orkestra. Jadi di pagi hari, saat saya berjuang setengah mati untuk menghilangkan kantuk, saya akan meminta Winamp yang saya punya untuk memainkan lagu Frau, terlebih Salahku, Sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu Frau selalu sederhana tapi sangat puitik. Saya menemukan energi yang kuat dari lirik-liriknya. Bahkan pada lagu Sepasang Kekasih yang Bercinta di Luar Angkasa, saya sangat diajak berimajinasi. Bukan hanya berimajinasi pada lirik yang dibuat tapi juga pada vokal penyanyi. Saya membayangkan apa yang terjadi jika vokalnya diganti dengan jenis suara yang lain, pasti akan menghadirkan interpretasi yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan khusus untuk lagu Salahku, Sahabatku, saya memiliki nilai historis sendiri. Selain karena lagu ini tiba-tiba membakar keberanian saya untuk bernyanyi, lagu ini adalah cerita sebuah persahabatan. Kelekatan hubungan dengan sahabat digambar jelas dalam lagu ini. Kadang kita menjauh dari mereka tapi hati kita tetap menyimpan kerinduan. Tidak jarang di saat-saat menjauh itulah kita justru saling mengirim kehangatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lirik yang luar biasa dalam lagu ini menurut saya. Liriknya benar-benar membuat saya mengerti bahwa sahabat adalah sisi lain dari kesempurnaan dan kekurangan kita. Sahabat adalah keakuan kita yang menjelma dalam sosok yang berbeda. Sahabat adalah kesadaran kita yang kadang kita abaikan tapi tetap hangat untuk diminta menghidupkan mimpi. Ini dia lirik yang selalu menyimpulkan senyum dalam hati saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbersit barang sedikit kita jauh, hilanglah kita jatuh.&lt;br /&gt;Terbersit barang sedikit kita jatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tersungkur, tersungkur, dan jauh&lt;br /&gt;Lalu ku tersungkur, tersungkur, dan jatuh, dan jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habiskan hati sahabatku, mencari ragu untuk dibunuh&lt;br /&gt;Menangkap nyali sahabatku, mengisi jantung seakan candu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus ya liriknya. Bayangkan, kita justru diajak mencari ragu untuk kemudian dibunuh. Tidak semua orang berani mencari ragu menurut saya. Dan lirik ini tak hanya meminta kita untuk mencarinya tapi juga membunuhnya di tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil membunuh ragu, kita bersama sahabat dapat menangkap nyali dan mengisi jantung dengan semua itu. Rasanya tak ada yang lebih hiroik dari semua itu dalam sebuah persahabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini juga mengambarkan ketulusan dalam persahabatan. Pada akhir lagu, pesan itu disampaikan dalam lirik ini...&lt;br /&gt;Petik sakit, percayai, sangka baik, takkan sulit&lt;br /&gt;Beri, trima, senyum, hina, sakit, rasa, tawa sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya tak pernah bosa membayangkan menyanyikan kata akhir dalam lagu sambil membuka kedua tangan dengan lebar, agar artikulasi tawa sahabat dalam lagu tersebut semakin kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo para sahabat, kita cari ragu untuk dibunuh dan isi jantung dengan tangkapan nyali.&lt;br /&gt;Ayo ekspresikan keberuntungan kita memiliki dan menjaga sahabat yang kita punya dengan meletakkan tangan di dada sambil menyebutkan nama-nama mereka satu per satu. Semoga, saya tetap mampu menjaga kualitas sebagai teman baik :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak sahabat yang saya punya, saya tiba-tiba rindu pada sahabat abadi saya, Sang Sahabat Hidup. Saya rindu melekat padaNya dan melentur dengan kebebasanNya. Ayo duduk di taman lagi, yang kemarin buat saya kecanduan :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2292708093530682792?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2292708093530682792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2292708093530682792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2292708093530682792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2292708093530682792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/masih-tentang-frau.html' title='(Masih) Tentang Frau'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3668065642663736542</id><published>2010-11-23T09:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T09:58:11.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepuasan diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><title type='text'>Duduklah Bersamaku Tuhan</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOv3ARoEBoI/AAAAAAAAAQI/Tqmbunh4Qe0/s1600/bench2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="271" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOv3ARoEBoI/AAAAAAAAAQI/Tqmbunh4Qe0/s400/bench2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Desain by : Pablo Reinoso&lt;br /&gt;Pic : www.baekdal.com&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sini...&lt;br /&gt;Iya Kamu, ke sinilah.&lt;br /&gt;Bangku taman ini ku sediakan untukMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa...mengapa malu...&lt;br /&gt;Ayo jangan tundukkan wajahMu,&lt;br /&gt;Aku sudah menungguMu, sejam lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, sejam lalu.&lt;br /&gt;Usai Kau katakan, tunggu Aku di taman itu, satu jam dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang Kau hanya tertunduk malu.&lt;br /&gt;Ayo duduk di sampingku dan tautkan jemariMu pada jemariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa, tanganMu terluka? Karena Kau baru saja tergantung pada kayu penebusan itu.&lt;br /&gt;Ah manusia memang tak mengerti dengan siapa mereka berhadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari...mari aku balut lukaMu.&lt;br /&gt;Iya, akan aku balut. Jadi duduklah lebih dekat.&lt;br /&gt;Berhenti menunduk, biar ku lihat cahaya di wajahMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei mengapa Kau menangis?&lt;br /&gt;Rupanya bukan hanya tanganMu yang terluka.&lt;br /&gt;Apa mereka juga mencolok mataMu?&lt;br /&gt;Manusia keparat memang, apa mereka benar-benar tidak tahu siapa yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingin aku menghujamkan belati pada jantung mereka?&lt;br /&gt;Kau ingin aku merobek lambung mereka?&lt;br /&gt;Atau Kau ingin aku menghancurkan jari-jari kaki mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kau hanya diam?&lt;br /&gt;Kau ingin aku mendekat? Baiklah aku mendekat.&lt;br /&gt;Apa...aku tak dapat mendengar suaraMu...bicaralah lebih keras.&lt;br /&gt;Apa...Kau terlalu pelan.&lt;br /&gt;Biar aku tempelkan daun telinga di bibirMu&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin, kau duduk bersamaKu di bangku taman ini," ucapMu begitu mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teramat mesra, karena itu kali pertama aku mendengar suaraMu.&lt;br /&gt;Suara kekasih hati yang rindu duduk di bangku taman yang sudah menua.&lt;br /&gt;"Ini bangku kita. Hanya bangku ini yang mempertemukan kita. Duduklah bersamaKu."&lt;br /&gt;Kau katakan itu semua sambil menggenggam tanganKU&lt;br /&gt;Meski darah tak berhenti menetes, Kau tetap genggam tangaku.&lt;br /&gt;"Duduklah bersamaKu di bangku taman ini."&lt;br /&gt;Hanya itu yang Kau katakan sambil menghitung daun-daun yang berjatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 23 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Saya tidak tahu, tapi saya merinding menulis ini.&lt;br /&gt;Ah mungkin hanya perasaan saya saja.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3668065642663736542?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3668065642663736542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3668065642663736542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3668065642663736542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3668065642663736542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/duduklah-bersamaku-tuhan.html' title='Duduklah Bersamaku Tuhan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOv3ARoEBoI/AAAAAAAAAQI/Tqmbunh4Qe0/s72-c/bench2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5044967403360792810</id><published>2010-11-21T11:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T19:38:47.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepuasan diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepatu'/><title type='text'>Hidup adalah PERAYAAN!</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOiQss9XshI/AAAAAAAAAQE/IlkJoT6YYIw/s1600/celebrating+life.by+darisman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOiQss9XshI/AAAAAAAAAQE/IlkJoT6YYIw/s320/celebrating+life.by+darisman.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto by Darisman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ingin tahu, tahun ini saya melakukan kegilaan apa untuk merayakan ulang tahun? Saya catwalk di atas meja dan nyanyi di depan teman-teman untuk pertama kalinya. EXTRAORDINARY, itu yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, saya tidak terpikirkan untuk merayakan ulang tahun. Terakhir kali saya merayakan ulang tahun kalau tidak salah pas SD, kelas 5. Tapi itu lebih ke traktir teman-teman makan bakso dekat rumah hahahaha dan diberi kado pensil plus buku yang banyak hahahaaha. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akhirnya saya mikir, tahun depan, saya akan memiliki awalan angka baru buat usia saya jadi kenapa ngga kita gila-gila aja tahun ini. Mumpung masih twenty of something. Loh memang kalau sudah thirty of something ngga bisa gila? Ngga juga sih, cuman being twenty of something giving you the gut to be crazy and wild. So why don't celebrate it with lots of madness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1290308947_0" style="cursor: pointer;"&gt;Jadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; saya undang teman-teman saya. Jumlahnya ngga tanggung-tanggung, 30 orang! Walaupun yang datang tidak genap, tapi kehadiran mereka semua sudah cukup mengkooptasi aura di Melly's Resto and Bar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum malam perayaan tiba, tiba-tiba saja dua minggu belakangan, saya terpukau dengan lagu Frau. Frau adalah folk pop singer dari Jogjakarta. Really talented! Saya udah lama dengar dia, tapi entah kenapa baru sekarang kena guna-guna. Dari beberapa lagu dia yang luar biasa, saya terhanyut oleh lagunya yang berjudul Salahku, Sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ngerti dengan aransmen musik. Tidak juga paham dengan partitur piano. Yang saya tahu, setiap kali dengar lagu ini, saya selalu ingin bernyanyi! Gilanya lagi, tiba-tiba saya jadi pede untuk nyanyi di depan umum...REALLY HAVE MY OWN STAGE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil saya cari cara untuk mewujudkannya. Mencari pemain gitar yang bisa mengiringi tapi tidak sukses. Saya ngga putus asa, saya mencari tahu apakah ada software yang bisa membuat file lagu yang saya punya hanya memperdengarkan alunan pianonya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir seminggu mencari cara, akhirnya malam minggu (20/11) kemarin, saya menyanyikan lagu itu untuk teman-teman terdekat saya. Rasanya deg-degan banget, bahkan saat saya menulis dan mengingat semuanya saat ini, jantung saya masih berdetak kencang! Luar biasa ketika melihat teman-teman saya begitu serius menatap dan menyimak lagu yang saya nyanyikan. Saya sempat bertindak konyol untuk membuat mereka tidak seserius itu menatap saya hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bantuan audiocity (thanks to Mario who gave me the link) yang kemudian saya save di blackberry, saya pun bernyanyi. Saya berdiri dan sedikit menarik napas. Saya memejamkan mata untuk meresapi instrumen piano yang dimainkan Frau. Lalu saya tak peduli dengan apa yang terjadi, hanya bernyanyi dan berekspresi. BENAR-BENAR PENGALAMAN GILA YANG MENYENANGKAN! And it quite a show, me and my blackberry ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih gila dari itu sebenarnya. Masih soal sexy heels saya, pada invitation saya tulis:&lt;br /&gt;Dress Code : Be free as you are. One thing for sure, I'll wear my sexy heels :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman-teman saya penasaran, dan meminta saya jalan di atas meja yang disusun. Gila, saat saya berdiri, teman-teman bersorak dan membuat semua tamu mengarahkan matanya kepada saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan saya jongkok karena rasanya malu! But hey the show must go on. Plus saya harus menghargai kesediaan teman-teman saya untuk menghadiri pesta malam itu. Ada yang rela-rela datang dari Bandung dan Garut demi saya. Ah saya memang special dan beruntung :D Jadi ya, sedikit nekat dengan catwalk dadakan di atas meja pada sebuah tempat hang out yang ramenya luar biasa adalah pengalaman yang menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dan pose. Lalu merasakan beberapa kamera berebut menangkap momen itu. Menikmati blitz-blitz itu menerangi langkah kaki saya. Ah begitu toh rasanya jadi model hahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang luar biasa. Kegilaan yang menyenangkan. Tawa yang menyegarkan dan perbincangan yang benar-benar lepas. Plus, kado-kado yang memang gua banget hihihihihihi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah para sahabat, kehadiran kalian adalah energi yang tak pernah padam. Cerita yang kalian bahasakan benar-benar membentuk senyum lebar pada wajah saya. Ditambah kehangatan pelukan serta jabat erat, membuat saya tak akan pernah merasa kekurangan semangat untuk terus menantang dunia. Penutup manis dari baris terakhir lagu Frau untuk kalian semua, "Beri, trima, senyum, hina, sakit, rasa, tawa sahabat."&amp;nbsp;And this good girl ready to be GREAT!!! Dan karena hidup adalah sebuah perayaan, maka saya merayakannya dengan kalian semua :D&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5044967403360792810?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5044967403360792810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5044967403360792810' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5044967403360792810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5044967403360792810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/hidup-adalah-perayaan.html' title='Hidup adalah PERAYAAN!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TOiQss9XshI/AAAAAAAAAQE/IlkJoT6YYIw/s72-c/celebrating+life.by+darisman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4669865532882095867</id><published>2010-11-10T08:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T08:42:50.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perselingkuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesetiaan'/><title type='text'>Esai Cinta dalam Kesetiaan dan Perselingkuhan</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNq2UwpDs1I/AAAAAAAAAP4/CyeZSLU3Iug/s1600/pgymalion.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNq2UwpDs1I/AAAAAAAAAP4/CyeZSLU3Iug/s200/pgymalion.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini dia si Pygmalion&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidak ada yang kebetulan dan pertanda. Boleh jadi ini adalah kedua hal yang saya percaya. &amp;nbsp;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Jadi&lt;/span&gt; beberapa hari belakangan ini, saya menangkap cerita dan pertanda yang temanya sama, yaitu kesetiaan, cinta, dan perselingkuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke tulisan ini bukan untuk membangkitkan macan tidur (baca: rasa sakit hati) yang berhasil saya tidurkan dengan obat bius (baca : &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_1" style="cursor: pointer;"&gt;harga diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;) kelas wahid. Tapi saya tergerak karena banyak sekali cerita cinta yang menggelayut dengan seksi di hadapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bercerita, saya ingin bertanya, ada yang kenal dengan Pygmalion? Ini &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_2" style="cursor: pointer;"&gt;adalah salah satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; cerita mitologi &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_3" style="cursor: pointer;"&gt;Yunani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang akan membuat kita membelalakan mata atau justru menyimpulkan senyum seperti saya. Belakangan saya sering tersenyum memang kalau mengingat cerita tentang cinta…alah bahasanya kaya judul lagu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Pgymalion adalah pematung terkenal dari Cyprus yang &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_4" style="cursor: pointer;"&gt;jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dengan patung yang dibuatnya sendiri. Patungnya terbuat dari gading, berwarna putih dan memiliki liuk tubuh yang sempurna. Menurut si Pgymalion, patung indah yang dibuatnya itu sangat real dan menggoda untuk dimiliki. Maka dia meminta kepada dewi Venus untuk mengubahnya menjadi manusia. Perempuan utuh yang hidup dan bisa dicintainya secara real. Tapi sial, Pgymalion sepertinya laki-laki pemalu, karena dia tidak berani berkata jujur pada Dewi Venus. Lalu apakah dia tetap mencintai patung itu selamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga mitologi, entah angin apa yang berhembus, dewi Venus mengirim Cupid untuk mencium patung gading cantik itu. Bagian yang dicium pun sangat spesifik, jari manis! Ciuman Cupid mengubah patung Pygmalion menjadi perempuan cantik yang sesungguhnya. Tak hanya itu, ciuman di jari manis membuat Pgymalion dan si patung menjadi suami-istri. Dewi Venus mengabulkan permintaan Pygmalion yang tak terucap melalui ciuman maut Cupid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ah mitologi memang selalu beda tipis dengan sinetron, selalu diakhiri dengan kebahagiaan. Biar orang tidak kapok membaca mitologi Yunani dan menonton sinetron hahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perkenalan saya dengan Pygmalion tidak sengaja. Melalui National Geographic channel pada program Taboo yang mengangkat tema Strange Love. Mereka bercerita mengenai seorang laki-laki yang memilih menikah dengan boneka perempuan ketimbang perempuan beneran. Dalam dunia ilmu kejiwaan, pecinta boneka ini diibaratkan mirip si Pygmalion. Laki-laki yang menikahi boneka dalam feature Natgeo itu memberikan pembeda yang jelas antara perempuan boneka dengan perempuan benaran. Perempuan beneran alias manusia berkelamin perempuan adalah perempuan organik, sedangkan boneka perempuan adalah perempuan sintetik. Tahu alasannya kenapa dia memilih menikah dengan boneka yang ukuran dan bentuknya memang benar-benar mirip manusia berkelamin perempuan? Patah hati. Dia sering patah hati pada kehidupan nyata, baik itu patah hati karena perselingkuhan atau karena memang tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya yang memasuki fase menang hati ;D tentu terperangah dengan alasan dia. Saya berpikir orang ini pasti trauma berat dengan fase-fase patah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang sih, patah hati bukan bagian dari cerita hidup yang menyenangkan. Saya mengalaminya sendiri. Asam lambung naik setiap kali teringat hal-hal yang harus dilupakan. Pikiran tidak fokus karena berjuta pertanyaan menumpuk, mulai dari salah di mana, apa yang kurang, sampai semua yang dijalanin ini beneran atau rekayasa sih? Itu belum cukup, saya yang energi positifnya ibarat Saluran&amp;nbsp; Udara Tegangan Tinggi (SUTET) tiba-tiba anjlok dan yang dilakukan hanya menangis ngga karuan. Ah KEPARAT emang, mata saya sampai pedas ketika itu. Jika setiap sejarah dunia memiliki masa kegelapan, maka itulah masa kegelapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun melakukan riset kecil-kecilan, maklum saya termasuk orang yang ngga terima kalau dibilang menderita sendirian hahahaha. Ternyata &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_5" style="cursor: pointer;"&gt;patah hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; memang tidak bisa menjadi proses yang menyenangkan. Seorang teman saya, bahkan sampai harus dikasih obat penenang sama keluarganya agar dia bisa tidur tenang. Tapi ketika itu, dia tidak tahu keluarganya ‘mencolek’ dokter untuk memberi resep obat penenang. Dan teman saya yang lain nyaris menabrakkan dirinya ke mobil di jalan raya ketika dia merasa cinta kekasihnya tiba-tiba hilang tanpa jejak. Rasanya tidak adil jika saya bilang saya beruntung, iya beruntung karena tidak pernah terpikir untuk bunuh diri demi patah hati. Lagi-lagi, saya terlalu mencintai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan saya mengerti mengapa ada orang yang trauma dengan patah hati dan memilih untuk mencintai boneka. Bahkan orang itu bilang, “Perempuan sintetik ini tak hanya menyelamatkan saya dari rasa patah hati tapi juga tidak pernah membuat saya merasa canggung untuk berbicara apapun.” Dia mengakui bahwa dirinya memiliki keterbatasan kemampun untuk berinteraksi dengan sekitarnya. “Saya bingung apa yang harus saya katakan kepada mereka dan apakah mereka akan menerima apa yang saya katakan.” Bahasa sederhananya, orang ini sangat introvert dan anti sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi kalau dari sisi ilmu kejiwaan, orang-orang seperti ini tidak dianggap aneh. Ada penggolongan untuk karakter yang &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_6" style="cursor: pointer;"&gt;mereka punya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, mereka dikategorikan mengalami Asperger disorder. Ini adalah gangguan interaksi sosial yang masuk dalam sepktrum Autisme. Jadi bahasa sederhananya, Asperger disorder ini kelas ringan dari Autisme yang ditandai dengan sulit berinteraksi dengan sekeliling mereka.&lt;br /&gt;Jadi ketika patah hati dialami oleh yang memiliki Asperger disorder ya bisa dibayangkan apa yang terjadi, salah satunya adalah bersedia menikahi boneka. Tapi tahu apa yang saya kagumi dari pria yang menikahi boneka ini, “Saya cinta dia dan saya akan setia sampai maut memisahkan.” Kesetiaan. Dia berani setia untuk benda yang tidak bernyawa. Atau mungkin dia berani setia karena tahu perempuan sintetiknya tidak akan memberontak untuk segala apapun yang dia katakan dan lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah contoh kesetiaan yang ideal dalam hubungan percintaan boneka yang monogami. Karena ternyata ada juga orang yang mencintai beberapa boneka. Layaknya keluarga poligami, si pemilik boneka harus menciptakan pengertian antar boneka-boneka yang sebelumnya ada. “Saya harus menjelaskan kepada mereka mengapa saya butuh boneka baru.” Husss jangan ketawa, tidak sopan menertawakan niat baik orang yang ingin menciptakan kedamaian dalam kekacauan rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membeli boneka baru, dia menjelaskan alasan yang membuat dia harus menambah anggota baru. Tujuannya sama, agar tidak ada rasa sakit hati antar boneka. Pengertian dan penjelasan juga diberikan kepada boneka baru.&amp;nbsp; “Jangan takut, mereka semua sudah mengerti dan menerima kehadiranmu,” ucapnya dengan tulus. Ah andai boneka itu bisa bicara pasti dia tidak mau dimadu hahahaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada level itu, apa cinta dan kesetiaan menurut kalian semua? Jangan langsung dijawab, ada fakta berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seri Taboo yang sama diceritakan juga sebuah konsep negotiation fidelity alias kesetiaan yang dinegosiasikan. Benda apa lagi ini. Jadi ada pasangan di Australia yang punya rumus soal perselingkuhan. Ayo yang suka selingkuh pasti suka topik ini hahahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pasangan ini tidak menikah tapi mereka berkomitmen untuk saling setia. Plus mereka diperbolehkan untuk berhubungan dengan orang lain tapi hanya sebatas hubungan seksual. Menarik kan?!?&amp;nbsp; Jadi pasangan ini diperbolehkan flirting dengan siapa saja. Bahkan targetnya itu harus di bawa pulang untuk diperkenalkan ke pasangannya. Baru setelah itu bercinta dengan targetnya sambil pasangannya menunggu di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kenapa mereka melakukan itu? Karena mereka terlalu sering diselingkuhin dari hubungan sebelumnya, khususnya sang perempuan. Dia bahkan sampai mencari tahu kenapa laki-laki suka selingkuh. Percaya atau ngga, jawaban yang dia temuin adalah laki-laki menyimpan gen berburu perempuan, layaknya pejantan gemar mencari perhatian betina. Ketika mereka mencoba menaklukkan hati perempuan, adrenalin mereka terpacu. Inilah saat mereka menyadari kehilangan akal sehat dan kenekatan adalah definisi sederhana dari kelelakian mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNrEkDnz7-I/AAAAAAAAAQA/z-XO5-TAJgc/s1600/lo.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNrEkDnz7-I/AAAAAAAAAQA/z-XO5-TAJgc/s200/lo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan yang terjadi pada perempuan adalah (ini murni analisa saya dari riset kecil-kecilan itu)&amp;nbsp; peranannya yang lebih banyak melindungi dan menenangkan membuat perempuan tidak akrab dengan adrenalin. Plus peran domestik membuat perempuan tidak biasa mengasah adrenalinnya dengan usaha pemburuan, jadi ya berselingkuh bukan untuk menunjukkan kegagahan adrenalin tapi untuk memuaskan jati dirinya sebagai pelindung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh mungkin, tapi disadari atau tidak, perempuan yang berselingkuh akan rela mengorbankan apa saja demi laki-laki yang menampilkan aroma adrenalinnya dengan lekat. Bagaimana saya sampai pada kesimpulan ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, perempuan yang ada di Natgeo itu bercerita bahwa ketika dia bisa mengetahui sendiri dengan siapa pasangannya bercinta maka dia merasa dia bisa mengawasi secara langsung apa yang terjadi. Tahu apa yang dilakukan perempuan itu saat pasangannya mengeluarkan suara-suara desahan bersama perempuan lain? Dia mewarnai kuku kakinya dengan kuteks. "Ngga cemburu mba?" Kira-kira begitulah sang narator bertanya. "Jika kita mencintai pasangan kita maka kita akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Dan apa yang dilakukannya sekarang adalah sesuatu yang membuat dia bahagia jadi ya tidak ada rasa cemburu." Makin banyak pertanyaan muncul? Sabar tulisan ini akan sangat panjang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perempuan itu tetap cemburu, sebab dia membuat aturan dari ajaran perselingkuhan yang dinegosiasikan itu. Aturannya adalah, setelah adegan percintaan, tidak boleh ada pertemuan lanjutan. Semua harus berakhir sesaat pintu di tutup dan selingkuhan lenggang kangkung ke luar rumah. Jadi artinya, kalau pasangan melakukan pertemuan kedua, ketiga, atau keseratus secara diam-diam maka itu namanya perselingkuhan. See dalam konsep cinta yang seekstrim ini pun perselingkuhan tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perempuan punya kemampuan untuk menyerahkan segala-galanya secara total. Menurut saya sih ini pengaruh anatomi, khususnya rahim. Ketika perempuan hamil, dia rela tubuhnya berubah total. Pada akhirnya perubahan total ini disebut pelengkap kehidupan. Oleh karena itu perempuan yang berselingkuh akan menelan semua pil pahit pengorbanan demi melengkapi cerita yang baru ditulis. Mulai dari dijadikan cinta kedua, disimpan dalam kotak, membatasi ekspresi dan kemunculan diri, tidak diakui, sampai memasang badan demi menghadapi berbagai caci maki dari sekitar. Tahu bagaimana perempuan yang berselingkuh mendefinisikan ini semua? "Ini adalah risiko yang saya pilih ketika harus mencintai dirinya." Atau lebih parah lagi, mereka akan melihat ini sebagai panggilan alam atas peran mereka sebagai pelindung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal perselingkuhan, saya jadi ingat pada Minggu (7/11) kemarin, tanpa sengaja saya dan Nida menghadiri Festival Film Eropa di TIM. Kita menyaksikan film dari Portugis yang berjudul O Misterio da Estrada de Sintra. Film ini menceritakan dua penulis novel yang tegah menggarap proyek menulis perselingkuhan para pejabat Portugis dan Inggris. Tau yang lucu apa dari film ini, semua yang selingkuh kena sifilis. Penyakit ini dijadikan cara untuk balas dendam pada pasangan yang berselingkuh. Bahkan salah satu tokoh mati di dalam novel karena sifilis. Maklum ketika itu antibiotik tidak sekuat sekarang. Dan nafsu selalu saja berhasil mengalahkan kepantasan termasuk kesadaran berhubungan secara sehat. Yah secara kesehatan (karena sekarang saya wartawan kesehatan) tidak setia pada pasangan akan menyebabkan penyakit menular seksual dan sifilis adalah salah satunya. Jadi siapa bilang perselingkuhan hanya bertabrakan dengan norma, dunia kesehatan juga memandangkan sebagai ketidakwajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kembali ke topik. Tahu apa lagi yang absurd dari kesetiaan, cinta, dan perselingkuhan? Rasa cinta tidak selalu dihubungkan dengan sesuatu yang memiliki fisik. Pernah dengar kalau di &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_7" style="cursor: pointer;"&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ada anak muda yang &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_8"&gt;jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pada tokoh anime. Dan yang dimaksud dengan jatuh cinta adalah bersedia menikah dengan video game yang membuat tokoh tersebut hidup. Iya ini betulan, Astried, salah satu sahabat saya, menunjukkan video youtube-nya kepada saya. Dia mengucapkan janji setia secara online kepada masyarakat pencinta games online di Jepang. Dia bahkan mengenakan jas terbaik dengan wajah yang berseri-seri. Tahu bagaimana laki-laki pecinta anime ini mengartikan cintanya pada tokoh anime yang semua pembicaraanya sudah diprogram. "Saya suka karakternya, dia perempuan yang saya cari." Dan ketika ditanya apa dia ngga takut dibilang aneh karena mencintai video game? Laki-laki muda itu bilang,"Saya berharap satu saat nanti, semua orang bisa menerima konsep mencintai kepada siapa pun, baik yang berwujud maupun tidak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apa yang jadi alasan dia mencintai perempuan dalam bentuk video game, laki-laki itu menjawab kalau perempuan anime tidak bikin pusing. Yang dimaksud dengan pusing adalah menuntut banyak demi sebuah konsep take and give. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya dalam hubungan cinta yang ideal, take and give adalah rumus dasarnya. Itu kenapa ada istilah cinta itu ada ketika kedua tangan bertepuk bersamaan. Keduanya harus saling memberi dan menerima. Kalau hanya satu yang memberi atau menerima maka cinta jadi beban. Apa iya cinta itu harusnya membebani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya semua harus memilih, termasuk pelaku perselingkuhan. Tahu apa alasan mereka yang melakukan perselingkuhan saat mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Aku tidak ingin menyakiti (baca : membebani) kamu, karena rasa ini terlalu besar untuk dibendung. Atau, aku masih sayang tapi rasanya tidak seperti dulu. Lalu biasanya yang tahu bahwa dia terlibat dalam perselingkuhan akan bilang, "&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_9"&gt;Maaf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; saya datang di waktu yang salah." Atau, “Maaf semua terjadi begitu saja.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa iya cinta mengenal salah waktu? Atau apa iya, kita tiba-tiba jatuh cinta pada seseorang tanpa bisa mengerti bagaimana semuanya terjadi Mmmm...saya rasa sih cinta adalah sebuah kesempatan dan kesadaran. Sama seperti perselingkuhan, dia adalah kesempatan dan sebuah kesadaran. Semua orang diberi kesempatan untuk jatuh cinta dan selingkuh. Porsinya sama menurut saya. Kesempatan untuk jatuh cinta sama besarnya dengan kesempatan untuk selingkuh. Pembedanya adalah seberapa sadar kita memaknai itu semua. Dan kesadaran akan membuat kita bertemu pada batas kewajaran, apakah ini masuk benar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, saya dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Temanya sama tentang cinta dan perselingkuhan. Kata mereka, "Priska sekarang lebih matang dan dia semakin lembut plus berani menghadapi segala kerumitan tentang cinta." &amp;nbsp;Jadi mereka merasa saya bisa membantu mereka keluar dari kerumitan cinta dan perselingkuhan. Malah pernah dalam satu hari saya menyarakan seorang teman saya untuk berani jatuh cinta lagi dan seorang lainnya agar berani memutuskan hubungannya. Yang saya lakukan sebenarnya hanya membuat mereka berbicara dengan kata hati mereka dan sedikit memberikan gambaran realitas soal menjalin serta melepaskan cinta dengan &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_10"&gt;harga diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tahu apa tandanya jika apa yang kita putuskan benar? Lega. Rasa lega adalah kejujuran realitas yang bisa kita nikmati dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa iya cinta itu membuat kita tidak sadar sehingga kita tidak bisa memilih dengan akal sehat? Mari kita lihat bagaimana ilmu kedokteran mengartikan jatuh cinta? Saat kita bahagia, otak mengeluarkan hormon oksitosin dan jatuh cinta biasanya diidentikan dengan perasaan bahagia. Itu kenapa hormon oksitosin juga disebut sebagai hormon cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan sembarang hormon. Oksitosin adalah hormon yang kerjanya seperti opium, membuat kita melayang dan kecanduan. Maka jangan heran kalau kita jatuh cinta, rasanya rela membelah dada ini untuk membuktikan bahwa di dalam jantung kita ada namanya...Hahahaha dangdut bener ini. Dan jangan juga heran kalau saat kita tiba-tiba diminta untuk berhenti mencintai seseorang yang selama ini menjadi &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_11" style="cursor: pointer;"&gt;belahan jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, maka kita akan seperti orang sakaw yang minta dihilangkan rasa sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menulis tentang bagaimana otak merespon &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400268_12"&gt;patah hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; untuk website yang menggaji saya setiap bulan. Penelitian membuktikan, patah hati akan membuat orang butuh waktu lama untuk kembali normal karena hormon cinta kita dimatikan dosisnya. Padahal hormon cinta ini juga bekerja untuk membuat kita tenang dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta kita dicabut dari akarnya secara tiba-tiba, kepala kehilangan stimulasi untuk mengeluarkan oksitosin. Alhasil tubuh sakaw dan minta pasokan opium baru. Apa yang kita lakukan? &lt;span class="yshortcuts"&gt;Bisa&lt;/span&gt; menabrakan diri ke mobil agar mantan pasangan melihatnya sebagai pengorbanan, plus cara untuk mengakiri sakaw karena cinta. Atau bisa juga bangkit dan meninggalkan semua memori &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1289400248_1" style="cursor: pointer;"&gt;tentang cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; karena bisa memiliki positif energi sehingga nyala hormon oksitosin bisa disulut. Seperti saya :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jadi ya cinta memang membuat kita tidak masuk akal. Sama seperti ketika kita patah hati, semuanya bisa jadi sangat tidak masuk akal. Tapi lagi-lagi kita diberi kesadaran untuk memilih. Apakah kita akan dengan sukarela memilih menjadi tidak masuk akal atau sebaliknya? Saya rasa ketika kita bisa merasakan jatuh cinta maka kita telah memasuki satu tahap kedewasaan. Biologi menandai masa transisi dari anak-anak menuju remaja dengan adanya ketertarikan terhadap seseorang. Jadi sebagai orang dewasa, harusnya kita punya kesadaran yang baik dalam memilih. Tidak sekadar terbuai dengan efek opium yang sebenarnya dengan sadar bisa kita picu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNrDl_FIwnI/AAAAAAAAAP8/IyOfqunRGE0/s1600/hate_to_fall_in_love_by_sh1va_frozen.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNrDl_FIwnI/AAAAAAAAAP8/IyOfqunRGE0/s320/hate_to_fall_in_love_by_sh1va_frozen.jpg" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;By:&lt;br /&gt;&lt;h1 style="margin-top: -4px;"&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;&lt;a class="u" href="http://sh1va-frozen.deviantart.com/"&gt;sh1va-frozen&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mau tau bagaimana mengeluarkan opium alami dalam otak, salah satunya adalah melalui sentuhan. Sebab kulit adalah organ terbesar manusia yang dilengkapi dengan jutaan syaraf untuk mengirimkan signal ke dalam otak. Jadi jangan pernah meremehkan efek sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat analisa panjang ini, saya menyadari betapa cinta begitu rapuh. Apa kalau begitu kita memilih dengan sadar saja untuk tidak mencintai siapa pun. Bagaimana menurut kalian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 2 orang yang saya tahu menjadikan kesendirian sebagai pilihan. Seorang yang pertama bahkan sudah dengan tegas mendeklarasikan tidak akan pernah menikah dan tidak menjadikan jatuh cinta sebagai kebutuhan. Alasannya, dia sangat mencintai kemandiriannya. Pilihan ini bukan karena dia patah hati tapi karena dia sangat puas dengan individualitas yang dia punya. "Semua kepuasan bisa gue dapatin sendiri, jadi buat apa butuh pasangan." Aneh? Tidak juga, saya justru kagum sama dia karena berani memilih sesuatu demi dirinya. Dia mengerti apa yang menjadi kepuasaannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan seorang yang lain, memilih sendiri karena merasa tidak ada yang bisa menjamin kesetiaan. Iya manusia terlalu egois untuk memuaskan egonya sendiri. Jadi dari pada memaksakan diri untuk tetap setia atau meminta orang lain setia, lebih baik setia pada pilihan untuk menyendiri. Apa ini aneh? Tidak juga, saya sih selalu kagum dengan pilihan-pilihan di luar kotak. Buat saya, pemikiran di luar kotak sama dengan kelinci yang berani keluar dari topi sulap seperti dalam cerita Dunia Shopie. Mereka lah penantang hidup sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya ditanya, apakah lebih memilih sendiri atau tetap jatuh cinta? Jawabannya sederhana, saya sangat mencintai hidup. Dan elemen terpenting dalam hidup adalah cinta, jadi saya memilih jatuh cinta. Walaupun teman saya yang memilih untuk menyendiri itu, telah menggoda saya dengan kebebasan yang menggiurkan. "Kita bisa menikmati dunia di mana aja dan kapan aja tanpa perlu negosiasi dengan orang lain yang belum tentu sempurna menyerahkan diri." Hahahahaha...saya sih hanya bilang, "Jatuh cinta bikin gue centil dan gw suka jadi orang centil....hahahaha."&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;No, saya hanya merasa pilihan saya ya itu berpasangan. Karena saya suka rasa yang dikirimkan seluruh inci dari tubuh saya ke dalam pancaran mata saya. Iya, jatuh cinta buat saya 10 tahun lebih muda hahahahaha. Plus saya suka bagaimana tubuh saya bereaksi ketika saya memeluk, menyentuh, dan mencium kekasih hati saya dengan kehangatan. Saya juga suka ketika saya harus bermanja-manja atau ngambek ngga jelas demi sebuah perhatian. Dan rasanya semua itu akan saya dapat ketika saya berpasangan hehehehe. Makanya saya ngga sabar untuk jatuh cinta lagi :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah kayanya enak kalau saya jadi Dewi Venus yang bisa dengan sesuka hati meminta Cupid mengarahkan panah asmara ke setiap laki-laki yang saya mau. Tapi kalau begitu bukan kah cinta jadi sebuah produk egois yang direkayasa. Bukankah cinta salah satu anugrah yang Tuhan beri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal Tuhan ya, saya jadi berpikir, sebenarnya konsep rela berkorban demi cinta itu datangnya dari proyek egois Tuhan yang mau hanya ada Dia di dalam kepala kita. Rasanya semua agama berbicara demikian, bahwa tidak boleh ada Allah lain dihadapanKu. Atau hanya Aku-lah Allah yang Maha Besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan juga butuh pengakuan dan ingin digilai hanya oleh kita. Bahkan hubungan Tuhan dan manusia sama rapuhnya dengan hubungan cinta manusia. Ada waktu di mana Tuhan merasa perlu ngambek sama manusia karena manusia mengabaikannya. Tapi ada waktu juga di mana Tuhan tergila-gila pada manusia. Caranya, membuai manusia dengan segala keindahan dan kenikmatan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya konsep setia dan monogami, semuanya berawal dari bagaimana agama coba memasangkan Tuhan dengan manusia. Bahkan pendeta saya pernah cerita kalau Tuhan dan manusia itu ibarat pengantin pria dengan pengantin wanita. Keduanya saling memberi cinta dan setia dalam bercinta. Ada konsep take and give dalam hubungan keduanya. Dan tidak jarang juga kita jadi kehilangan akal sehat ketika coba 'bercinta' dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya kita suka melihat ada orang yang saking jatuh cinta dengan Tuhan akan membunuh orang lain karena menjelek-jelekan kekasih hatinya (baca: Tuhan). Atau ada juga orang yang rela menyerahkan tubuh dan hidupnya demi menguduskan kesetiaanya pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya pilihan, klise memang tapi pilihan mendefinisikan hidup yang kita jalani. Apakah kita mau menjadi pencinta boneka yang monogami atau poligami? Bisa jadi kita juga memilih untuk berpasangan dengan setia atau kerap selingkuh atau mungkin setia yang dinegosiasikan? Tidak salah juga untuk memilih setia pada kesendirian dan mengendalikan hidup dengan kemandirian serta keberanian menaklukkan dunia. Bahkan jika kita memilih untuk menikahi figur anime di video game, buat saya itu juga pilihan dan saya menghargai mereka dengan ketulusan yang saya punya untuk menerima mereka. Setidaknya mereka berani memilih karena suka atau tidak hidup kita terlalu rapuh untuk dibiarkan tanpa pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mau pilih yang mana, setia, cinta, atau selingkuh? Saran saya, pilihlah dengan sadar karena otak kita terlalu besar untuk hanya digunakan sebagai mesin pengoperasi insting.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow....akhirnya setelah 2 hari 3 malam mendengarkan cerita, mengamati, dan merenung akhirnya tulisan ini jadi juga :D Berharap tulisan ini akan membuat teman-teman yang menjadikan saya tempat curhat untuk cerita tentang cinta, punya keberanian untuk memilih dengan kesadaran yang utuh tidak sekadar dibayangi rasa trauma atau euforia opium oksitosin. Jadi apa pilihan kalian?&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4669865532882095867?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4669865532882095867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4669865532882095867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4669865532882095867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4669865532882095867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/esai-cinta-dalam-perselingkuhan-dan.html' title='Esai Cinta dalam Kesetiaan dan Perselingkuhan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNq2UwpDs1I/AAAAAAAAAP4/CyeZSLU3Iug/s72-c/pgymalion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3324220799685273968</id><published>2010-11-06T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T01:25:05.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepuasan diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepatu'/><title type='text'>Les Voila!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNUPXv4JeiI/AAAAAAAAAP0/dzh5QjjgM_0/s1600/100_1911_edited.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNUPXv4JeiI/AAAAAAAAAP0/dzh5QjjgM_0/s200/100_1911_edited.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seingat saya, di blog ini belum pernah ada tulisan yang membahas mengenai sepatu. Iya sepatu!! Sebenarnya saya bukanlah penggila sepatu, apalagi high heels shoes. Soalnya dulu saya tomboy jadi tidak pernah akrab dengan sepatu ber-heels. Kalau pun punya, paling tinggi 5 cm dan buat saya itu sudah cukup memuaskan langkah kaki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa, sekitar seminggu yang lalu, saya kepincut dengan sepatu yang satu ini. Bayangin, tingginya 12 cm! Dan yang membuat saya semakin tergerak untuk mengamati lekat-lekat sepatu ini adalah karena di sebelahnya ada tulisan DISCOUNT 20% Akhirnya otak saya bersuara (otak ya bukan hati hahahahahaha), "Lucu juga kayanya kalau dicoba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian yang saya tahu, saya sudah duduk bangku yang disediakan khusus untuk pembeli atau pelintas seperti saya. Saya sengaja memilih tempat duduk yang di depannya tepat terpasang kaca besar yang mencerminkan penampilan kita seluruh badan. Dan ketika itu, saya duduk di antara dua laki-laki yang tengah menunggu pasangannya mencari sepatu. Mereka hanya memainkan handphone sambil bertumpang dagu. Lalu saya kenakan sepatu kulit bertali ini pada kaki kanan saya, sedangkan kaki kiri saya masih memakai sepatu yang lama yang heels-nya hanya 5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa, sepatu yang hanya sebelah ini cukup memberikan daya magis. Kaki saya nyaman sekali bahkan ketika berdiri, haknya tidak terasa kesulitan menopang tubuh saya. Bahkan kedua laki-laki itu berhenti memainkan handphone-nya. Ini serius, sepatu itu menyimpan daya magis bagi semua orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya sangat percaya diri untuk melangkahkan kaki saya menuju kaca besar tersebut. Saya berjalan menjauh dan mendekati kaca itu, efeknya masih sama, SEXY! Tiba-tiba saya melihat ada senyum lebar di wajah saya dengan rona berseri-seri, persis kaya pertama kali jatuh cinta. Akhirnya saya duduk kembali dan berpikir apakah ini harus dibungkus dan di bawa pulang atau.....Suara hati saya bilang, "Tunggu dulu, jangan sekarang." Tapi kepala saya bilang, "Nanti diskonnya lewat loh," benar-benar suara yang membuat kita bisa melakukan apa saja demi sepatu. Lagi-lagi entah kenapa, saya menahan sedikit emosi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahu apa yang terjadi, selama 2 hari berturut-turut saya tidak bisa menghapus daya ingat saya terhadap sepatu itu. Saya bahkan membayangkan koleksi baju apa saja yang akan menyempurnakan penampilannya. Bayangannya semakin luas, saya mengamati kedua kaki saya dan kembali meminta otak memutar apa yang terjadi ketika saya mencoba sepatu itu. Ah sepatu itu punya daya magis, ada peletnya. Dan semakin dicoba, peletnya menempel di kepala. Saya harus beli!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada Selasa (2/11) kemarin saya membelinya. Walaupun kemudian saya sadar ternyata di bawah tulisan 20% ada tulisan selected items, yang memang tidak terlihat olah mata dengan jelas. Tapi niat saya sudah bulat. Bukan sekadar untuk memuaskan rasa penasaran akibat telah mencobanya tapi juga sebagai simbol keberanian saya. Iya saya berani untuk membeli dan memakai sepatu 12 cm! Ini adalah sepatu tertinggi yang saya pernah punya. Bahkan modelnya sangat merepresentasikan saya, Bold but Sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepatu ini adalah representasi kemenangan saya atas kebebasan yang saya nikmati sekarang. Plus heel 12 cm itu adalah pengingat bagi saya untuk mencari pasangan baru yang setidaknya selevel dengan saya. Ya satu level dalam menjaga harga dirinya. Saya berucap kepada salah satu teman saya, "At least kalau nanti gua jalan pake sepatu ini sama yang baru, bisa sama tingginya...hahahahaha." Bahkan teman baru saya, Mbak Gati, berkata "Ya sekarang kau memakai sepatu berhak tinggi, maka bisa memandang lebih jauh." Sangat benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada Jumat (5/11) kemarin saya mendeklarasikan kebebasan saya dengan sepatu seksi ini. Saat saya mengenakannya ada perasaan sangat puas karena saya tidak sekadar membayangkan bagaimana indahnya sepatu tersebut di kedua kaki saya, tapi saya benar-benar berhasil memilikinya. Tak hanya itu, sepatu ber-heels yang ringan ini&amp;nbsp; membuat langkah kaki saya sangat elegan, penuh percaya diri dan anggun. Saya bertemu dengan diri saya yang baru, iya kupu-kupu ini berhasil keluar dari kepompong menyeramkan dan menantang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kebebasan menawarkan daya magis yang luar biasa. Saya bebas melakukan apa yang saya mau. Saya hanya fokus pada diri saya, apa dan bagaimana kita menyempurnakan hari ini. Tak perlu lagi menunggu seseorang untuk mau menyemangati dirinya sendiri. Tak perlu lagi mengeluarkan segala daya dan upaya untuk membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu. Kali ini semuanya tentang saya. Kalau saya mau akan saya lakukan, tapi kalau tidak, maaf saja, diri saya sangat penting saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNUOGUakqnI/AAAAAAAAAPw/4uFkQtdZDxI/s1600/coba.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNUOGUakqnI/AAAAAAAAAPw/4uFkQtdZDxI/s320/coba.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan gaun bunga-bunga cerah berwarna pink, saya semakin mengeluarkan aura yang saya punya. Tapi kali ini, auranya lebih matang karena saya yang sekarang lebih berani melakukan apa saja demi kepuasan diri saya tanpa perlu berkompromi dengan siapa pun. Saya lebih lepas tertawa dan lebih bebas mengeluarkan apa saja yang ada di dalam kepala saya. Dan sebagian besar yang mendengar apa yang saya katakan sambil merasakan riangnya tawa yang saya keluarkan mengatakan, saya yang sekarang lebih keren. Saya hanya berucap, "Orang keren, temenannya sama orang keren," dan kami pun tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada misi tertentu mengapa saya memakainya kemarin, karena saya akan bertemu dengan Ika dan Odit. Sudah lama kami tidak pergi dan mengeluarkan tawa lebar bersama. Karena saya menulis tentang sepatu dengan gaya magis ini di facebook, mereka pun penasaran untuk melihat sepatu tersebut. Maka bertemulah kami di salah satu cafe di Setia Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya tahu apa juga kepuasaan yang diberikan sepatu high heels? Saat kita mengeluarkan salah satu kaki kita dari mobil, kita dapat merasakan bagaimana kaki jenjang itu bisa menghipnotis banyak orang. Iya ini benar, saya merasakannya sendiri hahahahaha. Saat saya keluar dari taksi, saya merasakan bagaimana kaki jenjang benar-benar bisa memutar dunia. Dan seharian kemarin saya harus naik taksi, karena tidak mungkin menggunakan bis dengan baju serta sepatu se-seksi itu. Banyak penjahat kelamin di angkutan umum itu dan saya terlalu berharga untuk memuaskan hasrat mereka. Bahkan ketika Athied coba mengabadikan momen saya me-launching sepatu itu, saya benar-benar mengerti mengapa model harus berkaki jenjang. Karena kaki jenjang adalah salah satu bentuk keindahan tubuh perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemulah saya dengan Ika dan Odit. Tahu apa yang menjadi pembicaraan kita pertama? Ketika saya bertemu sama Ika, kita langsung membicarakan sepatu keren itu dan saya meminta dia untuk mencobanya. Begitu juga dengan Odit. Bahkan teman-teman di kantor, saya suruh untuk ikut merasakan bagaimana daya magis sepatu itu menempel di kepala ketika kita mencobanya langsung hahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata sepatu itu tidak hanya memberikan daya magis pada teman-teman perempuan saya saja, melainkan pada laki-laki yang saya lintasi. I feel sexy, itu dia daya magis sepatunya. Semua menjadi seksi ketika memakai sepatu hitam dengan hak 12 cm ini. Dan para laki-laki menangkap aura seksi itu juga. Walaupun ketika salah satu dari mereka mendekati, saya sebenarnya tidak sedang memakai sepatu itu, ya emang saya seksi berarti hahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sudah menangkap dia mengamati saya, saat saya menoleh, "Damn kenapa dia di sini." Maklum laki-laki ini dari masa lalu yang tidak berhasil membuat hati saya bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Ita dan Atun : Ingat anak HI'98 yang datang ke kosan gua dan menghabiskan roti tawar yang kita beli patungan? Kita makan dikit-dikit eh dia malah makan sesuka hati...hahahahahaha...Cara PDKT yang aneh ya teman-teman. Iya, gua ketemu dia kemarin, masih kaya dulu aja ANEH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu terlihat sekali ingin diajak bergabung, tapi saya tidak memberikan peluang itu. Dia hanya berdiri tanpa saya pernah suruh untuk duduk di sofa yang kosong. Saat inilah saya merasakan nikmatnya menjadi bebas, saya berhak memilih mana yang boleh menikmati aura saya dan mana yang tidak. Mana yang layak terbang ringan bersama saya dan mana yang boleh melihatnya dari kejauhan. Saya sangat siap untuk memilih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman dari Filipin, Mildred menyarankan, agar saya tidak terburu-buru mengingat apa saja yang baru saya alami. Tapi saya katakan ke Mildred, bahwa akhir dari semua peristiwa yang terjadi 3 bulan lalu, menyimpulkan sayalah pemenangnya. Saya tidak kehilangan apapun, bahkan harga diri saya tidak saya gadaikan begitu saja demi sebuah hasrat semu. Karena bukan saya yang menjadi korban dan bukan saya yang kehilangan. Dalam hati dan diri saya tak ada yang terluka, ketulusan tidak mengenal luka. Maka tak perlu waktu untuk memulihkan diri. Dan Mildred pun memberikan saya senyum lebar dengan pelukan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saat ini saya telah keluar dari kepompong gelap yang menyesakkan itu. Saya telah menghadapi semua proses untuk membuat saya mengeluarkan kedua sayap saya dengan segala corak yang meringankan tarian saya di udara menuju langit. Kini waktunya saya menikmati semua kesempurnaan yang diberikan Si Pengendali Proses Metamorfosis. Waktunya memilih dan ketika kita berbicara mengenai memilih itu artinya kita yang pegang kendali. Jadi ini waktunya mengendalikan tarian kedua sayap saya sambil menatap matahari yang menyinari setiap corak yang ada di sayap saya. SEMPURNA!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3324220799685273968?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3324220799685273968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3324220799685273968' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3324220799685273968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3324220799685273968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/les-voila.html' title='Les Voila!!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNUPXv4JeiI/AAAAAAAAAP0/dzh5QjjgM_0/s72-c/100_1911_edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1588664627299420993</id><published>2010-11-03T04:33:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T04:33:09.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepuasan diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harga diri'/><title type='text'>Menghargai Diri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNFHx3_3fJI/AAAAAAAAAPY/CYseqgkqHwI/s1600/foto+kupu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNFHx3_3fJI/AAAAAAAAAPY/CYseqgkqHwI/s320/foto+kupu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Senin (1/11) kemarin, saya dan Nida AKHIRNYA menonton Eat, Pray, Love.  Penekanan pada kata,AKHIRNYA, karena sudah beberapa kali batal.  Sebenarnya ada satu kali, kita bisa saja menonton film itu, tapi yang  terjadi malah duduk di depan pintu theather-nya sambil makan semangkuk  besar popcorn rasa manis dan asin. Hahahahaha itu pengalaman pertama,  tapi sangat menyenangkan. Diliatin mba-mba penjaga tiket dan satpam,  karena setelah semua yang menunggu masuk ke theather masing-masing, kami  hanya duduk sambil makan popcorn sambil tertawa girang. Konyol? Ngga  juga, kami justru sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya, bukan itu  yang hendak dibahas pada tulisan kali ini. Jadi, salah satu adegan film  itu ada kutipan yang bagus sekali. Tuhan ada di dalam dirimu,  sebagaimana adanya dirimu. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1288782387_0"&gt;Muhammad Iqbal&lt;/span&gt;  pernah mengatakan hal yang sejenis,"Dia yang mengenal dirinya adalah  yang mengenal Tuhannya." Bahkan yang tidak kalah hebat adalah Syekh  Sitti Jenar yang berucap,"Tuhan adalah kita dan kita adalah Dia."  Bayangin apa yang ada di kepala mereka saat itu, sampai bisa  mengeluarkan kata-kata penuh daya magis. Saya bahkan masih suka  merinding ketika mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya mengimani hal yang sama.  Kalau Alkitab bilang (jangan tanya ayat ya,saya selalu lemah dalam hal  ini), Tubuhmu adalah bait suci Tuhan. Kalau bahasa premannya, tubuh kita  adalah tempat tinggal Sang Pemilik Hidup. Inilah pesan yang dibuat  untuk menggoda manusia agar yakin bahwa sebenarnya Tuhan itu ngga  jauh-jauh amat kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat saya itu benar. Entah karena dari  kecil guru sekolah minggu saya selalu bilang, "Tuhan itu ada di dalam  hati kita,jadi jangan takut ke mana pun kita pergi, Dia ada." Saya  bahkan ingat betul kalau lagi takut yang saya lakukan adalah meletakkan  tangan saya tepat di dada saya, sambil bilang,"Tuhan,tolong saya ya.  Temenin saya terus, biar saya berani." Tangan di dada itu ibarat  mengajak Tuhan bergandengan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya besar ada  pendalaman makna dari ucapan kakak sekolah minggu saya itu. Karena Tuhan  tinggal dalam hati, maka jangan pernah asing dengan kata hati. Ketika  kita mengenal kata hati kita, maka kita mengenali apa yang dikatakan Dia  yang tinggal di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata omongan kakak sekolah  minggu saya soal Tuhan tinggal di dalam hati, tidak hanya membuat saya  punya kedekatan dengan kata hati saja. Sebab saya jadi mengerti  bagaimana menghargai diri saya. Ketika Tuhan yang Maha Hebat itu mau  tinggal dalam hati saya, masa saya merendahkan diri saya sendiri. Ada  sesuatu yang Tuhan liat yang membuat Dia mau tinggal sebagai kata hati  saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat saya jadi percaya diri. Tidak hanya itu, Saya  jadi sangat tulus menjalani apapun. Karena menurut saya, tiap hari saya  ditemenin Tuhan, lalu kenapa saya harus takut, toh semua yang terjadi  pasti hal yang paling sempurna yang akan saya alami. Tak perlulah itu  bertipu muslihat. Wong saya didampingi Tuhan kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek bola  saljunya ngga berhenti sampai sana. Saya jadi sangat menghargai setiap  apa yang saya kerjakan. Saya ngga mau mengisi setiap langkah kaki saya  dengan pesimisme atau ketakutan. Caranya, buat semua yang saya lakukan  berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diliat sekilas, kok kayanya saya suci banget ya  hahahaha. Atau klise bangetlah semuanya. Nggalah, saya pernah juga  mengabaikan kata hati atau bahkan berantem sama kata hati. Tapi  lagi-lagi ini proses dan saya yang memilih bagaimana menjalani proses  tersebut, jadi ya saya bertanggung jawab atas pengabaian dan perkelahian  dengan kata hati. Bertanggung jawab maksudnya menerima segala risiko  yang ada dari semua pilihan yang diambil. Kalau gagal ya saya ajak kata  hati untuk sama-sama belajar agar tidak mengulangi kegagalan yang sama.  Sedangkan kalau berhasil, saya cepat-cepat menyelamati kata hati atas  kesuksesan yang kita raih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bicara soal kata hati, hampir 3  bulan ini saya dan kata hati mengalami banyak hal. LUAR BIASA. Penuh air  mata, kekecewaan, keterpurukan, sakit hati, keyakinan, keberserahan,  sampai kebahagiaan. Meski 3 bulan, inti masalahnya cuman 1 yaitu masalah  hati :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih tidak pernah menyesal jatuh hati untuk kemudian  mengalami patah hati dengan cerita dan intrik yang melebihi sinetron  atau opera sabun yang ada di televisi. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1288782387_1" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;Mulai&lt;/span&gt;  dari kehilangan keyakinan terhadap hubungan yang sudah siap  disempurnakan, pengalihan pelaku perselingkuhan, sampai perlindungan  perselingkuhan. Hahahaha baru sadar ternyata intinya tentang  perselingkuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, saya banyak dihadapkan dengan  keping-keping puzzle selama 3 bulan ini. Saya dibuat percaya bahwa  kepingan puzzle yang saya punya adalah yang sesungguhnya terjadi. Tapi  (untung) saya orangnya penasaran, sehingga merasa tidak cukup puas kalau  kepingan puzzle itu belum benar-benar utuh terbentuk. Mungkin ini efek  kerjaan saya sebagai kuli tinta. Saya mencari dan terus mencari. Dan  hebatnya, kepingan puzzle yang 'hilang' itu datang dengan sendirinya.  Boleh dibilang usaha saya adalah keterbukaan saya pada realitas. &lt;br /&gt;Saya  bicara pada realitas dengan tutur kata hati, alhasil banyak sekali yang  membantu saya. Mulai dari orang-orang yang tidak saya kenal, nyaris  kenal, sangat kenal, sampai belajar untuk kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu saya  bertanya, "Gimana mungkin sih, baru nyadar sekarang kalau kita tidak  memiliki kesamaan dalam ritualisasi bertuhan. Pas kenalan kemana aja?"  Lalu kemudian pertanyaan berganti, seiring dengan kepingan puzzle baru  ditemukan. "Demi perasaan impulsif karena merasa nyaman berbicara  mengenai satu pengarang, semua cerita dan mimpi yang dibangun selama ini  cuman dianggap titik imajiner yang tak akan pernah bersambung. Kok bisa  ya?" Tapi saya beruntung, kepingan puzzle yang diberikan kepada saya  sebagai wujud (katanya) penyesalan, akhirnya menjadi energi yang justru  mendukung saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian datang kepingan terbesar dari  semua ini. Kepingan yang paling jujur dan sebenarnya sangat letih  membebani diri membawa kemana-mana kepingan besar itu, demi sebuah...ah  entah namanya apa. Biar mereka yang mendefinisikannya, saya tidak  peduli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gambarnya terbuka lebar. Bahkan cukup dengan  mengandalkan teknologi yang paling sederhana, disajikan gambar yang  utuh. Gambar yang tidak butuh kepingan-kepingan puzzle yang lain.  Semuanya terbaca jelas. Walaupun sempat ditutup rapat, entah mengapa  kejujuran berpihak pada saya, semuanya terbaca dengan jelas. Sangat  teramat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya membaca, saya menemukan saya yang dulu.  Nyaris sama. Rasa yang diciptakan. Panggilan yang diberikan. Kehangatan  yang coba ditawarkan. Tapi nyaris sama, mengapa? Yang saya baca penuh  ketertutupan. Serba rahasia. Serba menyudut. Dan serba menunjuk pada  orang lain. Apa cerita ini memang dibuat atas dasar kesadaran untuk  menjadi salah. Saya tidak menemukan kata hati di dalam sana. Tidak ada  ketulusan karena yang ada hanya tipu muslihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan yakin,  kata hati saya mengatakan, "Kita, bukan korban." Ya ketulusan dan  kejujuran saya mengatakan demikian. Yang saya lakukan kemudian adalah  menganggukkan kepala dengan sangat tegas. Tiba-tiba saya teringat  kata-kata seorang teman yang juga pernah dikhianati,"Yang gua tahu, yang  salah tak akan pernah bahagia karena kebahagiaan tidak menyertakan  kebahagiaan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sangat luar biasa lega. Tiba-tiba saya  merasa karakter saya semakin matang dan kuat. Saya tidak gagal, saya  justru berhasil, LUAR BIASA BERHASIL untuk menunjukkan ketulusan dan  kejujuran akan selalu memenangkan pergumulan. Selicik dan sekotor apapun  pergumulan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kebahagiaan itu datang  menghampiri, jika mereka mengorbankan orang asing demi kesenangan  bertipu muslihat. Bahkan mereka mengorbankan orang terdekat dengan  iming-iming julukan teman terbaik, demi penghianatan. Lalu saya  bertanya, apa yang mereka lakukan dengan kata hati mereka? Terasingkah  dia atau terlukakah dia karena dicampakkan begitu saja dari keutuhan  dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan menyesal menjalani semua ini. Rasa yang  dulu saya punya pun tidak akan pernah saya sesali. Itu mengapa, saya  tidak menutup blog ini atau coba memproteksinya, bahkan saya tidak  berpikir untuk menganti nama blog ini. Karena ini adalah identitas saya  dan saya tidak malu akan hal itu. Ini adalah suara hati saya dan saya  tidak akan pernah mengasingkan kata hati saya. Semua yang saya catat di  sini adalah ketulusan saya menghargai hidup yang sudah diberikan dengan  dampingan Pemilik Kata Hati. Jadi, saya tak perlu merasa harus  mengalienasikan blog ini. Karena buat saya, cerita dan pemikiran yang  ada di dalamnya bukan unidentified flying object yang hanya jadi buah  bibir ketika tertangkap mata telanjang yang perlu perdebatan panjang  untuk menemukan sisi benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kerendahan hati, saya  sangat bangga karena punya keberanian untuk menghadapi ini semua. Dan  saya sangat menghargai setiap orang yang sekadar mampir, singgah, atau  memilih menetap dalam hidup saya sambil menyemangati saya. Buat saya,  mereka adalah orang-orang penting. Karena saya peduli, maka saya  mengajak berbicara dari hati ke hati. Saya mengulurkan tangan karena  saya sangat mengasihi. Dan apabila saya berbicara sambil menempatkan  tangan di dada, itu tanda saya tengah mendoakan orang-orang tersebut.  Iya saya metal, bahkan cenderung radikal plus nekad, tapi saya sangat  percaya kuasa doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena doa, membuat saya punya kekuatan untuk  menghadapi semua ini. Dan sumber dari kekuatan saya sangat banyak,  teman-teman saya yang luar biasa. Akan selalu beruntung punya banyak  teman karena sebenarnya mereka adalah salah satu hadiah dari Tuhan,  setelah keluarga. Bahkan kadang kala tanpa kita sadari, orang yang tidak  pernah kita duga menjadi teman ternyata adalah salah satu special gift  dari Tuhan. Dan saya lebih dari sekadar beruntung untuk memiliki kalian  semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kerendahan hati, saya sangat ingin  berterima kasih untuk semangat, masukan, sentuhan, pelukan, dan doa yang  kalian kirim buat saya. Ingin saya menyebutkan satu-satu tapi ada  beberapa pihak yang ingin dirahasiakan. Biarlah ini menjadi special gift  terindah saya menjelang ulang tahun saya. Tapi percayalah, saya  melafalkan nama-nama kalian semua dengan jelas dalam doa saya. Dan saya  percaya, SAHABAT HIDUP yang saya punya tidak punya keterbatasan dalam  daya ingat, jadi Dia sudah memasukkan teman-teman semua dalam daftar  penting arsiran hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini, saya ingin  mengirimkan pelukan besar dan ketulusan cinta yang saya punya untuk  kalian. Ayo kita menikmati hidup dengan menghargai setiap hal yang  terjadi sama seperti kita menghargai diri kita. Seperti salah satu &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1288782387_2" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;kata bijak&lt;/span&gt; yang dicatat dunia, Kasihilan sesamamu seperti engkau menghasihi dirimu sendiri :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  segala kerendahan hati, kalau kalian butuh menambah sedikit ketulusan  dalam menikmati semua itu, saya siap hadir karena itu berkat yang saya  dapat serta siap saya bagi-bagikan. Plus kalau kalian butuh sedikit  'kegilaan' dalam menikmati hidup, saya siap hadir untuk memberikan  keberanian yang saya punya di dalam hati kecil saya. Serta kalau kalian  butuh sentuhan dan pelukan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1288782387_3" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;kasih sayang&lt;/span&gt;  untuk membuat hidup sedikit lebih manis, hadirkan saya. Sebab kadang  kala dunia bisa begitu dingin jika dihadapi sendirian. Jadi, beginilah  tulisan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1288782387_4" style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); cursor: pointer;"&gt;terima kasih&lt;/span&gt;  saya dari hati yang paling dalam. Kepanjangan, pasti.  Hahahahaha...karena saya baru saja melalui proses mematangkan diri dan  saya tidak sabar untuk memasuki proses selanjutnya. Tertarik untuk  bergabung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God bless you all my dearest friends. Thank you for  being more than friends, all of you are gifts from heaven. And this up  coming birthday, I wouldn't ask for more coz I have you all. Dan pelukan  besar pun terkirim ;D&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1588664627299420993?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1588664627299420993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1588664627299420993' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1588664627299420993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1588664627299420993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/11/menghargai-diri.html' title='Menghargai Diri'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TNFHx3_3fJI/AAAAAAAAAPY/CYseqgkqHwI/s72-c/foto+kupu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7245864816095998002</id><published>2010-10-29T06:12:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T06:13:43.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Matahari untuk Si Pecandu Pagi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TMrIDvw1l_I/AAAAAAAAAPU/ca9TDhdFAJQ/s1600/pamali-cobek2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TMrIDvw1l_I/AAAAAAAAAPU/ca9TDhdFAJQ/s320/pamali-cobek2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dibuat untuk seorang teman yang baru saja saya kenal, bahkan saya baru bertemunya sekali. Mmm...saya menulis ini untuk menyemangati Norvan Hardian a.k.a Si Pecandu Pagi karena saya tak punya amunisi lain selain tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw &lt;i&gt;nickname&lt;/i&gt; yang bagus. Dari awal Hanida Syafriani cerita tentang Pecandu Pagi, saya langsung tertarik dengan nama aliasnya. Sampai pada gelaran Book Fair &lt;span id="lw_1288349542_0"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; setahun kemarin, saya menerima ajakan Nida untuk menghadiri launching komiknya yang berjudul Pamali, akhirnya saya tahu dari mana asal muasal sebutan Si Pecandu Pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum dengan kecintaan dia pada dunia komik. Dari bangku kuliah sudah mulai membuat komik sendiri dengan menggunakan spidol biasa yang kemudian difoto kopi untuk disebarkan ke teman-teman. Idenya sangat fresh, khas bobodoran anak &lt;span id="lw_1288349542_1"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dengan imajinasi yang tinggi. Bayangin aja, tokohnya punya 6 lubang hidung. Sampai sekarang saya masih suka tertawa geli membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai iri karena tidak berhasil mendapatkan komik perdananya. Sedangkan Nida, dapat komiknya gratis plus ditanda-tangani langsung. Hihihihihihi rada-rada aneh mungkin, tapi saat melihat dia bercerita santai mengenai komik pertamanya, saya yakin karakter unik itulah yang bisa membuat dia sukses suatu hari nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja, sewaktu dia diminta duduk di depan sebagai penulis buku, dia dengan tiba-tiba meminjam otopet yang kebetulan saya dapat dari doorprize liputan. Dan waktu itu sang MC, Boim Lebon bertanya, "Ngapain bawa-bawa otopet?" Pecandu pagi hanya menjawab,"Ya itu biar ditanya." Pastilah semua orang tertawa, termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu &lt;span id="lw_1288349542_2" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;/span&gt;saya perhatikan, otopet itu tidak sekadar ditenteng untuk memeriahkan suasana, beberapa kali saya lihat dia memandangi otopet dengan serius. "Duh pengen mainin banget deh gua. Buat gua aja boleh ngga?" Dan saya hanya bisa bilang, "Ini kan otopet buat anak-anak, kekecilan juga kali." "Hmmm...iya juga sih," ucapnya dengan wajah memelas. Padahal kalau saya jadi dia, launching buku pertama akan diisi dengan perasaan deg-degan karena mimpi jadi kenyataan. Yah tipe orang santai memang selalu rileks dalam memandang hidup tapi bukan berarti meremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dari analisa kilat yang saya lakukan ketika itu, saya menangkap Pecandu Pagi akan menjaga passionnya mati-matian. Apapun dilakukan demi sesuatu yang membuat dia hidup. Lagi-lagi saya percaya ada yang unik dari pribadi ini. Yah saya memang tidak mengenalinya secara utuh tapi buat saya apa yang saya tahu cukup membuat saya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai beberapa hari lalu, Nida cerita kalau ada tumor di pankreasnya. Bahkan hari ini, beritanya lebih dasyat lagi, tumor itu ternyata kanker yang sudah memasuki stadium 4 yang membuat Pecandu Pagi katanya hanya bisa bertahan selama 6 bulan. Berita yang tidak enak untuk didengar, bahkan untuk orang yang tidak begitu akrab dengan Pecandu Pagi seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung teringat tulisan saya sebelumnya, &lt;a href="http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/what-if.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;What if...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Bahwa waktu memang hanya bisa kita hitung. Tapi Saya juga disadarkan telah diberi kesempatan untuk mengenal Si Pecandu Pagi. Dan kini waktunya saya memperkenalkannya pada pembaca blog saya (ada kan ya hihihiihi). &lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, saya merasa Si Pecandu Pagi penting untuk dimasukkan ke dalam salah satu halaman cerita blog (baca:hidup) saya, sebagai wujud apresiasi saya pad orang yang punya &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt; dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebenarnya saya tahu, betapa yang dia alami sekarang sangat berat dan mungkin tulisan ini tak bisa berbuat banyak. Saat Nida cerita tentang 6 bulan, yang pertama kali saya pikirkan adalah,"Kita ajak dia jalan-jalan yuk Nid. Kita ajakin ke Bali aja, ikut rencana gila kita." Tapi saat ini sepertinya pengobatan harus menjadi prioritas, entahlah kita toh belum benar-benar menanyakan langsung pada Si Pecandu Pagi. Lalu saya juga bilang ke Nida, "Kita masih bisa rayu Tuhan kok Nid, 6 bulan itu kan prediksi dokter dan yang punya waktu bukan dokter."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang bisa kita lakukan untuk menyemangatinya? Entahlah saya pun sulit menjawabnya, karena untuk membuat tulisan ini saja saya membaca berulang-ulang. Menghapus beberapa kata dan menggantikan dengan kata yang baru. Judulnya saja, saya ganti beberapa kali. Saya takut ada yang salah dimengerti dari tulisan ini. Padahal dari awal saya ingin sekali menuliskan sesuatu untuk menunjukkan empati saya, lagi-lagi karena saya merasa tulisan adalah satu-satunya amunisi yang saya punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia tersinggung ngga ya, kalau gua nulis di blog? Hanya pengen menyemangati aja, takutnya kalau gua SMS, dia ngga inget dan ngerasa aneh," semua rasa segan itu saya ceritakan ke Nida. "Mmmm...karena dia termasuk orang yang gila, gua rasa dia bakal santai-santai aja kalau lu nulis. Ntar gua suruh dia baca deh," Nida coba menenangkan. "Eh ternyata dia masih inget lo, si pemilik otopet," kembali SMS dari Nida menyakinkan saya untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well Si Pecandu Pagi, if you reading my blog, saya hanya ingin katakan bahwa akan selalu ada matahari yang mengawali pagi. Saya rasa sebagai Pecandu Pagi, lu pasti ngerti banget gimana nikmatnya memiliki rasa penasaran akan seperti apakah sinar matahari hari ini. Ternyata&lt;i&gt; nickname&lt;/i&gt; yang lu pilih bukan sekadar unik tapi juga penuh harapan. &lt;i&gt;Nickname&lt;/i&gt; ini memberikan terminologi baru dalam memaknai hari baru. Kita harus menjadi pecandu pagi untuk bisa menggilai hidup. Dan rasanya tidak ada yang perlu dikuatirkan dari diagnosa dokter itu, karena Si Pecandu Pagi sudah lebih dulu berani 'menikahi' matahari untuk dapat mengendalikan apa yang akan terjadi hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerah ya, semua yang terjadi ada untuk kita hadapi.&lt;br /&gt;Jangan berhenti menggilai hidup ya, karena hidup ada untuk diperjuangan sampai titik kenikmatan terakhir.&lt;br /&gt;Apapun nama rintangan itu, dia ada hanya untuk kita lalui dengan amunisi kemenangan yang sudah ada di tangan.&lt;br /&gt;Tak ada kata kalah bagi penggila hidup. Sama seperti tak ada awan gelap bagi pemilik matahari pagi.&lt;br /&gt;Nida dan saya, hanyalah sebagian kecil dari yang diam-diam ikut menatap matahari pagi bersama-sama Si Pecandu Pagi. Karena pagi begitu berharga untuk sekadar dilalui seorang diri.&lt;br /&gt;Jadi, mari kita hadapi sama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hari yang harus dibatasi. Sebab matahari akan selalu ada, tak peduli seberapa lambat atau cepat dunia berputar.&lt;br /&gt;Dan sebagai pendamping hidup matahari, rasanya kita tak perlu takut akan pergantian waktu.&lt;br /&gt;Sebab matahari tak kenal kadarluarsa. Dan hanya orang-orang yang punya nyali yang berani menikahi matahari, dialah para Si Pecandu Pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menjanjikan tulisan ini akan meringankan beban. Tapi saya dan Nida menjanjikan, akan selalu ada energi baru yang siap kami tularkan. Jadi setiap kali menanti pagi, tolong jangan merasa sendiri. Setidaknya ada dua orang yang akan selalu ikut menatap matahari yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat dari kupu-kupu yang selalu berani untuk terbang ringan ke angkasa dan si pedestrian yang tidak pernah merasa takut untuk menapaki jalan-jalan panjang tak bertuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menggilai hidup !!!&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7245864816095998002?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7245864816095998002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7245864816095998002' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7245864816095998002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7245864816095998002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/matahari-untuk-si-pecandu-pagi.html' title='Matahari untuk Si Pecandu Pagi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TMrIDvw1l_I/AAAAAAAAAPU/ca9TDhdFAJQ/s72-c/pamali-cobek2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5135042430385139683</id><published>2010-10-27T03:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T22:07:58.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>What if....</title><content type='html'>Hari ini, semua orang membicarakan bencana, mulai dari Tsunami di Mentawai, Gunung Merapi meletus, sampai banjir di mana-mana. Tiba-tiba semua orang tersadarkan atas betapa semuanya serba tidak pasti. Tidak ada yang bisa memegang waktu yang kita bisa lakukan hanyalah menghitung waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang, bumi kita semakin tua. Dan ini biasanya diikuti dengan kesadaran untuk mulai melindungi bumi. Bumi meminta kita bertanggung jawab, begitu tulis mereka yang percaya bahwa manusia sudah terlalu serakah. Ada juga yang menyebut semua bencana sebagai kesadaran bahwa semuanya milik Tuhan, tidak ada kepemilikan abadi di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua merasa diingatkan akan arti sebuah kehilangan. Tapi berapa lama sih kita bisa menjaga kesadaran akan sedihnya sebuah kehilangan. Pertanyaan sinis saya sih, setelah berbagai peristiwa bencana ini lewat, kita juga akan kembali mabuk kepayang lagi. Terlalu sinis kayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang itu yang sering kita lakukan. Kita baru merasa memiliki sesuatu yang berharga setelah kehilangan sesuatu. Menurut saya ini adalah teori kelalaian, iya lalai menghargai hidup. Saya percaya pada teori harapan. Teori ini membuat kita menyadari bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah PENTING, tidak perlu tunggu waktu kehilangan untuk memiliki makna tersebut. Karena hidup itu bukan permainan judi yang semuanya tergantung dari berapa besar taruhan yang kita letakkan di muka sang bandar. Hidup juga bukan permainan saham yang butuh modal besar biar untung besar, sebab saham-saham bagus harganya mahal. Jadi relalah menghilangkan sebagian dari apa yang kita punya untuk sesuatu yang (mungkin) memberikan keuntungan besar. Lagian, kalau hidup dilihat sebagai meja judi, kok kayanya kasihan ya Tuhan yang serba bisa itu diartikan sebagai bandar judi yang hanya mikir gimana caranya &lt;i&gt;ngadalin &lt;/i&gt;penjudi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penganut teori hidup adalah harapan membuat saya akan selalu menjaga apapun yang saya punya. Karena buat saya, apa yang saya kerjakan sekarang akan memberikan dampak pada hari-hari yang akan datang, ada atau tanpa saya. Mengapa? Percaya deh, harapan itu ngga bisa mati. Harapanlah yang membuat setiap udara yang kita nikmati menjadi berharga, karena kita percaya setiap apa yang kita kerjakan bermakna, tidak perlu nunggu sampai waktu menghentikan semuanya. Bahwa harapanlah yang membuat kita berjuang untuk membentuk kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan besar datang menghampiri. What if, today is your last day?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang-tenang, ini bukan posting untuk harakiri. Saya terlalu berharga untuk mengakhiri hidup dengan sekadar bunuh diri demi harga diri semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok berbicara mengenai kematian, saya yang pecinta hidup ini rada males sebenarnya membahas hal tersebut. Tapi saya punya proses panjang untuk memaknai kematian. Sewaktu adik perempuan saya dikubur, udah lama sih sekitar 25 tahun lalu, saya melihat dia begitu cantik dengan baju kesukaannya. Tubuhnya putihnya terasa damai sekali berbaring dalam peti kayu berwarna cokelat. Lalu petinya ditutup. Saat-saat penutupan peti itulah saya bertanya dalam hati, "Ade ngga sesak napas ya? Dia ngga takut ya sendirian? Dia ngga ngerasa sempit ya di kotak kayu itu?" Dan sebenarnya banyak sekali pertanyaan untuk dia, Angela namanya, cantik secantik orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tanah mulai menghujani peti kayu itu, pertanyaan-pertanyaan sejenis kembali muncul. "Kenapa mesti ditutup pake tanah, kan kasian ade ngga bisa napas." Pertanyaan-pertanyaan polos anak-anaklah. Dan begitu sampai di rumah, keluarga saya masih berduka. Memandangi baju-baju ade yang tersisa dan mainan yang dulu dia punya. Meskipun sebenarnya mainan kita tidak banyak karena hidup begitu susah ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya hari ini, saya sudah hidup 1/4 abad lebih dan menyaksikan begitu banyak cerita dukacita. Saya ingat, betapa teman gereja saya meraung sejadi-jadinya ketika mamanya meninggal dunia. Atau seorang teman kuliah yang ibu dan bapaknya meninggal dalam waktu berdekatan bercerita bahwa seharusnya kita kenal dengan orang tuanya. "Bokap dan Nyokap gua tuh orang yang baik banget, harusnya kalian kenal mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersadar, betapa cerita duka cita tidak pernah memberikan kesan menyenangkan selalu ada air mata. Tapi pernyataan teman saya yang terakhir yang menyadarkan saya. Sebenarnya kami tidak terlalu dekat, hanya sama-sama satu jurusan. Dan saya menghampiri dia untuk memberikan pelukan dukacita, saat itulah dia berkata demikian. "Seharusnya kalian kenal mereka." Saya tertohok karena ketika teman saya berkata demikian yang menderita kerugian bukan yang berduka tapi saya. Kehilangan terbesar ada pada saya, karena tak ada waktu yang menghampiri saya untuk memberikan kesempatan berkenalan dengan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya tersadar, apa yang telah kita lakukan pada orang-orang yang sudah diberi kesempatan untuk menghampiri kita. Apa yang kita lakukan untuk menjaganya? Apa yang kita lakukan untuk membuat orang lain mengenalinya? Teman saya mengajarkan saya untuk tidak menyimpan sendiri. Buat saya, ini masuk dengan teori harapan. Ketika kita membagikan semangat dari orang-orang yang membuat kita lebih berani menghadapi hidup maka harapan itu tidak akan pernah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi teori kehilangan itu bukan selalu berawal dari apa yang  kita miliki. Kadang kita justru akan merasa kehilangan ketika kita  benar-benar tidak punya waktu untuk memiliki. Suka atau tidak, kepemilikan itu menuntut tanggung jawab. Apa ini artinya tidak memiliki sama dengan tanpa tanggung jawab? Jangan langsung berpikir jadi orang yang mau &lt;i&gt;ngampangnya &lt;/i&gt;saja karena tidak memiliki dalam konsep yang diberikan teman saya itu, menyadarkan saya untuk menghargai apa yang belum kita punya. Caranya? Hargai dulu apa yang kita punya. Karena apa yang bisa kita jaga sekarang adalah harapan yang akan menjadi kenyataan, ada atau tanpa kita.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali saya bisa merampungkan tulisan ini. Sampai kemudian pertanyaan ini muncul lagi, "What if today would be our last day on earth?" Apa yang menjadi jawaban kita? Sudahkah kita menjaga orang-orang yang paling kita sayangi dengan benar? Sudahkah kita menghargai waktu yang diberikan untuk mengenali mereka?&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo berhenti menjadi orang rakus dengan meletakkan begitu banyak taruhan di meja judi yang baru menyadari kehilangan hal yang paling berharga setelah bandar mengatakan, "Selamat Anda Kalah!" Karena waktu hanya bisa dihitung dan kita tidak bisa tahu kapan hitungan itu berhenti, bisa sekarang, 2 menit lagi, 2 jam lagi, 2 hari lagi, 2 minggu lagi, 2 bulan lagi, 2 tahun lagi, 20 tahun lagi atau bisa juga 2 kalimat terakhir dari paragraf ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5135042430385139683?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5135042430385139683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5135042430385139683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5135042430385139683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5135042430385139683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/what-if.html' title='What if....'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4669785343748067691</id><published>2010-10-20T22:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T22:27:02.360-07:00</updated><title type='text'>Perasaan Impulsif Bernama Pelampung</title><content type='html'>Ini bukan metafora, ini kenyataan.&lt;br /&gt;Ini bukan puisi manis yang dibuat saat tergila-gila&lt;br /&gt;dan menguap bagai buih soda ketika bertemu dengan kelamnya rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang kerap menghindar dari ketakutannya sendiri dan berhenti melihat ke belakang.&lt;br /&gt;Sebab di belakangnya, begitu banyak rasa bersalah yang ditinggalkan hanya demi sebuah perasaan impulsif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya perasaan impulsif yang dibuatnya melibatkan individu lain. Bukan seperti buku yang dengan mudah dijejer dalam rak rasa bersalah hingga berdebu. Bukan juga laptop yang harus diganti demi menemukan pelampung baru dengan corak sama. Setelah itu berharap debu bisa menghapus amisnya sebuah penghianatan pada setiap jejak pelampung yang kau pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan impulsif yang akan dijadikan alat bahwa dirinya berani menghadapi kenyataan.&lt;br /&gt;Tapi cerita hidup akan berulang, sebab kau meninggalkan rasa bersalah di setiap jejak kakimu dan di balik wajah pelampung barumu.&lt;br /&gt;Hingga pada saatnya kau bertemu dengan rasa bersalah yang sama, signal kepala mengeluarkan tanda bahaya untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;Tapi karena kau tidak pernah cukup berani untuk menghadapinya, tanda bahaya yang tertangkap adalah waktu untuk menemukan pelampung baru dengan pola mencari yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejar. Buai. Perdaya.&lt;br /&gt;Agar pelampung baru itu mau tenggelam bersama.&lt;br /&gt;Dan saat kesadarannya hilang, baui pelampung baru dengan perjuangan untuk menuju permukaan samudra.&lt;br /&gt;Perlahan kau mendorong pelampungmu untuk mendekati permukaan samudra terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Mengamati apa yang diperlukan, menemukan kenyataan yang diinginkan...&lt;br /&gt;Meski ketika itu kau perlahan menenggelamkan diri dalam palung laut yang tak terjamah.&lt;br /&gt;"Bantu aku menemukan permukaan samudra," ucapmu penuh pertolongan pada pelampung yang terlalu lebar membukakan kehangatannya.&lt;br /&gt;"Tak ada yang perlu ditakuti, semua sudah teratasi. Angkatlah kepalamu dan lihatlah samudra ini begitu indah," ucap pelampung lembut.&lt;br /&gt;"Tapi aku tak bisa, aku tersesat," ucapmu lantang, berharap pelampung mau berjuang lebih keras lagi.&lt;br /&gt;Walaupun sebenarnya, dalam hati kau berbisik, "Samudra itu begitu terang menusuk mataku. Aku tak tahu, apakah aku cukup siap berhadapan dengannya lagi. Rasa bersalah yang menusuk tulang belulangku. Rasa bersalah yang kupikir sudah tertutup awan gelap nan abadi. Apakah rasa bersalah itu masih di sana? Atau kah justru pelampung itu yang membawa rasa bersalah." Pergulatan batin panjang untuk sebuah esensi hidup yang sia-sia kau ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, pelampung itu membawa rasa bersalah. Bagaimana mungkin jejak bersalah itu ada dipelampung yang kupilih dengan cepat. Adakah debu rasa bersalah itu tertiup dan menghinggapinya ketika menuju permukaan samudra? Ah mengapa harus menatap samudra jika dalam palung laut yang kelam aku bisa terselamatkan dari jejak-jejak rasa bersalah yang kutinggalkan pada beberapa pelampung." Kau pun semakin kehilangan akan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lupa, pelampung akan selalu menatap samudra. Kau lupa, kau pilih pelampung untuk menyelamatkan dirimu walaupun sebenarnya kau tidak pernah punya nyali untuk menyelamatkan diri. Lalu kau menatap palung laut yang suram itu. Dingin dan sepi. "Tapi aku tak berani menatap samudra, ada debu jejak rasa bersalah di sana," kau kembali mencari pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palung laut tetap menawarkan warna kesendirian yang dalam dengan aroma keterpurukan yang menyeramkan. "Aku tak bisa sendiri, aku butuh pelampungku," signal impulsifmu mulai terpancing. "Tapi bukankah pelampungku sudah berada di permukaan samudra? Berapa banyak pelampungku yang sudah sampai sana mengapa mereka masih menantiku di permukaan?" kau kembali bermain dengan labirin ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai pelampungku, pergilah dan selamatkan dirimu. Sampaikan salamku pada debu rasa bersalah, aku terpuruk dan tak layak untuk diselamatkan," suaramu lirih dengan mata berkaca tapi dalam tanganmu kau rangkai pelampung baru yang siap mengembang. "Maafkan aku, ini adalah dosa terbesarku. Biar rasa sakit ini aku yang telan hidup-hidup," suaramu makin lirih dan menitikkan air mata, tapi tanganmu mengirimkan denyut nadi pada pelampung baru yang siap terbuai oleh gelapnya palung lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kau berbisik pada pelampung baru, "Aku terpuruk, mau kah kau membantuku? Aku akan berikan nafas dan darahku untukmu. Aku akan membuat kau menjadi pelampung terbaik di dalam laut ini," sapamu sambil menebarkan sulur-sulur teori kehidupan. Pelampung baru menatap tajam, "Adakah dia yang kucari? Tapi sulur yang ditawarkannya begitu jujur dan bisikannya begitu lembut di telingaku, sebentar saja aku sudah mau terlelap di nadi tangannya. Ah indahnya kebersamaan ini, aku harus membiarkan kulitku dipompa dengan nafas dan darahnya agar aku menjadi pelampung terbaik di dalam laut ini. Aku harus!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kau melihat pelampung baru menawarkan kulitnya yang bersih, secepat itu juga kau tancapkan euforia kehidupan. "Mungkin semuanya terasa cepat, aku tak peduli. Yang ku tahu aku menggilaimu sekarang," itu yang kau benamkan dalam kulit pelampung barumu yang bersih. "Tapi aku pernah tersakiti, jadi jangan sakiti aku lagi," ucap pelampung baru. Kau tak menjawab karena kau teringat pelampung mu yang lain yang tengah mengulurkan tangan untuk menatap permukaan samudra yang kau tawarkan. "Aku pergi sebentar, ada yang harus aku selesaikan," ucapmu lembut sambil membelai pelampung baru yang mengembang pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui bulir-bulir air laut. Melalui plankton-plankton kecil. Melalui rumput laut yang menjuntai, kau kirimkan pesan pada pelampungmu yang menunggu dengan cemas. Semua bulir laut, plankton-plankton kecil, dan rumput laut yang menjuntai menyampaikan pesan yang sama. "Dia tak berani menghadapi luasnya samudra. Dia tak berani bertemu dengan pelampung-pelampungnya yang lain. Dia tak berani menghapus jejak rasa bersalah yang dia tinggalkan di daratan. Sebaiknya kau berhenti mengulurkan tangan karena dia tengah merajut pelampung barunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi tak ada tanda apa-apa. Dia begitu lembut menggiringku menatap indahnya samudra. Dia masih membelaiku beberapa menit lalu, bahkan dia masih mengirimkan bahasa cintanya? Apa yang terjadi?" Tapi tak ada yang berani menjawab pertanyaan itu, tak juga bulir-bulir air laut, plankton-plankton kecil, dan rumput laut. Sampai akhirnya kau mengirimkan tali tipis bagi pelampung yang tetap menunggumu di permukaan samudra dengan cemas. "Maafkan aku....aku tenggelam dalam pekatnya rasa bersalahku teramat pekat. Apa yang terjadi adalah nyata, tapi aku....maafkan aku," ucap tali yang kau kirim dengan getaran rasa bersalah yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah palung laut yang tergelap, pelampung barumu menunggu. Dengan binar-binar mata. Dengan kulit putihnya yang bersih. Dengan benih cinta yang masih tertutup rapat dan siap menetas menjadi pelampung barumu. Tapi sayang, pelampung baru ini tetap memiliki corak yang sama. Corak dari rasa dan ketakutanmu menghadapi amisnya rasa bersalah. "Akan ke mana kita saat ini," tanya pelampung barumu. "Mari menikmati kelamnya palung laut," ucapmu dengan senyum getir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 20-10-2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4669785343748067691?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4669785343748067691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4669785343748067691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4669785343748067691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4669785343748067691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/perasaan-impulsif-bernama-pelampung.html' title='Perasaan Impulsif Bernama Pelampung'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-9011123086399427039</id><published>2010-10-17T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T21:39:05.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakit hati berkelanjutan'/><title type='text'>Fuckin Broken Hearted</title><content type='html'>Setelah sebulan lebih apa yang dirasakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keringet dingin sampai seluruh baju basah karena keringatnya sebesar biji jagung.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbangun setiap 3 jam dan merasakan deg-degan tidak jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pikiran negatif ngga mau pergi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harus merasakan semua itu selama 30 menit - 1 jam. Alhasil, asam lambung ikut naik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berat badan turun drastis sampai ngga berani nimbang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak pernyataan yang justru menimbulkan pertanyaan baru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di kantor ngga fokus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di rumah maunya mematikan lampu sambil mendengar jantung yang berdegup kencang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Keadaan yang tidak mengenakkan menjelang 1 bulan kelahiran saya. Argh saya hanya mau bilang, kampret, monyet, kambing, biji, SERIBU TOPAN BADAI!!!!!&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-9011123086399427039?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9011123086399427039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9011123086399427039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/fuckin-broken-hearted.html' title='Fuckin Broken Hearted'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6234030031369057536</id><published>2010-10-12T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T02:53:15.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emosional'/><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>Saya Rindu&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribang&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita menatap bulan yang sama?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita merasakan hujan yang sama?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita menikmati sinar matahari yang sama?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu sulit menemukan titik-mu.&lt;br /&gt;Dari titik menjadi garis.&lt;br /&gt;Dari garis menjadi bingkai.&lt;br /&gt;Dan adakah kau menatap bingkai rindu yang sama?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6234030031369057536?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6234030031369057536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6234030031369057536' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6234030031369057536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6234030031369057536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/10/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7310736858887372124</id><published>2010-09-20T08:44:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T20:36:31.946-07:00</updated><title type='text'>Antara Dadu dan Bunda Maria</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJgoLAbEfmI/AAAAAAAAAPM/PBQ5H8fhpjg/s1600/virgin_mary_in_blue_fragrant_flower2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJgoLAbEfmI/AAAAAAAAAPM/PBQ5H8fhpjg/s320/virgin_mary_in_blue_fragrant_flower2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya bertanya pada sahabat baru saya, Benyamin Maengkom. Dia sering memanggil saya, adik kecil yang centil. "Mas Ben, gimana sih cara doa Novena?" Jadi sebulan lalu, dia cerita mau doa novena untuk saya. Tema doanya, biar saya dapat beasiswa dari negara Kangguru. Mas Ben kemudian menjelaskan kalau doa Novena itu adalah berdoa untuk 1 permintaan selama 9 hari berturut-turut. Cara doanya juga unik, di jam yang sama dengan intensitas berdoa yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentu terharu ketika mendengar ada orang baru mau berdoa begitu khusuk untuk saya,selama 9 hari berturut-turut. Mas Ben memang orang baik, orang yang akan memberikan perhatian penuh kalau sudah mengikrarkan diri sebagai sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba-tiba hidup saya kaya wahana Histeria. Naik ke atas dan secepat kilat terhempas ke bawah. Bahkan ketika nafas saya masih tersisa di tenggorokkan untuk di hembuskan, saya sudah nyaris terkapar di emosi paling rendah. Situasi seperti ini oleh saya dan Ita, kita sebut sebagai waktunya Tuhan bermain dadu. Karena Dia menentukan semuanya berdasarkan angka yang keluar pada kocokan dadu. Kalau angkanya bagus, ya ceritanya bagus. Tapi kalau angkanya amburadul...ya definisikan sendirilah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berderai air mata berkali-kali, saya sadar bahwa harus berbicara dengan Sang Penentu Cerita Kehidupan. Saya berdoa sangat khusyuk dan merapal berbagai permohonan dalam pejaman mata yang dalam. Berharap sikap ini bisa dilihat sebagai permohonan untuk berhenti bermain dadu. Dan tiba-tiba saya dapat inspirasi, entah karena saya desperado atau memang penasaran, untuk bertanya kepada Mas Bento bagaimana Doa Novena seharusnya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum cerita bagaimana ritual itu harus dilakukan, Mas Bento menggambarkan bagaiman Doa Novena bisa ada. Mulai dari mengapa harus 9 hari berturut-turut, awalan dan akhiran doa, sampai sebenarnya doa ini ditujukan kepada siapa. Mengapa 9 hari berturut-turut? Karena berdasarkan pengalaman orang-orang Katolik jaman dulu, ketika mereka berdoa 9 hari berturut-turut ternyata doanya dikabulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urutannya, lumayan panjang. Doa syafaat, doa Bapa Kami, Salam Maria 3 kali, doa permohonan dan terus diulang-ulang. Saya lupa-lupa ingat urutannya, tapi kurang lebih begitulah. Lalu Mas Ben, bercerita kalau sebenarnya doa ini ditujukan kepada Bunda Maria. "Kenapa Bunda Maria?" tanya Mas Ben untuk menarik perhatian saya. "Karena Bunda Maria adalah Ibu Kehidupan?" Saya menjawab tidak begitu yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa kepada Bunda Maria karena Yesus selalu mendengarkan permintaan ibuNya. Saya pun tersenyum, ternyata Tuhan ngga main dadu. Kita cuman perlu akrab dengan Ibunya ;D Hihihihihi ini hanyalah pemikiran saya. Pemikiran orang yang selalu kritis kalau ngomongin Tuhan. Tapi lucunya, saat begitu banyak masalah menghampiri, saya hanya membantin,"Tuhan kayanya lagi kangen banget ya? Saking udah lama kita ngga ngobrol, gw dikasih masalah silih berganti tanpa kenal jeda. Jadilah saya selalu berbicara dengan Dia belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika saya bertanya-tanya doa apa yang paling efektif, tak ada yang bisa menjawab. Tapi seorang sahabat bercerita, "Gw kalau lagi galau dan ngga tau mau berdoa apa, yang keinget cuman Doa Bapa Kami. Gw berdoa itu dalam hati kaga berhenti sampai benar-benar dapat jawaban." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya sadar, doa kaga ada rumusnya karena itu bersifat personal. Tapi ketika bicara mengenai doa yang mencakup semuanya, saran teman saya itu masuk akal. Doa Bapa Kami memang paling lengkap. Jadi kalau masih-masih mencari cara paling efektif menggoda "putusan" Tuhan melalui Doa, Novena menampilkan sisi ketekukan dalam berdoa. Kesungguhan dalam meminta sesuatu kepada yang punya segalanya. Sedangkan doa Bapa Kami, mewakilkan kepasrahan seseorang ketika meminta, mengucap syukur, dan memuji Sang Pemilik Kesempurnaan. Jadi pada prinsipnya kedua doa ini bisalah dipilih untuk diterapkan, sesuai kepribadian kita aja :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas nama kesempurnaan, saya berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our Father, who are in heaven, &lt;br /&gt;Hallowed be Thy Name,&lt;br /&gt;Thy Kingdom come, &lt;br /&gt;Thy will be done, on earth as it is in heaven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give us this day, our daily bread&lt;br /&gt;and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us&lt;br /&gt;and lead us not into temptation&lt;br /&gt;but deliver us from all evil.&lt;br /&gt;For Thine is the Kingdom, &lt;br /&gt;and the Power, &lt;br /&gt;and the Glory, forever&lt;br /&gt;Amen.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7310736858887372124?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7310736858887372124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7310736858887372124' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7310736858887372124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7310736858887372124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/antara-dadu-dan-bunda-maria.html' title='Antara Dadu dan Bunda Maria'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJgoLAbEfmI/AAAAAAAAAPM/PBQ5H8fhpjg/s72-c/virgin_mary_in_blue_fragrant_flower2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3790332628144144071</id><published>2010-09-15T00:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T00:41:34.594-07:00</updated><title type='text'>Berbicara dalam Keheningan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJB4GfsaAOI/AAAAAAAAAPE/tohyBD1e0eY/s1600/220px-Eternal_sunshine_of_the_spotless_mind_ver3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJB4GfsaAOI/AAAAAAAAAPE/tohyBD1e0eY/s320/220px-Eternal_sunshine_of_the_spotless_mind_ver3.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;Begini toh rasanya patah hati, gamang, menguraikan berton-ton air mata, memutar semua peristiwa yang pernah dilalui sambil mencoba menemukan di mana letak salahnya. Saya belum pernah patah hati, karena dulu-dulu saya belum pernah officially in a relationship. Apa memang seharusnya saya setia dengan hubungan tanpa status aja ya? Ah tidak, saya tidak pernah menyesali apapun yang terjadi. Yang terjadi biarlah terjadi, ini semua sudah tertulis. Dan rasanya saya sudah menjalani dengan baik.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalaman patah hati yang pertama, officially broken heart. Jadi saya masih bingung apa yang seharusnya saya lakukan. Ada yang bilang, memutuskan hubungan itu harusnya datang dari kedua belah pihak. Karena ketika memilih untuk berhubungan kan yang menjawab pilihan juga dua belah pihak. Tapi ada juga yang bilang, be free Priska and be strong. It's his lost not yours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm....kata-kata yang terakhir terdengar heroik ya. Girl power. Tapi jujur saat ini saya tidak mengerti apa yang harus saya pilih. Maksud saya, sikap saya. Bagaimana saya harusnya saya bersikap. Yang ada di kepala saya saat keputusan itu dijatuhkan, saya butuh waktu sendiri. Saya butuh berbicara dalam keheningan. Tapi emosi saya tak mau diajak kerja sama. Maunya konfrontasi mulu. Mintanya penjelasan mulu, karena yang melintas adalah sekumpulan pertanyaan "Kenapa...kenapa...kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengingatkan saya untuk berpuasa. "Lu selalu melakukan itu ketika harus mengambil keputusan penting dalam hidup Lu. Itu bikin lu sadar." Hmmm...bener juga...setidaknya emosi saya yang meletup bisa diam dengan sendirinya. Alhasil saya berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang sama Sang Sahabat, oke hari ini kita puasa ya. Kita lihat seberapa tenang menghentikan mulut untuk mengunyah dan minum ini bisa meredam emosi. Sang Sahabat bilang, "Ngapain Lu puasa? Ngerayu Gua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jawab, "Buat apa Kau dirayu. Kita kan sama-sama kenal tukang dadunya. Masih suka main dadu kan?". Saya pun berseloroh kepadaNya. "Oke, kita puasa. Tapi bukan berarti lu akan berhenti memikirkan semuanya," Dia cuman mengingatkan. "Iya," jawab saya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu apa yang orang patah hati lakukan? Saya masih tidak tahu. Akhirnya saya memilih untuk menjauh dari peradaban. Memilih tempat yang intelek untuk menyendiri. Eh tempatnya tutup, sial ternyata alam sedang tak tahu kalau saya sedang berpuasa. Atau jangan-jangan mereka tahu ya? Anyway, saya bengong di halte. Memikirkan ke mana lagi saya harus pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke tempat yang biasa saya datangi di malam hari. Menikmati gelas dengan pinggiran garam. Tapi kan saya puasa, masa saya ngga mesan apa-apa ke sana? Ah biarin aja kita pesan dan tidak kita makan ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segelas jus jeruk, sebotol aqua, berdiri rapi di depan saya. Dan sebentar lagi saya akan memesan makanan. Lagi-lagi bukan untuk disentuh. Bangku-bangku rotan dan kayu yang dijejer rapi oleh pelayannya masih kosong. Saya bahkan menjadi saksi bangku-bangku ini disusun rapih. Karena saya datang saat mereka belum buka, saya duduk dengan manis. "Maaf ya Mba, kita belum buka," ucap salah satu pelayannya. Ini bukan pelayan yang biasa saya temui, Mas Deden. Mungkin dia shift malam. Kalau Mas Deden yang melayani pasti dia akan bilang, "Yakin ngga mau satu jug?" Tapi untung sih bukan Mas Deden, bingung saya nanti menjelaskannya gimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya membalas dengan tersenyum, "Ah ngga papa mas. Saya tunggu, santai aja." Tiba-tiba saya tersadar, saya tersenyum. Senang rasanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pagar kecil dengan hiasan anggur tiruan itu terbuka, saya memilih bangku rotan yang dekat dengan stop kontak. Yah demi si laptop ini, karena saya harus memantau situs yang saya kelola. Maklum kita buruh kasar, jadi kerja hukumnya wajib. Btw, orang patah hati kerja ngga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai memesan minuman yang sampai sekarang tidak saya minum-minum, saya hanya memejamkan mata. Antara ngantuk dan ingin tenggelam dalam kegelapan. Saya berbicara lagi dengan Sang Sahabat, "Trus kalau udah di sini kita ngapain? Nangis? Marah-marah? Atau diem aja?" Dia menjawab, "Tarik napas aja dulu, baru mikir lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menarik napas. "Masih sesak," ucap saya lirih. "Iya, Saya tahu," balasNya bijak. "Sampai kapan ya harus merasakan ini semua?" tanya saya memulai pembicaraan. "Saya ngga tahu, jalani aja nanti juga ada titik akhirnya." "Tidak membantu," jawab saya menggerutu. Dia bilang,"Lah Gua kan cuman nemenin bukan untuk memberikan jawaban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Sang Sahabat bilang,"Eh inget film yang dimainin Kate Winslet bareng Jim Carey?" Saya hanya bengong. "Itu loh film soal menghapus ingatan?" Dia semakin memaksa. "O...ya...ya...inget, kita pernah nonton bareng film itu. Ah ngapain diingetin sih? Bener-bener ngga membantu deh?" saya semakin kesal. "Iya, iseng aja, kalau mesin penghapus ingatan itu benar-benar ada, mau?" tanyaNya serius. Benar-benar serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya speechless...diam benar-benar diam. Yang saya lakukan berikutnya adalah mengingat bagaimana jalan cerita film itu. Ya film yang bercerita dua karakter yang berbeda jauh. Perempuannya tipe yang sangat ceria dan bebas dalam memandang hidup. Sedangkan laki-lakinya terbilang kaku. Ah saya tiba-tiba teringat dia pernah berucap betapa karakter perempuan itu menggambarkan saya dan dari sana panggilan Tangerine berasal. Saya malas meneruskan ceritanya. Saya kutip dari Wikipedia, mudah-mudahan membantun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emotionally withdrawn Joel Barish (Jim Carrey) and unhinged free spirit Clementine Kruczynski (Kate Winslet) strike up a relationship on a Long Island Rail Road train from Montauk, New York. They are inexplicably drawn to each other, despite their radically different personalities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although they apparently do not realize it at the time, Joel and  Clementine are in fact former lovers, now separated after having spent  two years together. After a nasty fight, Clementine hired the New York City firm Lacuna, Inc. to erase all her memories of their relationship. (The term "lacuna" means a gap or missing part; for instance, lacunar amnesia  is a gap in one's memory about a specific event.) Upon discovering  this, Joel was devastated and decided to undergo the procedure himself, a  process that takes place while he sleeps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Much of the film takes place in Joel's mind. As his memories are erased, Joel finds himself revisiting them in reverse.  Upon seeing happier times of his relationship with Clementine from  earlier in their relationship, he struggles to preserve at least some  memory of her and his love for her. Despite his efforts, the memories  are slowly erased, with the last memory of Clementine telling him to  "Meet me in Montauk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In separate but related story arcs occurring during Joel's memory erasure, the employees of Lacuna are revealed to be more than peripheral characters. Patrick (Elijah Wood),  one of the Lacuna technicians performing the erasure, is dating  Clementine while viewing Joel's memories, and copying Joel's moves to  seduce her. Mary (Kirsten Dunst), the Lacuna receptionist, turns out to have had an affair with Dr. Howard Mierzwiak (Tom Wilkinson),  the married doctor who heads the company—a relationship which she  agreed to have erased from her memory when it was discovered by his  wife. Once Mary learns this, she steals the company's records and sends  them to all of its clients.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari ceritanya sengaja saya tidak tampilkan, mmmm...alasannya....Saya butuh waktu untuk berpikir.&amp;nbsp; Karena ini film dan film akhirnya selalu bahagia, sedangkan yang saya jalani adalah kehidupan nyata. Jadi kita tenangkan pikiran dan emosi dulu. Saya melirik Sang Sahabat, "Iya kita tenangkan diri dulu. Semuanya terjadi begitu cepat dan itu sama seperti sedang berlari. Itu kenapa yang perlu kita lakukan adalah beristirahat dan mengatur napas dengan baik," ucapnya seraya menawarkan pelukan hangat. Saya memeluk Sang Sahabat dalam pembicaraan hening ini. Ah terharu, berbicara dalam keheningan selalu membuat keharuan. "Sudah ayo kita pindah tempat lagi, kita cari tempat berkontemplasi yang baru," ajakNya seraya mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cukup untuk hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3790332628144144071?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3790332628144144071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3790332628144144071' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3790332628144144071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3790332628144144071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/berbicara-dalam-keheningan.html' title='Berbicara dalam Keheningan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TJB4GfsaAOI/AAAAAAAAAPE/tohyBD1e0eY/s72-c/220px-Eternal_sunshine_of_the_spotless_mind_ver3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5435680271046052343</id><published>2010-09-14T02:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T02:42:45.046-07:00</updated><title type='text'>It's Your Lost Not Mine</title><content type='html'>Hmmm...sepertinya saya memang lagi naik wahana Histeria. Sesaat berada di ketinggian 60 meter dan sekarang jatuh hingga 20 meter. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speechless. He was so sweet to pick me at my office asking for lunch together. And he said that his lost so need a break. Trying to convince him that his not alone. I'll be on his side to conquer all of this obstacles, but the only thing he said just..."I don't know. I'm afraid to hurt you again. I have cheated on you?" Please find another reason just stop running from your fears. Stop being a quitter, be a fighter!!! You are to old to be like that. Time is clicking and all you do just running from your fears? Sorry to say, fears will hunt you where ever you go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang sahabat saya hanya bilang, "Well Pris, it's his lost not yours. Why have to fight for him." Walaupun sebenarnya ngga mudah untuk menghapus semuanya, tapi apa yang dikatakan teman saya ada benarnya juga. It's his lost not mine. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan berhasil menemukan kepercayaan diri untuk menghadapi rasa takut ya. Karena believe me, rasa takut itu ngga akan hilang kalau bukan kamu yang ngalahin sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5435680271046052343?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5435680271046052343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5435680271046052343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5435680271046052343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5435680271046052343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/its-your-lost-not-mine.html' title='It&apos;s Your Lost Not Mine'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3965475432961277290</id><published>2010-09-13T06:10:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T06:12:26.895-07:00</updated><title type='text'>Si Pencinta Hidup</title><content type='html'>Sekarang saya punya tempat &lt;i&gt;nongkrong&lt;/i&gt; baru, bisa melihat matahari terbenam di tengah-tengah kota Jakarta! Dan kemarin, dengan seorang sahabat saya menikmati warna jingga itu menyusup masuk garis katulistiwa. Indah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan sahabat saya itu mengira bisa menikmati proses tenggelamnya matahari dalam hitungan jam, tapi ternyata hanya dalam hitungan menit. Iya menit, karena cepat sekali matahari yang bulat besar berwarna jingga itu menghilang dari langit Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu apa yang indah dari sunset atau proses bergantinya siang ke malam itu? Warna jingga yang kuat terasa tidak menusuk mata, lembut sekali. Dan warna jingga ini selalu memberikan aura tersenyum, karena kayanya ngga pas banget kalau kita lihat matahari tenggelam sambil marah-marah. Yang ingin kita lakukan ketika mengantar matahari itu pergi ke peraduannya adalah tersenyum dan itu yang saya lakukan bersama sahabat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi matahari berwarna jingga yang bulat sempurna itu, kami menopangkan dagu dengan kedua tangan. Menatap matahari dari tembusan kaca dari mall mahal di Jakarta. Seiring meninggalkan garis katulistiwa, pala kami ikut bergeser, karena posisi duduk kami membuat kami harus melakukan itu agar nikmatnya sempurna. Sampai pada waktunya matahari itu menghilang yang ada tinggal semburat jingga yang meninggalkan salam perpisahan. "Yah kok udahan sih," itu yang terlontar dari mulut kami berdua. Momen yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sahabat yang sudah bersama saya sejak kuliah ini, saya pun mulai meracau. "Lu tau ngga, matahari terbenam itu disukai banyak orang kenapa?" "Ngga," jawab sahabat saya sambil menatap sisa-sisa matahari. "Karena auranya positif. Dan lu bisa lihat, betapa matahari yang sangarnya setengah mati kalau jam 12 siang, bisa begitu lembut ketika menutup hari. Udah gitu, meskipun tugas dia kelar hari ini, tapi dia akan selalu mengingatkan orang untuk menikmati detik-detik terakhirnya besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah panjang lebar berteori, sahabat saya cuman bilang. "Ho oh." Tapi rupanya dia tidak mau kalah, dia pun mulai meracau. "Lu tau ngga, kenapa gua selalu salut ngeliat lu?" Saya...ya saya kaget lah. "Nih orang ngapa jadi ngomongin gua sih," dalam hati saya nyerocos. Tapi saya sok cool balasnya,"Kenapa lu ngomong gitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dia bercerita. Jadi sewaktu kami sama-sama kuliah di Jurnalistik Fikom Unpad, dia pernah mimpi saya melakukan bunuh diri. Dia panik dan di kampus dia langsung mencari saya. Dia cerita dengan penuh semangat sambil pucat pasi. "Gua mimpi lu bunuh diri. Gua kaga inget gimana persisnya lu bunuh diri, pokoknya lu bunuh diri dah." Hahahahaha kalau diinget sekarang lucu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus saya jawab dengan santai," Wahai Ita sayang, gua ngga bakal melakukan itu. Karena gua sangat mencintai hidup. Itu kenapa, bunuh diri kaga ada di kamus gua." Dan teman saya pun lega, akhirnya dia punya jawaban bahwa itu hanya mimpi. "Semenjak itu gua kagum sama lu. Elu adalah orang paling positif di dunia yang pernah gua temui," ucap dia sambil mendelikkan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dia bercerita begitu, saya malah kagum dengan saya yang diceritakan Ita. Wow saya keren ;D Bukan...ini bukan tulisan untuk menarsiskan diri. Tapi saya jadi berpikir lagi, kenapa saya bisa yakin kalau saya mencintai hidup. Padahal kata Ita, hidup yang kita jalanin ini ibarat permainan dadu Tuhan. Oiya, saya pernah surat-suratan sama Ita ngebahas bagaiman Tuhan hobi banget mainin dadu untuk menentukan hidup oranng wakakakakaka...masa-masa keemasan dah bahasannya begituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya hidup memang tidak pernah memberikan warna-warna bahagia. Kaya naik wahana Histeria di Dufan. Dalam hitungan detik kita bisa diangkat hingga ketinggian 60 meter dan sekejap itu juga kita dihempaskan sejauh 30 meter. Kampret itu serem banget. Saya sudah merasakan wahana itu. Tuhan memang suka bermain dadu, tapi saya selalu bilang sama Ita, "Tenang Ta, tukang dadunya gua kenal." Setelah itu kita tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara melihat matahari terbenam di Mall yang menyediakan merek-merek mahal, Jakarta diguyur hujan lebat. Akhirnya saya memilih untuk naik taksi, toh suasana lebaran membuat Jakarta masih sepi. Di taksi, saya kembali berpikir, kenapa saya bisa begitu positif ya? Kalau saya terlalu mencintai hidup apa itu berarti saya takut mati? Padahal kalau menurut Rumi, orang yang dekat dengan Tuhan adalah orang yang rindu sekali mati. Karena kematian akan membuat mereka bisa bertemu dengan Sang Penentu Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya sih, mengapa saya mencintai hidup karena setiap detik saya bisa embracing life. Matahari terbenam itu misalnya, hitungannya detik dan kita tidak tahu apa yang terjadi di detik berikutnya. Itu kenapa, kita harus memaksimalkan setiap detiknya. Maka jangan heran kalau saya dan Ita rela memiringkan kepala untuk mengantarkan kepergian matahari terbenam. Ini juga yang membuat saya sangat ekspresif, karena saya selalu berpikir, emosi adalah perasaan jujur dan momen untuk mengekspresikan itu hitungan juga detik. Jadi buat apa ditunda-tunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embracing life juga membuat saya akan berjuang demi apapun yang menurut saya membuat saya bahagia. Apapun! Plus proses hidup yang saya lalu memang membentuk saya demikian. Untuk menghapus pandangan sebelah mata dari keluarga besar saya terhadap saya yang tak pernah juara kelas atau berprestasi di sekolah, saya berjuang mati-matian biar keterima di Universitas Negeri. Demi sebuah cita-cita menjadi seorang penulis, saya berani melawan ayah saya dan bilang saya mau ambil Jurusan Jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas nama idealisme, saya pernah rela nganggur 6 bulan lebih demi bekerja di media. Walaupun pada akhirnya saya kerja di bank, tapi saya tak pernah berhenti mengejar cita-cita saya. Saya mengirimkan tulisan dan dimuat, sampai akhirnya saya diterima bekerja sebagai wartawan. Hidup terlalu sempurna untuk disia-siakan, demikian juga mimpi-mimpi saya.&amp;nbsp; Jadi jangan heran kalau saya jadi keras kepala, karena saya akan selalu fokus dengan apa yang sudah saya patrikan di kepala saya. Itu konsistensi saya untuk mencintai hidup, memperjuangkan pilihan yang menurut saya tidak sekadar membuat saya bahagia tapi juga menyempurnakan hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nanti ketika Pemilik Hidup bertanya kepada saya, "Apa saja yang kamu nikmati selama kamu hidup di dunia, wahai kamu  anak pemberontak?" Oke ini saya dramatisir sedikit biar heboh ;D Lalu saya akan menjawab, "Banyak. Banyak sekali yang sudah saya nikmati dan saya menikmatinya dengan berjuang penuh dengan segala risiko yang ada dan kegagalan yang saya terima bulat-bulat. Sebulat saya mengamini keberhasilan saya." Yah saya ngga tahu sih, apa jawaban seperti itu diterima atau tidak. Tapi setidaknya saya tidak akan mati penasaran mengenai bagaimana definisi menikmati hidup itu seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya saya bukan superwoman yang bisa dengan cepat mengganti tanggis dengan senyuman. Ada juga kok masanya saya terpuruk dan merasa orang paling sial sedunia. Tapi saya selalu berusaha mencari cara untuk bangkit. Selama saya masih dikesempatan untuk hidup dan menjalani prosesnya, berarti saya masih dikasih kesempatan dan kepercayaan untuk sampai pada cita-cita saya, sesuatu yang saya yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat saya yang lain, Nida, pernah bilang, kalau saya selalu cepat meninggalkan kesedihan. Walaupun setelah itu saya SMS dia untuk minta dihibur. Iya proses jatuh bangun itu ngga pernah enak, menguras tenaga, emosi, dan memisahkan kita dari kemampuan berpikir objektif. Padahal untuk menyelesaikan masalah kita perlu objektif. Ini yang akan membuat kita bisa see the big picture dan menemukan jalan keluarnya. Bahkan saya tak jarang saking sebelnya menghadapi masalah, saya menggugat Tuhan. Kurang ajar mungkin, tapi saya percaya ada komunikasi spesial antara Dia dengan saya. Saya sih percaya kalau Dia sangat mengerti bagaimana fluktuasi emosi saya, pada akhirnya kami selalu berdamai dan menjadi sahabat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan menyesal atas setiap pilihan yang saya ambil. Apapun risiko dan bagaimanapun hasilnya, berhasil atau gagal, saya hanya perlu nyoba lagi sambil memperbaiki strategi. Itu kalau pilihan ternyata membuat saya gagal, namun saat situasinya berhasil, saya akan tetap belajar. Belajar untuk menyerap energi positif apa yang saya keluarkan ketika itu. Proses, itulah hidup. Semuanya berproses dan ketika kita bisa menikmati prosesnya setiap detik, rasanya tak ada yang kurang sempurna dari perjalanan hidup. Dan kalau mau diperhatiin, mendekati ulang tahun saya, naik-turun emosinya pasti datang berurutan. Saya selalu merasa Sang Penentu Tanggal Lahir saya ingin mengingatkan, ulang tahun jangan sekadar tiup lilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kenapa, saya selalu menanti-nanti hari ulang tahun. Selain menunggu hadiah ;D Saya juga menantikan bersama Pemilik Hidup, pelajaran apa yang kita simpulkan setahun kemarin dan pelajaran apa yang akan kita dapat dipertambahan umur yang ada di depan mata. Jadi sebagai pencinta hidup, saya akan merindukan momen-monen matahari meninggalkan jejaknya sambil menitipkan pesan,"Besok kita ketemu lagi ya Pris," melalui semburat jingga yang positif yang ditinggalkan. Ah indahnya hidup. Selamat menikmati, jangan lupa, sepersekian detik banyak sekali maha karya hidup terjadi dalam perjalanan waktu kita.Yuk kita nikmati bulat-bulat ;D    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3965475432961277290?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3965475432961277290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3965475432961277290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3965475432961277290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3965475432961277290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/energi-positif.html' title='Si Pencinta Hidup'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8418926439665385440</id><published>2010-09-12T06:29:00.001-07:00</published><updated>2010-09-12T06:29:03.522-07:00</updated><title type='text'>Kembali Mengudara</title><content type='html'>Oke judulnya terinspirasi dari tagline RRI,"Sekali di udara tetap di udara." Alah-alah. Jadi ceritanya begini, beberapa hari lalu, saya coba untuk 'mengunci' blog saya. Alasannya...saya butuh mengalihkan pikiran saya. Tak hanya blog tapi juga Facebook. Tapi setelah dipikir-pikir, kayanya aksi ini bukan saya banget ya. Saya kan orangnya ekspresif dan sangat terbuka. Blog adalah salah satu media untuk mengekspresikan diri. Itu artinya rumus silogisme dari situasi ini adalah saya mengunci blog untuk membatasi diri saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dijalani 2 hari, saya malah tidak suka. Karena saya suka menjadi jujur dengan ekspresi saya. Jadi dengan kesadaran penuh, saya kembali membuka blog ini. Yah sesuai tagline-nya RRi, sekali di udara tetap di udara ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8418926439665385440?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8418926439665385440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8418926439665385440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8418926439665385440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8418926439665385440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/kembali-mengudara.html' title='Kembali Mengudara'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7696277945016473882</id><published>2010-09-09T03:21:00.001-07:00</published><updated>2010-09-09T04:38:53.944-07:00</updated><title type='text'>Ketetapan Hati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TIjHA7zuFtI/AAAAAAAAAO8/ZO9ChI3HEsM/s1600/Image018.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TIjHA7zuFtI/AAAAAAAAAO8/ZO9ChI3HEsM/s200/Image018.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Buku The Alchemist sebenarnya bukan hanya bicara mengenai legenda pribadi. Karena kalau direnungin dalam-dalam, buku Paolo Coelho juga bercerita tentang ketetapan hati. Seberapa sering sih kita mengambil keputusan dari proses panjang perbincangan dengan hati, diri kita sendiri. Jarang mungkin, sampai benar-benar keputusannya merupakan bagian dari proses hidup yang penting. Padahal saat kita menyertakan yang namanya ketetapan hati, kita memasukkan sebuah terminologi yang dalam, yaitu KEYAKINAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau sudah bicara soal keyakinan, maka kita berbicara sesuatu yang bersifat surereal. Sesuatu yang tidak bisa digambarkan dengan kasat mata tapi menyertakan kesadaran kita sebagai manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan saya sering mendengar terminologi ketetapan hati itu. Entah kenapa, terminologi itu membawa saya pada sikap religius.Saya bilang kepada pemilik hidup, bahwa apa yang saya rasakan, bukan sekadar euforia anak muda yang kerjanya mau melawan pemikiran tradisional sekitar. Lagi-lagi ini mengenai keyakinan atau ketetapan hati. Dari awal saya sudah menetapkan hati dan saya percaya tak ada ketetapan hati yang tidak didasari oleh kepercayaan pemilik hidup untuk memilih ketetapan hati tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beberapa minggu ini saya berdoa. Benar-benar berdoa. Sama seperti Santiago minta diantarkan pada piramid yang telah tinggal dalam alam sadarnya. Santiago mengorbankan segalanya. Hidupnya, pekerjaanya, kenyamanannya demi menjadikan ketetapan hatinya menjadi sesuatu yang nyata. Karena bagi Santiago, kita hidup demi membuat kenyataan hidup sebagai wujud ketetapan hati, bukan sekadar impian yang di simpan dalam bantal setiap kali tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, ketika saya diminta untuk membuat satu ketetapan hati, maka sebenarnya, Sang Penunjuk Keyakinan mempercayai saya untuk berjuang mewujudkan ketetapan hati tersebut. Itu kenapa, dari hari ke hari saya percaya ini bukan sekadar menjalani rutinitas untuk mencintai seseorang tapi lebih dari itu. Saya dipercaya untuk berketetapan hati mencintai dia dengan tulus. Saya akan berjuang demi apa saja untuk menjadikannya kenyataan. Ini bukan euforia dan bukan wujud perlawanan. Tapi lebih kepada ketetapan hati yang dibalut keyakinan dari Sang Khalik. Dan saya berdoa setiap saat dalam setiap tarikan napas untuk mengantarkan kita pada kenyataan dari sebuah ketetapan hati. Piramida itu sudah di depan mata. Sepertinya tak ada alasan untuk tidak mendekati. Mari kita saksikan betapa nyatanya piramida kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kerendahan hati, terima kasih Pemilik Hidup untuk terus menguatkan keyakinan saya atas piramida yang mulai terlihat. Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7696277945016473882?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7696277945016473882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7696277945016473882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7696277945016473882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7696277945016473882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/ketetapan-hati.html' title='Ketetapan Hati'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TIjHA7zuFtI/AAAAAAAAAO8/ZO9ChI3HEsM/s72-c/Image018.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2947040725850906148</id><published>2010-09-08T08:35:00.001-07:00</published><updated>2010-09-08T08:35:53.481-07:00</updated><title type='text'>3 Kata Pembebas Kekhawatiran</title><content type='html'>Saya hanya ingin bilang,&lt;br /&gt;"Thanks God. Kesabaran itu memang selalu indah." &lt;br /&gt;Ini ekspresi atas terucapnya 3 Kata luar biasa.&lt;br /&gt;Rasanya senang sekali.&lt;br /&gt;Ayo kita berjuang menghadapi semua 'kabut' di depan mata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2947040725850906148?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2947040725850906148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2947040725850906148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2947040725850906148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2947040725850906148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/3-kata-pembebas-kekhawatiran.html' title='3 Kata Pembebas Kekhawatiran'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3363168309980381277</id><published>2010-09-03T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T08:25:10.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>I Miss You</title><content type='html'>Rindu sekali menatap matamu yang lembut.&lt;br /&gt;Rindu sekali melihat wajahmu yang malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi padamu hari ini?&lt;br /&gt;Apakah kegelisahanmu?&lt;br /&gt;Apa yang tengah menutupi auramu?&lt;br /&gt;Apakah kemuramanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah rasa rindu untukku?&lt;br /&gt;Adakah terselip senyum untukku?&lt;br /&gt;Adakah sentuhan tanganmu untukku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya rindu...&lt;br /&gt;Rindu kamu sayang...&lt;br /&gt;Jika saja hanya 10 menit bisa menghadirkanmu&lt;br /&gt;Aku akan lakukan apa saja demi 10 menit itu.&lt;br /&gt;Sebab katanya, 10 adalah angka kesempurnaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3363168309980381277?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3363168309980381277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3363168309980381277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3363168309980381277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3363168309980381277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/i-miss-you.html' title='I Miss You'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1385678285655912196</id><published>2010-09-01T20:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T21:28:13.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Merindukan Pelangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TH8nw-olWxI/AAAAAAAAAOs/VCGxaV0GF-s/s1600/butterfly+rainbow.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 128px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TH8nw-olWxI/AAAAAAAAAOs/VCGxaV0GF-s/s320/butterfly+rainbow.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512168191325199122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan Jakarta lagi dihampiri sinar matahari yang mendelik.&lt;br /&gt;Tajam dan menusuk sampai ke sumsum tulang belakang.&lt;br /&gt;Sering kali, saya berlari cepat untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;Atau berjalan santai sambil bergumam dalam hati, "Wahai matahari, kenapa kamu begitu bersemangat hari ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau mau ditelisik dari sisi fungsi, sinar matahari yang bersinar cerah itu adalah benar adanya. Karena memang itu lah alasan matahari diciptakan. Tapi ulah manusia membuat lapisan penyaring sinar matahari menjadi bolong-bolong sehingga teriknya terasa seperti matahari menambahkan amunisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya berbisik dalam hati, apa sinar yang begitu menusuk pertanda hujan akan datang?&lt;br /&gt;Setidaknya itu yang selalu dikatakan banyak orang.&lt;br /&gt;Suhu yang meninggi membuat uap air naik ke udara membentuk awan dan menjatuhkan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya berbisik, jika begitu, saya berharap setelah hujan biarkan matahari tetap ada.&lt;br /&gt;Sebab matahari akan mengundang datangnya pelangi.&lt;br /&gt;Dan saya pun sadar, ternyata matahari ada bukan hanya untuk membuat semua orang menggerutu atas sinarnya yang menerjang kulit, tapi karena dia bisa mendatangkan pantulan warna-warna indah di awan.&lt;br /&gt;Saking indahnya, orang menyebut pelangi sebagai waktunya para dewi-dewi mandi di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya cerita matahari dan pelangi ini mewarnai cerita hidup saya sebulan terakhir.&lt;br /&gt;Salah satu bulan terberat dalam hidup.&lt;br /&gt;Matahari menusuk tulang saya sampai ke sari-sari terdalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan, berlari dengan cepat untuk berteduh di pemberhentian baru.&lt;br /&gt;Atau menghadapinya dengan tenang sambil bertanya-tanya apa yang terjadi pada matahari.&lt;br /&gt;Mungkinkah lapisan pelindung sinarnya semakin menipis sehingga cahaya yang dulu lembut berubah wujud menjadi merah dan memanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya pilih?&lt;br /&gt;Saya pilih menghadapi panasnya.&lt;br /&gt;Saya terus mencari jawaban apa yang terjadi pada sinar lembut saya.&lt;br /&gt;Saya menelisik apa yang terjadi pada lapisan pelindung sinar.&lt;br /&gt;Apa yang harus ditambah untuk kembali membuatnya menghantarkan kehangatan sifat matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus berusaha karena saya cukup keras kepala untuk menyerah dan berhenti di tempat teduh yang asing.&lt;br /&gt;Saya memilih bertahan karena ketika saya menyentuh matahari, saya tahu dia masih sanggup mendatangkan pelangi.&lt;br /&gt;Ya, saya percaya pelangi itu akan segera datang.&lt;br /&gt;Seperti saya percaya matahari saya adalah identitas kehangatan yang melengkapi keberadaan saya.&lt;br /&gt;Ya, kupu-kupu tak pernah indah meliukkan tubuhnya tanpa hangat sinar matahari yang membentuk siluet tarian kedua sayap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah hasil akhirnya, saya menantikan pelangi bukan karena hujan menghapus semua jejak matahari.&lt;br /&gt;Tapi justru karena sinar matahari mampu meneduhkan langit dengan curahan hujan dan menutupnya dengan alur pelangi yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya akan tetap menunggu pelangi bersama matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1385678285655912196?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1385678285655912196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1385678285655912196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1385678285655912196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1385678285655912196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/09/merindukan-pelangi.html' title='Merindukan Pelangi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TH8nw-olWxI/AAAAAAAAAOs/VCGxaV0GF-s/s72-c/butterfly+rainbow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3301197601005319797</id><published>2010-08-23T21:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T21:07:19.067-07:00</updated><title type='text'>Saya Terluka</title><content type='html'>Saya terluka.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya terkapar.&lt;br /&gt;Meringankan tubuh tanpa mengerti harus ke mana.&lt;br /&gt;Memutar semua kepingan yang begitu indah terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melemah.&lt;br /&gt;Meneteskan air mata.&lt;br /&gt;Melontarkan beribu pertanyaan dan berpikir kemana perginya mimpi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpuruk.&lt;br /&gt;Tidak pernah sedalam ini, seingat saya.&lt;br /&gt;Saya kecewa.&lt;br /&gt;Tidak pernah seterluka ini, seingat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya mengapungkan diri di atas dinginnya air laut.&lt;br /&gt;Mengalir dan membuang segala ketakutan yang ada.&lt;br /&gt;Mencuri kembali kedamaian yang diselipkan laut dalam bilur-bilur kebeningan udara.&lt;br /&gt;Ya saya mencoba.&lt;br /&gt;Mencoba menyembuhkan luka yang mungkin akan selalu meninggalkan bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehkah bila kupu-kupu merindukan dinginnya air laut?&lt;br /&gt;Anehkah bila kupu-kupu menutup badannya dengan sayap yang terkoyak?&lt;br /&gt;Anehkah bila aku memilih bertahan?&lt;br /&gt;Seorang teman berbisik,&lt;br /&gt;"Tak ada alasan untuk menyerah, sama seperti tak ada alasan untuk menitipkan mimpi pada yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya bisa katakan, saya terluka, sambil mengusap hati yang masih bersinar.&lt;/p&gt;  &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3301197601005319797?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3301197601005319797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3301197601005319797' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3301197601005319797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3301197601005319797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/08/saya-terluka.html' title='Saya Terluka'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-358103668836853808</id><published>2010-08-09T09:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T10:02:39.748-07:00</updated><title type='text'>Merelakan Kata,Menyimpan Memori</title><content type='html'>Dalam dunia psikologi,karakter manusia,konon katanya dibagi menjadi sanguinis, platonis, melankolis, dan apa ya, saya lupa satu lagi.Entah masuk kategori yang mana, tapi saya adalah orang yang suka bermain dengan kata-kata. Buat saya, kata-kata adalah sandi dari realitas. Itu kenapa dari saya SD, selalu punya diari. Untuk menyandikan realitas yang saya lalui. Berharap ketika satu hari nanti ada yang baca, apakah itu anak,cucu,cicit, atau orang lain, mereka bisa memecahkan sandi-sandi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu diari saya berbentuk buku. Dari buku tulis biasa tanpa merek, sampai Sinar Dunia, hingga diari yang terbuat dari kertas daur ulang yang dibuat sedemikian apik. Kini, diari saya ada dua bentuk. Buku dan digital, yang buku mulai sering ditinggal. Bukan karena merasa benda itu primitif tapi karena faktor bersentuhan dengan teknologi yang tinggi. Walhasil, diari digital dimiliki. Bahkan 2 sekaligus. Versi blogspot dan wordpress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemarin, saya sadar bahwa saya punya diari tambahan. Akibat hadiah romantis dari pacar, saya punya perangkat HP baru. Spesifikasinya, Smartphone. Tapi ngga terlalu smart, karena HP baru ini, tidak bisa menampung ratusan SMS yang saya simpan rapi-rapi di HP yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, saya suka menyimpan SMS dengan kata-kata yang bagus. Atau SMS dengan momen-momen khusus. mulai dari SMS teman yang memberikan arahan ke rumahnya, sampai SMS yang menunjukkan kebawelan saya apabila sedang mabok. Atau ucapan selamat ulang tahun dari berbagai teman tersayang dengan berbagai gaya ekspresi mereka. Sedih sekali ketika saya harus merelakan diri untuk menghapusnya. Saya masih ingat situasinya dan masih terbawa suasana. Tapi tetap sedij, karena sandi memori yang dibekukan terpaksa dicairkan untuk kemudian menguap ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sedih ketika saya harus melakukan hal yang sama pada SMS pacar saya. SMS-SMS itu menyandikan dengan sempurna setiap momen yang kita lalui. Mulai dari awal-awal pacaran dengan nada yang menggebu-gebu, berantem-berantem kecil dan besar yang amat disesali tapi dihargai sebagai pembelajaran untuk saling mengerti, sampai masa-masa kematangan dalam mengekspresikan cinta. SMS itu menceritakan bagaimana saya dipanggil tanggerine, mentega terbang, neng, sampai honey. SMS itu juga cerita betapa kita pernah melalui natal dan lebaran bersama. Bahwa perayaan dia adalah perayaan saya juga. Dia mendambakan pohon natal dengan bulan sabit dan bintang, plus makanannya ketupat :D Atau masa-masa kita dipisahkan ribuan mil bahkan samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersusah payah saya menghapusnya sambil berdoa, Pemiliki Memori tidak menghapus semua itu dari kepala. Karena dari semua SMS yang terhapus itu, menampilkan garis yang sama, yaitu garis kebersamaan dengan orang-orang luar biasa. Ah indahnya hidup ketika semua sandi bisa diartikan dengan sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-358103668836853808?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/358103668836853808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=358103668836853808' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/358103668836853808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/358103668836853808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/08/merelakan-katamenyimpan-memori.html' title='Merelakan Kata,Menyimpan Memori'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4825345817981270995</id><published>2010-07-15T09:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T09:59:46.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malam romantis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bulan sabit'/><title type='text'>Malam Romantis Sang Bulan Sabit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TD8-HbEoyDI/AAAAAAAAAOc/pHLxDSszRjA/s1600/Image019.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 217px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TD8-HbEoyDI/AAAAAAAAAOc/pHLxDSszRjA/s320/Image019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494178367662508082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, bulan sabit tanpa bintang apapun di sekitarnya. Kami memutar roda supra fit menuju daerah Cikini. Makan di restoran mahal yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, pabrik keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih duduk di luar, memandangi kincir angin buatan yang menjadi simbol Holand Bakery. Dengan kursi dan meja kayu, kami hanya diterangi lilin kecil yang mengapung di wadah kaca bening. Romantis? Tidak juga, tapi sangat MENYENANGKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia duduk di depan saya, memandangi lekat-lekat saat saya mencoba membaca menu makanan. Saat saya tersadar tengah menjadi pusat perhatian, yang terucap hanya, "Sayang kenapa?" Laki-laki berbaju garis-garis biru dan abu-abu itu hanya berucap, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngga papa. I miss you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Padahal&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;malam sebelumnya kami baru saja bertemu. Bercanda, saling menggoda, sampai berkali-kalil bilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I Love You.&lt;/span&gt; Dan malam itu, lelaki saya meminta saya bercerita. Bercerita tentang diri saya. Tapi yang keluar adalah apa yang saya lakukan bersama teman-teman saya. Hihihiihihii karena satu hari pasti ada interaksi menarik antara saya dengan teman-teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pacar saya adalah tipe penyendiri, suka bergulat dengan buku, berpikir keras bahkan sampai mengernyitkan dahi. Tapi hari itu, dia merasa kesepian, mencari saya berkali-kali melalui SMS. Berharap saya bisa menghabiskan satu hari itu hanya bersama dia. Dan kali ini giliran saya yang bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sabar ya sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dua malam yang menyenangkan dan sangat sempurna dengan duduk berdua menikmati makanan sambil menatap satu dengan yang lainnya. Rasanya seperti baru pacaran dan kami pun teringat sudah 3,5 tahun menikmati semua ini bersama. Banyak yang berubah, dari saya dan juga dia. Termasuk rasa cinta yang kami punya, itu berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah menjadi lebih baik. Berubah menjadi lebih yakin. Dan berubah menjadi berani menatap masa depan. Menyenangkan. Iya menyenangkan untuk bisa melalui semua itu bersama kamu sayang. Terima kasih untuk 2 malam ini dan doa terbaik untuk kamu, aku, dan kita.      &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4825345817981270995?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4825345817981270995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4825345817981270995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4825345817981270995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4825345817981270995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/07/malam-romantis-sang-bulan-sabit.html' title='Malam Romantis Sang Bulan Sabit'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TD8-HbEoyDI/AAAAAAAAAOc/pHLxDSszRjA/s72-c/Image019.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2115313082869379218</id><published>2010-07-11T10:06:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T10:49:22.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='katarsis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reuni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan'/><title type='text'>Merasa Asing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TDoD_8SoiwI/AAAAAAAAAOU/K45Lt--gV6A/s1600/dare_to_be_indifferent.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 226px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TDoD_8SoiwI/AAAAAAAAAOU/K45Lt--gV6A/s320/dare_to_be_indifferent.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492707092582664962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang berubah, saya percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dulu, ayah saya sering sekali mengucapkan dan menuliskannya di secarik kertas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua hal berubah, kecuali hukum perubahan. &lt;/span&gt;Sewaktu SMP, kata-kata itu saya anggap sebagai kata-kata pengulangan yang menarik untuk diucapkan. Saya belum berpikir filosofis, tapi saya sudah mulai percaya bahwa kata-kata itu mengajarkan saya akan tak ada yang abadi di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah sekian lama menjalani perubahan serta bertemu dengan perubahan orang lain, satu yang saya sadari, perubahan selalu menawarkan rasa asing yang sama. Rasa tak mengenal, kaget, terpojok, hingga ingin segera melalui perubahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, saya mengalaminya. Setelah 13 tahun tak bertemu, saya hanya merasa nyambung dengan teman-teman ketika sesi ceng-cengan di mulai. Hanya dibagian itu saya tak merasa asing, kaget, atau bahkan terpojok. Walhasil, saya lebih banyak diam. Iya, diam. Bayangkan orang sejerewet saya bisa lebih banyak diam :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bercerita dengan Nida, apakah saya yang terlalu berlebihan merasa aneh atau memang topik pembicaraanya tak bersentuhan dengan gelombang energi saya. Di sisi lain, saya merasa takut berpikir gelombang energi saya tak bersinggungan. Karena jika diantara 4 orang yang bertemu, hanya saya yang merasa tak nyambung, berarti masalah koneksi ada di saya kan? Trus Nida bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Cobalah untuk 'bermain' dengan cerita mereka sekali-kali. Lumayan buat refreshing." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masalahnya, merasa asing itu ngga enak banget. Merasa apakah kita harus menggadaikan jati diri demi sebuah kenangan masa lalu atau bertahan pada posisi yang sekarang dan merasa tak diterima seperti dulu. Walaupun sebenarnya saya bisa membuatnya lebih sederhana, yaitu dengan menyakini bahwa semuanya berubah kecuali hukum perubahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2115313082869379218?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2115313082869379218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2115313082869379218' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2115313082869379218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2115313082869379218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/07/merasa-asing.html' title='Merasa Asing'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TDoD_8SoiwI/AAAAAAAAAOU/K45Lt--gV6A/s72-c/dare_to_be_indifferent.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2118257885788680238</id><published>2010-06-12T22:34:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T00:22:10.833-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kami Memilih Untuk Percaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TBSG6Y6RAjI/AAAAAAAAAOM/b4O3J3E9gM4/s1600/famous-love-poems.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TBSG6Y6RAjI/AAAAAAAAAOM/b4O3J3E9gM4/s320/famous-love-poems.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482154984094106162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti sering mendapat nasehat,"Hati-hati dengan ucapanmu!" atau "Ucapan itu adalah doa, jadi berpikirlah sebelum mengatakan sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sewaktu saya masih kuliah dan memutuskan keluar dari kepompong, saya tiba-tiba jatuh cinta dengan pluralisme dan inklusifitas. Garis saya tak sejajar dengan pikiran orang yang mengatakan keberagaman hanya bisa dimaknai masuk akal ketika levelnya hanya sebagai warna dalam kehidupan sosial. Tapi begitu masuk level rumah tangga, harus seragam karena itu yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa itu ideal? (Menurut kebanyakan orang) keseragaman dalam rumah tangga membuat semuanya jadi lebih mudah. Iya mudah, karena kalau menikah dengan yang satu suku bisa memperkecil proses belajar perbedaan budaya. Dan ketika menikah dengan yang satu agama, akan jelas mengikuti libur hari raya yang mana. Oke, saya terdengar sarkastik mungkin, tapi itulah yang saya tangkap dari mengapa pluralisme sedikit rumit masuk pada dunia pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang saya pilih? Saya menaksir orang-orang yang berbeda agama dan suku. Alasannya sederhana, hanya untuk melawan pikiran orang. Hahahaha...iya saya termasuk orang yang suka membangkang. Saya ingat, ketika kuliah pernah menaksir laki-laki yang 3 tahun di atas saya. Anaknya terkenal soleh, pintar, dan sangat sederhana. Tau apa yang saya lakukan? Setiap kali dia datang ke kampus, saya akan memilih posisi duduk yang memungkinkan saya untuk melihatnya lekat-lekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat saya, sekali, dua kali, karena unsur ketidaksengajaan. Tapi lama-lama dia menyadari, bahwa saya menatapinya lekat-lekat. Kami beradu mata, beberapa menit tapi selalu dia yang 'menyerah'. Oke sama laki-laki ini saya hanyalah his secret admirer, namun saya berniat membuat novel tentang kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya memfiksikan kami berdua dalam cerita yang saya karang. Dia menikahi saya. Di kamar kami, ruang yang sangat pribadi, ada dua kitab suci. Alkitab dan Al Qu'ran. Saya menjadi penulis, dia pekerja kantoran. Dia sholat subuh, saya baru saja terlelap usai menulis semalam suntuk. Dan dicerita ini, saya melukiskan, kami tidak disetujui oleh keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pemberontakan saya pertama kali melalui pikiran. Kala itu, saya menjadikan dia sebagai media untuk mengkristalisasi keyakinan saya bahwa pluralisme dalam pernikahan itu bisa kok. Asal mau dan berani menerima konsekuensinya ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kehidupan nyata, saya mendekati dua laki-laki sekaligus. Yang pertama, awalnya sahabat tapi entah kenapa cupid melemparkan mantranya pada saya, hingga saya jatuh cinta pada sahabat saya. Saya tak langsung mengatakannya, saya pendam bertahun-tahun, karena saya menghargai hubungannya dengan kekasihnya yang di pulau seberang. Tapi akhirnya, dia putus. Saya tak langsung mengekspresikan perasaan, padahal saya terkenal sangat ekspresif, adalah teman saya yang memberitahu pada laki-laki ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan kami naik satu level, dan saya cerita pada ibu saya. Reaksi pertamanya, jangan...jangan sama yang batak itu...dengan berbagai alasan yang dia sampaikan. Iya, kami sama-sama orang batak, tapi ternyata belum cukup. Harus dari jenis batak yang sama. Saya mencoba mengerti, walaupun saya dongkol dan merasa tak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada laki-laki yang satunya lagi, saya sempat berbicara panjang lebar dengannya ditelepon hingga subuh datang. Kami pergi berdua beberapa kali untuk mencoba lebih mengenali satu sama lain. Hingga pada akhirnya, ayah saya bereaksi. Dia bukan batak dan katolik, jadi jangan (Ya kira-kira beginilah reaksinya, saya hanya mencoba memotong cerita saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya lakukan, saya marah dan dongkol setengah mati. Akhirnya saya menulis cerpen pendek soal ini. Judulnya Sekar vs Kebencian. Dan semenjak itu, saya semakin mencintai pluralisme dan mencoba untuk tidak berdiri di satu pemikiran. Saya memilih bebas dan melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun berlalu. Tanpa sengaja, saya bertemu dengan pacar saya yang sudah saya pacari kurang lebih 3 tahun belakangan. Dia muslim jawa yang dibesarkan dengan kekentalan Muhammadiah yang tidak bisa dipertanyakan lagi. Dia lulusan Sejarah Islam-IAIN Jakarta. Komplit kan ;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal kami pacaran, begitu banyak yang harus diyakinkan bahwa ini bukan sekadar gita cinta anak muda. Paling utama menyakinkan orang tua dan kerabat, karena teman-teman saya hanya berujar bahwa saya menjalani apa yang selama ini saya yakini dalam pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa disengaja, beberapa teman saya pun menjalani pacaran lintas agama. Ya rasa senasib dan sepenanggungan itu ada. Tapi beberapa waktu lalu, salah satu teman kita yang pacaran lintas agama, mengakhiri hubungannya. Justru katanya, setelah kekasihnya membaca blog saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya shock luar biasa. Saya coba mengingat-ingat, bagian mana yang membuat dia berpikir harus putus. Saya merasa tak enak dan ingin bertanggung jawab. Aneh memang, tapi saya ingin sekali berbicara dengannya. Tapi karena saya hanya kenal pihak laki-lakinya, saya kemudian memutuskan untuk menulis posting ini dan berharap dia membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya pada pacar saya, apa yang membuat mereka tidak yakin dan kita yakin. Dia bilang, mereka masih terlalu muda dan kita sudah cukup matang. Buat saya, usia bukan batasan itu hanya penanda berapa banyak waktu yang sudah kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya lagi, apakah di awal-awal kita yakin? Well jujur, alasan saya memilih pacaran sama dia...karena dia pintar dan nge-klik aja ketika saya ajak bicara soal agama, filsafat, dan meminta dia bercerita mengenai Islam Sunni dan Syiah. Saya merasa dia mengikuti alur pikiran saya, padahal waktu itu kita baru bertemu pagi dan malamnya berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam waktu 2 minggu perkenalan, kami merasa siap. Bagaimana dengan perbedaan yang ada...yah nekat aja dulu. Itu dari sisi saya, karena toh dari dulu saya tida pernah merasa takut dengan perbedaan agama dalam level pernikahan, apalagi pada level pacaran. Walaupun saya tahu, kedua orang tua saya sangat kaku. Saya hanya menyakini saya sayang dia dan radar saya cukup baik untuk menangkap mana laki-laki yang serius dan tidak. Yah setidaknya setelah 2 kali HTS-an wakakakakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari sisi pacar saya, saya ingat dia pernah bertanya, "Gimana dengan perbedaan kita?" Yah saya jawab, "Ngga ada masalah dengan itu kan." Tapi waktu saya bertanya lagi (karena kejadian teman kita yang putus itu) apakah ketika itu dia yakin, jawabnya dia yakin. "Aku justru tidak yakin sama kamu ketika itu, karena kamu cuman nekat." Hahahahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang merubah semuanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu. Terdengar klise mungkin, tapi perjalanan waktu membuat saya mengerti mengapa harus dia yang saya pilih. Mengapa harus dia yang harus saya perjuangkan. Berbagai canda tawa, emosi, dan tangisan, membuat saya mengerti bagaimana dia menenangkan saya. Tak hanya itu, waktu juga membuat saya selalu berdoa setiap malam agar Sang Entitas Agama, membuat segalanya indah pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian teringat, betapa dulu sewaktu kuliah saya selalu mengompori teman saya untuk menyatakan perasaannya pada laki-laki yang diincar. "Ngga ada yang salah dengan rasa cinta kita. Dan ngga ada ruginya mengekspresikan perasaan diri sendiri. Kalau kita udah ngga percaya dengan perasaan kita, maka kita tidak bisa menyakini apa-apa. Karena keyakinan itu adalah bagaimana menjadi jujur terhadap diri sendiri." Hahaha teman-teman saya akhirnya memberanikan diri untuk menembak targetnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya buat saya, kenapa saya memilih yakin, karena saya ingin jujur terhadap diri saya. Bahwa apa yang saya pilih sekarang adalah kondisi logis dari apa yang saya yakini mengenai pluralisme. Tidak ada yang salah dengan agama atau suku, sama seperti tak ada yang salah dengan rasa cinta. Yang salah adalah bagaimana orang mempersepsikan agama dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut pacar saya, apa yang membuat kita yakin adalah karena kita tidak pernah memberi pretensi apa-apa terhadap identitas yang melatarbelakangi semuanya. Kita hanya percaya, cinta itu ada dan cinta itu yang menguatkan kita untuk sampai pada titik keyakinan. Seperti keyakinan terhadap Pemilik Kehidupan, we just believe He exist..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat seorang teman yang mungkin sedang membaca tulisan ini, pengen banget ngobrol langsung. Bukan untuk merubah pikiranmu atas keputusan yang sudah dibuat tapi mengenai bagaimana serunya punya teman baru ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2118257885788680238?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2118257885788680238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2118257885788680238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2118257885788680238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2118257885788680238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/06/mengapa-kami-memilih-untuk-percaya.html' title='Mengapa Kami Memilih Untuk Percaya'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/TBSG6Y6RAjI/AAAAAAAAAOM/b4O3J3E9gM4/s72-c/famous-love-poems.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8192517401719808322</id><published>2010-05-03T11:11:00.001-07:00</published><updated>2010-05-03T11:11:20.791-07:00</updated><title type='text'>Jika Saya Bukanlah Saya!</title><content type='html'>Entah bagaimana ceritanya, saat lagi menikmati Burger King bersama pacar saya, terlontar pertanyaan dari dia mengapa saya mau menjadi jurnalis. Tapi bukannya menjawab pertanyaan, saya malah bertanya, kira-kira hidup akan seperti apa jika kita tak memilih jalan hidup yang sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbayang, saya akan jadi perawat karena ibu saya ingin sekali jadi perawat. Sewaktu SMP, saya sudah diarahkan menjadi perawat karena lebih mudah mencari pekerjaan. Tapi karena saya merasa butuh cerita masa-masa SMP, seperti film-film Indonesia era 80-an, saya berhasil merayu mama saya untuk masuk perawat setelah lulus SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, masa SMA membuat saya tertarik dengan komunikasi. Untungnya mama saya tak pernah memaksa, bahkan mama yang mendorong saya untuk mencoba komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seandainya saya jadi perawat, yang pasti saya tak akan ketemu dengan pacar saya. Saya menikah muda. Menikah dengan orang Batak yang totok dan tak akan pernah berpikir untuk memiliki persepsi di luar orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pacar saya, saya membayangkan dia akan menjadi ulama atau guru ngaji yang menikahi isteri berjilbab. Menjadi orang yang pasrah karena tak pernah mengkritisi apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya membayangkan lagi, mungkin saya kita bertemu tapi dalam konteks yang berbeda. Bisa jadi sebagai sesama pengunjung mall atau konsumen restoran junk food. Bahkan sangat mungkin kami duduk bersebelahan tapi saling mencibir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihihihihhi..Lucu ya kalau kita membahas apa yang terjadi jika kita memilih untuk tidak menjadi kita yang sekarang. Mungkin saya tak akan memilih menjadi feminis, menggilai dunia tulis menulis, dan mengikuti ajaran Kristen tanpa mengkritisi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya bisa jadi tak pernah keluar negeri. Dan diumur sekarang sudah dipusingkan dengan anak yang lebih dari satu. Yang pasti hidup saya akan berubah 360 derajat. Tapi apa iya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dalam ilmu perjodohan, apapun yang terjadi sudah digariskan. Karena kalau memang saya dan pacar ditakdirkan untuk bertemu, apapun bentuk pertemuaannya tetaplah bagian dari perjalanan waktu yang harus dilalui. Sebab sebenarnya inti dari jodoh atau tidak adalah pertemuan. Dan ketika jodoh itu masuk pada level yang lebih dalam, maka sesi pertemuan tak hanya terjadi sekali atau dua kali tapi selamanya. Seperti kita tak menonton film mengenai kembali ke masa lalu dari masa depan, pasti ada hal-hal yang tak bisa diubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau mau jujur, saya merasa jika saya tak menjadi diri saya yang sekarang, pasti dunia saya sangat monoton. Serba teratur dan serba sesuai dengan tanggapan banyakan orang. Buat saya sih kurang seru, karena saya mungkin hanya melakukan apa yang menurut orang lain harus saya lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, saya merasa sangat bersyukur sekali untuk setiap proses yang telah saya lalui. Bahkan untuk proses yang akan dilalui yang wujudnya belum jelas, sebab konsekuensi memilih untuk menjadi beda dari orang kebanyakan, saya percaya perjalanan waktu saya akan lebih dinamis. Bukannya saya mau bilang menjadi perawat akan monoton, tapi lebih kepada hal berbeda apa yang akan terjadi pada saya jika memilih tidak menjadi saya yang sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga saya prediksi tidak seru akan terjadi ketika saya menjadi yang lain dari sekarang adalah tidak punya pacar yang baiknya luar biasa. Dengan kesabaran yang dia punya, saya yakin dia jodoh saya :D Ini semakin menyakinkan saya, bahwa pilihan saya tak pernah salah. Terima kasih Pemberi Pilihan yang senantiasa membuat saya mendengar kata hati saya. Sebab kata hati adalah lentera penunjuk jalan kehidupan yang penuh teka-teki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8192517401719808322?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8192517401719808322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8192517401719808322' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8192517401719808322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8192517401719808322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/05/jika-saya-bukanlah-saya.html' title='Jika Saya Bukanlah Saya!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2274020791596512854</id><published>2010-04-03T09:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T09:51:17.675-07:00</updated><title type='text'>Belum Sekarang, Tapi Segera!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S7dx7SXJzzI/AAAAAAAAAN8/3ae-XmEohFY/s1600/writing.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S7dx7SXJzzI/AAAAAAAAAN8/3ae-XmEohFY/s200/writing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455954736937815858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa (31/3) kemarin, saya dapat pesan yang mengejutkan pada account Facebook saya. Seorang teman yang tidak sengaja membaca blog ini mengirimkan berita menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai awalan, saya akan menceritakan sedikit mengenai pemberi berita. Namanya Nung Nurchasanah, kalau tidak salah 1,5 tahun lalu, dia meninggalkan comment di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/09/sindrom-ovarium-polikistik.html"&gt;Sindrom Ovarium Polikistik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Karena ternyata kami sama-sama mengalami gangguan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, kami berbicara di yahoo messenger. Bertukar informasi dan saling menyemangati. Dari situlah kami berkenalan. Saya tahu, Nung bekerja di penerbitan buku. Dan saya sempat bertanya, mengenai pekerjaanya. Maklum, saya tergila-gila dengan dunia tulis menulis dan saya ingin mengabdikan hidup saya pada dunia ini. Jadi ada beberapa aspek yang membuat kami seperti berada dalam "garis" yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tak saling bicara, tiba-tiba Nung mengirimkan message di FB dengan subjek, Minta Nomer Hape". Saya membukanya usai liputan launching ensiklopedia parenting di Kemang. Saya senang luar biasa membaca message Nung, DIA MEREKOMENDASIKAN SAYA KE PENERBITNYA!! Penerbitnya tengah mencari penulis untuk tema kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lucunya, Nung minta maaf karena sudah terlalu lancang merekomendasikan saya. Hihihiih to be honest, saya ngga melihat itu sebagai kelancangan sama sekali. Itu kabar gembira yang harus saya ucapkan terima kasih berkali-kali. Karena saya ngga pernah menyangka, kesempatan itu datang dari seseorang yang kebetulan membaca blog saya. Well you never know when the opportunity shows up :D And Nung, you made my day runs perfect :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, saya membuka email yahoo saya dan menemukan salah seorang teman Nung memberikan penawaran. Saya segera membalas dengan memberikan nomer saya. Tapi di sore harinya, rekan Nung mengatakan, penulis lain lebih cepat memberi respon. Ntah mengapa saya tidak sedih, karena saya pikir nomer telepon yang sudah saya berikan akan jadi "pintu" sendiri buat saya untuk kesempatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pesan singkat Nung ini, menyadarkan saya akan segera mewujudkan mimpi saya. Jangan menunggu waktu lama, sudah waktunya untuk bergerak. Sudah waktunya untuk menciptakan kesempatan sendiri. Karena itu, pesan Nung jadi energi tersendiri buat saya. Bahwa legenda pribadi itu sudah tidak sabar untuk ditemui. Dan waktunya adalah SEKARANG!! Terima kasih Nung untuk pesan singkatnya yang memercik api semangat di kepala, dada, dan tanganku. Doa terbaik untuk kamu dan keluargamu :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun semakin percaya, bahwa Tuhan selalu berbicara dengan cara yang unik. Terima kasih juga Sang Pemberi Bakat, untuk simulasi semangat melalui Nung. Ayo kita realisasikan bersama legenda pribadinya. Karena saya percaya, setiap manusia dilahirkan untuk mewujudkan mimpinya. Itulah misi hidup yang menyenangkan untuk menjadi manusia yang tak sekadar lahir, menikah, beranak, dan mati. Hidup adalah rangkaian waktu untuk mewujudkan berjuta mimpi!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2274020791596512854?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2274020791596512854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2274020791596512854' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2274020791596512854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2274020791596512854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/04/belum-sekarang-tapi-segera.html' title='Belum Sekarang, Tapi Segera!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S7dx7SXJzzI/AAAAAAAAAN8/3ae-XmEohFY/s72-c/writing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8112790434078561349</id><published>2010-03-29T10:16:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T10:16:43.385-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi Itu Sulit</title><content type='html'>Malam ini saya menyadari bahwa setiap kata-kata sulit untuk dihapus. Irreversible, istilah ilmu komunikasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tadi pagi saya tulis terminologi itu dalam salah satu artikel saya yang membahas mengenai bagaimana membuat anak-anak mendengarkan orangtuanya. Yaitu, ketika marah, jangan pernah bilang "Dasar anak bandel". Sebab selain anak-anak lebih cepat merekam kata-kata negatif, kata-kata juga sulit dihapus. Ya sesuai terminologi komunikasi tadi. Lantas saya mengajak pembaca saya untuk lebih memilih membuat anaknya mengerti bahwa marah berlebihan hanya menghabiskan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat paham, betapa sulit mengerem kata-kata negatif keluar dari mulut. Maklum, saya termasuk orang yang frontal alias ceplas-ceplos. Saya terlalu ekspresif dan amat ngemar ngecengin teman-teman saya. Salah seorang teman liputan, menyebut saya kompor meleduk karena suka menggiring massa untuk menyerang satu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kalau saya sadar, cengan saya berlebihan, saya akan minta maaf. Walaupun saya tahu ngga gampang memaafkan saya, karena udah dipermalukan duluan baru saya minta maaf. Itu kenapa, saya lebih memilih orang-orang tertentu untuk menjadi pelampiasan blongnya rem kata-kata saya. Alias, hanya ngecengin yang orang-orang terdekat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti penyaringan itu membuat orang-orang terdekat saya aman dari sakit hati yang timbul dari kata-kata yang berseliweran dari mulut saya. Bahkan mungkin ada yang menjadi tidak nyaman dengan kehadiran saya. Maka kadang-kadang saya bisa sangat sensitif ketika ada perubahaan sikap dari orang-orang terdekat saya. Yang terlintas dipikiran saya, jangan-jangan gua salah ngomong nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah sampai tahap merasa seperti itu, saya bisa drastis mengerem kata-kata pada orang tersebut. Saya bisa menjadi santun dan formal kepada dia. Bagus mungkin, karena meminimalisir bertambahnya korban sakit hati. Tapi pertanyaan bijaknya, kenapa mesti nunggu sakit hati kan? Yah inilah kedunguan manusia, baru sadar kalau udah ada efeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ngga sih, Tuhan mikir kalau ngga dikasih proses sadar dari kesalahan, manusia sulit menjadi matang sesuai masanya. Tapi kalau dipikir lagi, bukannya Tuhan cinta perasaan damai ya, tanpa iri dengki? Trus kenapa mesti ada perasaan sakit hati? Jangan jawab bahwa semuanya ada hitam dan putih ya. Kalau ada damai ya mesti dilengkapi dengan sakit hati. Buat saya, jawaban ini ngga buat para ahli teologia atau pencari kebenaran menemukan esensi hidup. Datar kalau cuman begitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, dari situasi ngga enak hati karena sakit hati dari kata-kata yang kurang tepat dari seseorang, saya jadi bertanya banyak hal. Dan kebanyakan pertanyaan itu soal komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saya mengantar seorang perempuan Jepang yang menggilai King of Convinience (KOC). KOC manggung di Paris, dia ke sana. Dan di Indonesia, dia rela nonton di Bandung dan Jakarta demi dua laki-laki ganteng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Ingrrisnya terbata-bata, saya dan teman-teman juga sesekali lupa bahasa Inggris. Ada yang mencoba berbahasa Jepang, dan sedikit terbata-bata juga. Dan hebatnya dari komunikasi terbata-bata ini adalah kadang kala, kalimatnya belum selesai lawan bicara kita yang beda bangsa itu langsung paham. Akhirnya dua-dua akan mengangguk atau tertawa, simbol kesepahaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau dirunut, kita adalah dua orang berbeda dari dua kebudayaan berbeda dan bahasa ibu yang berbeda. Tapi justru lebih ngerti dengan bahasa terbata-bata. Bahkan ketika coba saling ngecengin dengan kemampuan bahasa terbata-bata itu, tanpa menyelesaikan kalimat, dua-duanya sudah saling mengerti. Seolah gesture tubuh dan ekspresi melengkapi jurang pemahaman yang ada dalam bahasa terbata-bata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh kenapa seperti keluar dari konteks ya, semakin keliatan kayanya saya coba melarikan diri dari kesalahan kata yang sulit dihapuskan dari seseorang. Yah sudahlah intinya, komunikasi itu sulit. Dan lebih sulit lagi membuat dua orang berada dalam rasa kata, kalimat, dan aksentuasi kalimat yang berbeda untuk masuk dalam level pemahaman bahwa semua kata-kata baik adanya. Karena yang membedakan hanya siapa yang mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika yang mengatakan adalah orang terdekat, kata-kata yang sulit terhapus semakin tegas. Kembali mengambil teori komunikasi karena kadang kalau lebih penting melihat siapa yang berbicara ketimbang apa yang dibicarakan. Who says what, to whom, with what channel, and with what effect. Jadi semakin dekat kualitas hubungannya, saluran komunikasinya memang makin dekat tapi efek yang ditimbulkan juga makin kuat. Artinya makin salah ngomong makin susah diluapin, bila yang ngomong itu orang terdekat. Yah mesti ngerem kata-kata nih kayanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8112790434078561349?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8112790434078561349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8112790434078561349' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8112790434078561349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8112790434078561349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/03/komunikasi-itu-sulit.html' title='Komunikasi Itu Sulit'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4057136755041277813</id><published>2010-03-21T09:48:00.001-07:00</published><updated>2010-03-21T21:42:59.207-07:00</updated><title type='text'>Esensi Berpasangan</title><content type='html'>Tiba-tiba berpikir kenapa agama sering kali mendengungkan betapa pentingnya berpasang-pasangan. Mungkin karena saya kangen berat dengan pacar saya hihihihih...oke it's starting out of the context.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih merasa butuh berpasangan, karena saya senang merasakan jatuh cinta. Senang berbagi kecupan dan pelukan dengan pasangan saya. Walaupun memang dua kepala berisi 2 hal yang berbeda, kisah cinta saya juga diisi denga berkali-kali ngambekan. Tapi ya senang aja bisa tahu kalau kita bisa manja-manjaan dan cerita apa aja ke orang yang mau memahami kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga jarang juga sih saya ngerasa membagi keindividualan saya dengan pacar. Kaya kalau kita mau jalan-jalan sama teman, merasa perlu untuk laporan. Atau ketika memiliki impian menyangkut masa depan, ada kebutuhan untuk menanyakan apakah itu akan mengganggu keberlanjutan hubungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6b0ZIvTSSI/AAAAAAAAAN0/CWbbzXvfWRc/s1600-h/37.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6b0ZIvTSSI/AAAAAAAAAN0/CWbbzXvfWRc/s200/37.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451313111658350882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebenarnya, pacar saya ngga akan menghambat saya, bahkan dia akan cenderung membantu. Namun seperti ada kode etiknya kalau berpacaran harus membagikan sebagian keakuan kita kepada pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa hubungan, situasi membagikan keakuan ini sering kebablasan hingga atas nama cinta, merasa berhak untuk membatasi ruang gerak. Jika sampai pada level kritis ini, kita pasti bertanya, ngapain harus berpasangan? Bukankah esensi diri adalah kita berhasil menikmati keakuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat saya yang nyentrik bahkan berani memutuskan untuk hidup melajang selamanya. Dia bilang, "Gw sangan menyintai keakuan gw sampe merasa ngga butuh berbagi dengan siapa-siapa, khususnya laki-laki." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang menanggapi keputusannya sebagai wujud sakit hati dari laki-laki. Malah ada yang bertanya, apakah dia pernah mengalami trauma parah hihihi. Tapi buat saya, itu hanya keputusan biasa seperti saya memilih berbagi hidup dengan pacar saya. Mungkin karena saya melihat sendiri betapa hidupnya sahabat saya ketika dia berjalan sendirian di teriknya Jakarta. I mean, litteraly walking karena dia suka jalan kaki. Atau ketika dia cerita dia mau ke gunung halimun sendirian atau ke karimun jawa sendirian. Buat saya, ya itulah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernah juga sih saya bertanya, kenapa gw ngga kepikiran untuk melakukan itu lagi ya. Dulu waktu belum pacaran, saya dan teman-teman merencanakan ke luar kota. Walaupun sedikit yang terkabul. Atau menghayal punya perpustakaan bareng dengan teman-teman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang malah kebalikannya, saya merasa lebih seru jalan-jalan sama pacar saya. Seru aja, karena saya bisa manja-manjaan. To be honest saya termasuk orang yg ngga mau repot kalau jalan-jalan. Pokoknya harus nyaman. Dan pacar sendiri lebih nyaman direpotin ketimbang teman kan hihihihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perpustakaan juga, saya pengen punya perpustakaan bareng pacar saya nantinya di rumah kita berdua. Bahkan saya berjanji untuk membeli buku di negara-negara yang saya kunjungi. Tujuannya untuk melengkapi perpustakaan masa depan. Amin :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, apa kita bisa bilang ternyata membagi keakuan bukanlah hal yang mengancam status individualitas kita. Karena pada intinya, sebagian besar hidup manusia diisi dengan saling berbagi. Apakah dengan sahabat, keluarga, atau pacar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seharusnya, agama menekankan nikmatilah hidup dengan berbagi banyak hal kepada semua orang yang membuat kita nyaman. Kalau kita nyaman untuk berpasangan (baca: berbagi hidup) dengan teman-teman, maka nikmati. Dan hal yang sama juga terjadi jika kita merasa nyaman berpasangan dengan pacar. Yah berpasangan tidak harus mengenal jenis kelamin karena bagaimana pun juga berpasangan lebih baik dari pada sendiri. Sebab semuanya mengenai mari berbagi :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4057136755041277813?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4057136755041277813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4057136755041277813' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4057136755041277813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4057136755041277813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/03/esensi-berpasangan.html' title='Esensi Berpasangan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6b0ZIvTSSI/AAAAAAAAAN0/CWbbzXvfWRc/s72-c/37.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1106814343521364454</id><published>2010-03-20T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T00:58:26.239-07:00</updated><title type='text'>Only with Strenght and Hope</title><content type='html'>Saya lagi dibuai oleh duet suami-isteri yang luar biasa, Endah and Rhesa. Duo bergaya nyentrik dengan permainan yang sangat apik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, saya diberi CD yang berisi band-band Indie oleh sahabat saya Hanida yang akrab dipanggil Nida. Mulai dari Sore, Efek Rumah Kaca, Endah and Resa, sampai King Of Convenience. Semua band punya kharismanya masing-masing. Benar-benar menghipnotis dengan cara yang beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika saya mendengarkan Endah and Rhesa, yang terbayang adalah Norah Jones. Dulu sewaktu kuliah, saya menggilai Norah Jones. Saya memutar lagunya berulang-ulang, sampai pita kasetnya meletot tapi Norah tetap bernyanyi buat saya :D Perjalanan Bandung-Jatinangor melalui jalan tol yang masih banyak sawah itu memberikan romantisme tersendiri buat saya. Plus saat itu, untuk mengejar kuliah pagi, saya harus jalan dengan suasana sedikit berembun di tol yang sepi. Ah nikmati sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setiap kali saya pulang ke Jakarta dengan kereta, Norah Jones membuat saya menghayal bernyanyi di tengah sawah-sawah itu dengan gaya baju Erika Badu. Gosh, her voice really fly me away. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini juga yang saya rasakan ketika mendengar Endah and Rhesa. Di atas "pohon beton" saya nangkring di lantai 14. Tepat di dalam gedung berkaca yang membantu saya melihat Jakarta dengan jarak pandang yang bisa sampai arah Kelapa Gading. Endah and Rhesa membuat saya menjalani deadline-deadline dan tuntutan kantor dengan lebih relaks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terselamatkan dari tekanan sekitar yang kadang kala ngga masuk akal. Hanya karena hal sepele yang tak perlu dibuat emosi, semuanya bisa buyar dan menelan ludah kepahitan. Tapi Endah and Rhesa bernyanyi buat saya. Judulnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Thousand Candles Lighted&lt;/span&gt;. Gosh kata-katanya puitis banget dan benar-benar membantu kita untuk membuka mata bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Only with strength and hope we bring a better tomorrow&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin percaya bahwa setiap hal yang kita lakukan hari ini akan membuat setiap kata-kata doa yang dinyalakan akan membawa hari esok yang lebih baik. Bahwa setiap bunga yang merekah adalah bukti setiap pergantian hari adalah sebuah keindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya berbicara dengan Sang Pencipta Kehidupan dengan banyak medium. Termasuk ketika dengan sengaja Dia membawa saya pada penampilan live Endah and Rhesa di acara launching produk shampoo wanita. Saya merinding melihat cara mereka berkomunikasi melalu lagu. Bahkan sesekali Endah menggoda Rhesa dengan kata-kata centilnya mengenai rambut keriting sang Suami. But hey, they talking about love. Matanya, bahasa tubuhnya, petikan gitarnya, semua berbicara mengenai kesempurnaan satu sama lain ketika bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sempurna, rasanya itu yang membuat mereka bisa begitu santai membawakan lagu-lagu. Karena itu sudah mengalir dalam keseharian mereka. Dan mereka benar-benar berbicara bahwa akan selalu ada esok yang lebih baik, only with strength and hope. Makasih ya Sang Pencipta Keindahan, untuk semangat baru yang dialunkan melalui mereka berdua. Terima kasih untuk kepercayaanya membuat saya bisa menikmati semua ini. Yuk kita main bareng lagi, udah lama kayanya kita ngga berbicara dari hati ke hati. Thanks for Your short note trough this marvelous couple.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6R_srlTbsI/AAAAAAAAANs/pcJgJcAmD40/s1600-h/cd1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6R_srlTbsI/AAAAAAAAANs/pcJgJcAmD40/s200/cd1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450621854615301826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thousand Candles Lighted&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thousand Candles Lighted, and each candle is a prayer&lt;br /&gt;Let us break the darkness through this little candle light&lt;br /&gt;Let us throw the darkness through this little candle light&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thousand flowers bloom, and each flower is a hope&lt;br /&gt;Let us be the people who bring a better tomorrow&lt;br /&gt;With strength and hope we cover it by love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only with strength and hope we bring a better tomorrow&lt;br /&gt;Only with strength and hope we build a better tomorrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know someone standing forward in his believe in&lt;br /&gt;The most person with a big hope and strength&lt;br /&gt;And a part of him has grown in me&lt;br /&gt;Inspired my whole life&lt;br /&gt;he brings me to a new vision of life.. as time goes by&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;even death do us part&lt;br /&gt;separate us in a distance but not in heart&lt;br /&gt;but the spirit stay somewhere in my heart&lt;br /&gt;give me a reason to never giving up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and he’s not afraid of the dark &lt;br /&gt;cause the dark is part of our life&lt;br /&gt;but he’s worry for the dimness, &lt;br /&gt;cause the dimness means you’re giving up&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1106814343521364454?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1106814343521364454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1106814343521364454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1106814343521364454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1106814343521364454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/03/only-with-strenght-and-hope.html' title='Only with Strenght and Hope'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S6R_srlTbsI/AAAAAAAAANs/pcJgJcAmD40/s72-c/cd1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-924131698820372849</id><published>2010-03-13T10:49:00.001-08:00</published><updated>2010-03-13T10:49:15.826-08:00</updated><title type='text'>Surat cinta untuk sayang</title><content type='html'>Aku ngga bisa bobo...udh jam 2 malem dan sebenarnya mata udh kiyep2...tapi males bobo...Yang kepikiran cuman, "Aku sayang kamu ya sayang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok kita pacaran ya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-924131698820372849?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/924131698820372849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=924131698820372849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/924131698820372849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/924131698820372849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/03/surat-cinta-untuk-sayang.html' title='Surat cinta untuk sayang'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6400551293982977449</id><published>2010-02-28T03:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T04:30:48.793-08:00</updated><title type='text'>Express your self children</title><content type='html'>Kemarin saya bersama Astried dan Ary, berkunjung ke rumah senyumpagi, menggantikan miss Ika Krismantari yang tidak bisa mengajar anak-anak asuhnya. Maklum, miss Ika lagi "memburu" ilmu di Berlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu banyak cerita kalau main ke rumah senyumpagi. Walupun di awal-awal saya dan Athied bingung untuk mengajarkan mereka apa yang terlintas di kepala hanya mengajak mereka bermain. Jadilah disepakati untuk mengajak mereka bermain origami dengan menuliskan perasaan mereka kepada Miss Ika yang beribu-ribu kilometer jauhnya. Pesannya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Miss Ika&lt;br /&gt;We miss you so much&lt;br /&gt;Come back soon&lt;br /&gt;and bring us some souvenir &lt;br /&gt;Best regards,&lt;br /&gt;Priska&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya dan Athied membolehkan mereka untuk menulis surat kepada siapapun, tapi pilihannya tetap MISS IKA :D Ekspresinya macam-macam saat dibolehkan mengganti kata souvenir dengan apapun yang mereka minta dari miss-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S4ph1xFs48I/AAAAAAAAANk/GaIyUcsXh5s/s1600-h/origami+for+miss+ika.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S4ph1xFs48I/AAAAAAAAANk/GaIyUcsXh5s/s200/origami+for+miss+ika.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443270675968877506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya Miranda, anak berambut sepundak yang pendiam ini memanggil saya sambil sedikit berbisik, "Miss...miss...bahasa inggrisnya boneka apa ya." Saya pun duduk semangat di sampingnya dan berbisik, "Yuk kita cari sama-sama di kamus." Boneka = doll. Saya kembali berbisik, "Bahasa inggrisnya doll miranda. Loh kok kita jadi bisik-bisik gini ya." Miranda pun tersipu malu mendengar kata-kata saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil yang polos ini pun menulis dengan spidol besarnya :&lt;br /&gt;Dear Miss Ika,&lt;br /&gt;We miss you so much&lt;br /&gt;Come back soon&lt;br /&gt;and bring us some doll dolpin&lt;br /&gt;Best Regards&lt;br /&gt;Miranda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihiihihihiihh maksudnya boneka lumba-lumba. Tapi ntah kenapa saya tidak tega mengatakan, salah nulisnya Miranda karena gadis kecil yang manis itu sudah membalikkan kertas dengan maksud tidak ada yang ingin melihat. Is a secret rupanya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya melipat wish menjadi origami. Saat tahapan-tahapan melipat dilakukan dan ada yang tertinggal, mereka berteriak..."Miss...miss gimana sih." Atau, "Miss...miss...gini ya Miss." Entah mengapa panggilan untuk diperhatikan itu selalu menyimpulkan senyum di wajah saya. Cara mereka memanggil tidak akan membuat kita jengkel. Walaupun sebenarnya saya pun masih suka salah melipat kertasnya :D Tapi memang disinilah kelebihan taman belajar rumah senyumpagi, bukan hanya anak-anak yang belajar tapi miss-miss-nya pun belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya kita berbicara mengenai cita-cita karena saat Ary memperkenalkan diri, dia menyebut profesinya. Ada yang mau jadi perawat, guru, dan dokter. Pertanyaan jail pun dikeluarkan oleh Athied, "ngga ada yang mau jadi wartawan ya?" Mereka serempak bilang, "Ngga..." Saya coba menggoda, "Loh kenapa? Kan enak lo bisa jalan-jalan kaya Miss Ika." Tapi tetap godaan ini tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mencoba profesi yang lain,"ngga ada yang mau jadi pilot ya?" Pikiran saya sederhana, karena rumah mereka dekat dengan lapangan terbang pondok cabe, pasti pernah terlintas untuk jadi pilot. Dan seorang anak yang bernama Cici pun berceloteh, "Ngga mau ah miss, nanti kalau jatuh disalahin." Hahahahahahah Cici memang selalu membuat kita tertawa. Karena Ika pernah bercerita, anak ini suka sekali angkat tangan. Sekadar angkat tangan saat miss-nya mengajukan pertanyaan. Tapi ketika Ika meminta jawaban, Cici hanya menjawab, "Au ah miss. orang cuman mau angkat tangan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang selalu punya segudang kepolosan untuk menceriakan dunia. Buat rumah senyumpagi, terima kasih untuk pelajarannya kemarin. Saya akan selalu merindukan kalian dan rasanya sejam atau dua jam tidak akan pernah cukup buat gelak tawa yang kalian berikan kepada saya. Ya, sampai sekarang saya masih mengulum senyum mengingat semua ekspresi kalian. God bless you all...nanti kita main lagi ya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6400551293982977449?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6400551293982977449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6400551293982977449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6400551293982977449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6400551293982977449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/02/express-your-self-children.html' title='Express your self children'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S4ph1xFs48I/AAAAAAAAANk/GaIyUcsXh5s/s72-c/origami+for+miss+ika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7575950311689173676</id><published>2010-01-14T09:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:25:12.946-08:00</updated><title type='text'>Utang tulisan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S09TXmFHOII/AAAAAAAAANc/wou1pR8YEmM/s1600-h/creative_writing.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S09TXmFHOII/AAAAAAAAANc/wou1pR8YEmM/s200/creative_writing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426647740828825730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh saya penasaran dengan cerpen yang saya sedang cicil. Iya cicil, karena rutinitas kerja membuat saya kelelahan di malam hari hingga sulit untuk membuka mata dan menciptakan karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran saya sudah sampai ubun-ubun. Pengen tahu banget, akhirnya seperti apa. Ah siapa bilang menjadi penulis itu pekerjaan mudah...Susah loh, apalagi jika kegiatan menulis itu didasari kepuasan diri. Bukan sekedar jaminan bulan ini digaji atau tidak... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh pengen banget nulis...pengen banget cerita tentang ilalang ini menemukan klimaksnya...Padahal pacar saya sudah memodali dengan 4 seri buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Proses Kreatif Mengapa dan Bagaimana Saya Menulis&lt;/span&gt;. Ini buku kumpulan dari penulis-penulis terkenal yang bercerita bagaimana proses kreatif mereka. Mulai dari Pramoedya Ananta Toer, AA Navis, Budi Dharma, sampai Ayu Utami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hadiah luar biasa. Ibaratnya, pacar saya meminta mereka bercerita kepada saya bagaimana menjadi penulis hebat seperti mereka. Ah menulis, selalu menjadi kepuasan tersendiri buat saya. Dulu saya rajin menulis buku harian. Kemudian beranjak menulis puisi dan kemudian serius mempelajari teknik menulis di jurusan Jurnalistik. Hingga sekarang bekerja sebagai kuli tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya butuh meningkatkan skill menulis saya dengan medan yang lebih menantang :D Yah yang penting memenuhi klimaks cerpen ilalang dulu lah :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7575950311689173676?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7575950311689173676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7575950311689173676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7575950311689173676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7575950311689173676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2010/01/utang-tulisan.html' title='Utang tulisan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/S09TXmFHOII/AAAAAAAAANc/wou1pR8YEmM/s72-c/creative_writing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5766009900227114621</id><published>2009-11-29T07:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T09:42:54.391-08:00</updated><title type='text'>Simbol Ketulusan</title><content type='html'>Hari ini saya, bermain ke museum bersama taman belajar RUMAH SENYUMPAGI yang diasuh oleh Ika Krismantari dan suaminya, Kelik Wicaksono. Pasangan unik yang selalu tertawa, saya hampir ngga pernah liat pasangan ini cemberut-cemberutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya kenal Ika, dan saya percaya tidak ada sebuah kebetulan dalam hidup termasuk ketika Summer Academy 2008 InWEnt mempertemukan saya dengan perempuan berambut ikal ini. Awalnya kami hanya catting di YM untuk mengakrabkan diri. Sebelumnya saya beberapa kali mendengar cerita tentang dia dari pacar saya. Ini kemudian membuat saya membaca blognya diam-diam :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SxKx44NIlOI/AAAAAAAAANM/xQ6eAhJVTTA/s1600/330.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SxKx44NIlOI/AAAAAAAAANM/xQ6eAhJVTTA/s200/330.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409581693143651554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan awal kami adalah pada saat perjalanan ke Jerman, di dalam pesawat KLM, selama kurang lebih 14 jam! Entah kenapa saya merasa ingin bercerita banyak hal dengan istrinya Kelik ini, mungkin saya merasa "berhutang" karena sudah membaca cerita hidupnya sebelum kenal langsung dengannya di blognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kita seperti bunyi tutup botol ketika dibuka, KLIK. Iya...kita nge-klik aja. Setiap malam kami tertawa-tawa di kamar dalam bahasa Indonesia selama di Hamburg. Cerita mengenai agama, perjalanan percintaan, sampai fantasi seksual wakakakaka...Fantasi...kayanya....kikikikikik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sangat beruntung sekali, Sang Pengatur Cerita, mempertemukan saya dengan perempuan yang lahir 7 Desember ini. Pengalaman ke luar negeri pertama saya, benar-benar dipenuhi dengan petualangan! Belum lagi kami berdua mengalami kejadian yang menyeramkan akibat mabuk-mabukan di Berlin. Ya senasib dan sepenanggungan lah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Mas Kelik, yang saya tahu dia sangat cinta dan romantis kepada Ika. Saya ingat betul, saat menjemput kami di Bandara Soekarno-Hatta, Mas Kelik membawa seikat bunga yang sangat cantik. Dan ketika mama saya senyum-senyum melihat dirinya memberikan bunga kepada istrinya, Mas Kelik hanya berucap, "Aku malu tadi ngasih liat ke tante, makanya tak umpetin..." Oooooo Mas Kelik, kau mencuri hatiku...loh kok :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak perjalanan di Eropa, saya dan ika semakin dekat. Saya sayang sekali dengan dia karena dia begitu tulus ketika berteman. Sampai akhirnya dia bercerita dia punya taman belajar di rumahnya, Rumah Senyumpagi. "Karena anak-anak sering main ke rumahku, akhirnya aku bikin kelas aja. Kelas bahasa Inggris, dari pada cuman main-main doang." Begitu Ika bercerita melalui YM kepada saya. Ekspresi saya, "Wah Ika kamu baik banget."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau aku jadi anak-anak itu, pasti kamu akan jadi icon guru bahasa inggris yang cantik dan baik hati," komentar saya sambil disertai tanda senyum di YM. Dan kami pun tertawa bersama. Alhasil saya sering mendengar cerita tentang taman belajar Rumah Senyumpagi. Baik dari cerita Ika langsung atau melalui statusnya di FB. Saya iri, saya ingin menjadi muridnya Ika :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan tanpa perencanaan, saya dan pacar saya mengunjungi Rumah Senyumpagi. Dengan bermodalkan panduan via SMS, kami pun sampai di rumah yang sangat nyaman. Saya duduk di antara anak-anak, maklum niat saya kan mau jadi muridnya Miss Ika dan Mas Kelik. Dan ada satu anak kecil yang mencuri hati saya, entah mengapa Nisa menatap saya dengan terpesona. Mungkin karena rambut saya seperti megalowoman :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi salah satu anak yang dengan lugu menyarankan Ika agar banyak makan garam, biar bisa hamil...hihihihiiihi. Anak-anak memang punya privilege untuk menjaga originalitas ekspresinya. Kenapa setelah besar kita jadi jaim ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan impulsif ini bikin saya ingin bercengkrama lagi dengan anak-anak luar biasa itu. Dan ketika mendengar Ika akan mengajak mereka ke museum, saya berjanji untuk datang. Rasanya luar biasa, melihat tour guide keren bercerita dengan lugas tentang benda-benda bersejarah. Lugas, karena sang tour guide tidak seperti tour guide kebanyakan yang kaku dan pegawai negeri bangetlah. Tour guide yang ini trendi, pake kemeja kotak-kotak dengan syal melilit di lehernya. Saya kalau jadi anak-anak itu pasti naksir sama Mas Kelik, abis keren banget sih (gaya abg mode on).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, saya lagi-lagi terpesona apa yang pasangan ini lakukan. Mereka bahkan sampai menyewa bis yang sangat nyaman untuk mengantarkan 18 anak dari Pondok Cabe sampai Museum Gajah. Dan anak-anak merasa sangat antusias mengisi titik-titik di kertas kuis yang mereka sediakan. Seingat saya dulu, setiap kali dikasih soal pas mengunjungi museum saya merasa biasa aja. Karena ya itu, tour guidenya bapa-bapa berseragam cokelat :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bagaimana pasangan ini membagikan waktunya bersama anak-anak yang awalnya gemar mampir ke rumah mereka, rasanya luar biasa untuk bisa memiliki keinginan berbagi seperti mereka. Menangkap setiap ekspresi yang dilontarkan bebas tanpa dibatasi, beruntungnya anak-anak itu mengenal dua sosok orang dewasa yang mengajarkan keutuhan untuk menjadi diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah mereka berdua memang simbol ketulusan yang hidup yang saya temui dan nikmati. Keterbukaan mereka terhadap berbagi itu indah tidak hanya terbukti pada hubungan perteman yang belum lama saya jalani dengan mereka, tapi juga terlihat nyata melalui interaksi miss, mas, dengan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah berkunjung ke rumah Senyumpagi. Temukan seorang perempuan yang sangat mencintai hidup tengah duduk di depan pintu rumahnya yang bermodalkan whiteboard dan spidol, menulis tentang bahasa inggris yang sederhana. Tidak perlu menjadi yang terhebat di kelas ini karena Miss-nya masih suka lupa bahasa inggris dari sebuah kata dan mencarinya di dalam kamus di depan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar tanpa tekanan, giliran Mas-nya menciptakan permainan. Bisa jadi permainannya origami, hang man, atau ular tangga, yang pasti permainan sederhana yang membuat kita penasaran dan tertawa. Di akhir pelajaran, anak-anak akan diberi choki-choki yang didapat setelah mengantri dengan rapi. Belum puas bermain di rumah Senyumpagi, tenang saja Miss Ika dan Mas Kelik masih bisa dipanggil setiap kali kita melintasi depan rumahnya. Seperti anak-anak itu yang tidak bosan mengajak mereka bermain, "Miss besok olahraga pagi yuk." Atau, "Miss mau main dong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Ika dan Mas Kelik, makasih ya untuk pembelajaran tanpa hentinya. Taman belajar Rumah Senyumpagi selalu memberikan candu kepada saya untuk selalu datang, datang, dan bermain. Love you both so much :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SxKyK90mD7I/AAAAAAAAANU/K1VdPfLSqvI/s1600/museum+gajah+bersama+murid+rumah+senyumpagi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SxKyK90mD7I/AAAAAAAAANU/K1VdPfLSqvI/s200/museum+gajah+bersama+murid+rumah+senyumpagi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409582003888983986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5766009900227114621?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5766009900227114621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5766009900227114621' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5766009900227114621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5766009900227114621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/11/simbol-ketulusan.html' title='Simbol Ketulusan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SxKx44NIlOI/AAAAAAAAANM/xQ6eAhJVTTA/s72-c/330.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7787579892215429667</id><published>2009-11-17T10:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T10:10:52.095-08:00</updated><title type='text'>Merealisasikan 28</title><content type='html'>Hari ini Sang Pemilik Kehidupan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memasuki ke-28 tahun hidup di dunia. Mari mendalami usia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya masih remaja, saya menggambarkan di usia ini saya akan menikah. Mengapa? Karena saya memprediksikan karir saya sudah lebih enak. Enak buat saya dan keluarga. Ya ini ada benernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, saya juga menyakini secara psikologis saya siap. Entah dari mana ketika itu saya bisa dapat keyakinan sedemikian bulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya....&lt;br /&gt;Beberapa hari menjelang pertambahan usia, saya jadi gampang marah dan semakin egois. Ntah apa ini memang buah perjalanan karir yang lebih enak. Karena tanggung jawabnya makin besar, tingkat stres saya juga makin tinggi. Tapi saya bersyukur, amat bersykur bahkan. Karena Sahabat Kehidupan saya memberikan kepercayaan untuk masuk dalam kenaikan tanggung jawab. Saya percaya apa yang dipercayakan Dia adalah yang paling baik yang saya bisa lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gampang marah, saya semakin egois. Tanya saja pacar saya, dia bertubi-tubi dapat "serangan" keegoisan saya (Maaf ya sayang). Apa ini namanya kematangan psikologis, rasanya tidak juga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam lalu, saya cerita dengan seorang sahabat saya yang lama sekali tidak bertemu. Saya bilang, saya merasa aneh ketika beradu argumen dengan teman-teman lain. Saya merasa asing. Saya percaya, people do change tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa perubahaan itu membuat kita merasa kikuk ketika berhadapan dengan mereka yang lama kita kenal tapi dengan perbedaan pemikiran. Iya, saya menjadi tidak adil jika memaksa semua orang untuk berubah ke gelombang yang sama dengan perubahaan saya. Itu mengapa, saya memilih saya yang merasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya kepada sahabat saya itu, apa saya yang masih menjadi alien sementara yang lain sudah jadi manusia :D Teman saya menjawab, interaksi kita sudah beda jadi outputnya juga beda. Ya apa yang teman saya katakan benar, tapi saya masih bertanya, mengapa saya berubah terlalu cepat? Teman saya itu bilang lagi, semuanya masalah pengertian. Kalau kita mengerti telah terjadi sebuah perubahan pada masing-masing orang, lebih baik menganggap perbedaan itu sebagai kondisi sekarang yang diterima dengan porsi yang pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya porsi yang pas dengan mengerti ketika jalur perubahan kita terlalu cepat, lebih baik memancing pembicaraan yang umum-umum saja. Biar tidak ada yang tersakiti atau disakiti dengan kesadaran people do change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kecenderungan egois saya yang tinggi muncul karena saya merasa sendirian. Tidak banyak pendamping pikiran-pikiran gila saya. Semuanya berjalan sesuai aturan, sedangkan saya masih jatuh cinta dengan ketidaknormalan. Alhasil saya merasa butuh menyuarakan keinginan saya dengan berlebih agar semua orang mendengar ketidaknormalan saya dan memahaminya sebagai kewajaran. Entahlah saya sedang egois memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya bersyukur, setidaknya saya bisa merasakan fluktuasi emosi yang melelahkan. Ini membuat saya ingin keluar dari kekacauan emosi dan keegoisan ini dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya butuh keluar dari kepompong saya. Saya butuh menegaskan diri sebagai sesuatu di luar garis. Saya harus menjadi asing karena proses metamorfosis mengantarkan saya pada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga menyadari, bahwa kebutuhan menjadi asing ini seharusnya tidak membuat kekasih saya terzalimi berkali-kali. Saya hanya ingin kita menjadi asing bersama-sama. Saya takut dia saya temukan menjadi sosok yang tidak saya kenal. Dengan cara yang salah, saya coba menyadarkan dia dengan "memaksa" dia mendengarkan saya. Karena saya ingin, kita tetap pada atmosfer cinta yang sama ketika memutuskan untuk menjalani hubungan. Saya tidak mau hubungan saya yang ini berubah menjadi sesuatu yang pragmatis. Karena sudah biasa jadi tidak perlu manis-manisan atau manja-manjaan lagi. Saya ingin tetap deg-degan ketika dibonceng dia dengan supra fit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya saya takut menjadi pragmatis. Saya ingin tetap hidup dengan keliaran berpikir saya. Aku berharap kamu tetep temenin aku yang. Karena ternyata, semakin kita tua kita menjadi seragam. Dan itu bukan sesuatu yang menyenangkan buat aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah umur 28 itu ternyata butuh banyak pengertian dan kesabaran. Di umur ini, lingkungan kita jadi linear. Pilihannya ditarik garis lurus itu atau menarik garis ke luar kertas. Saya sih inginnya yang kedua. Saya percaya menjadi dinamis lebih aduhai ketimbang sekedar jalan tanpa tau kenapa harus jalan. Bila kemudian ini diartikan sebagai egoisme karena tidak mau bertoleransi dengan keseragaman ya saya telan saja bulat-bulat. Toh dulu saya juga dibilang demikian  saya memilih keluar dari kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga metamorfosis ini akan lebih kuat saya jalanin karena usia 28 itu dasar dari kematangan proses hidup. Jika saya sukses merealisasikannya maka saya tinggal memoles proses saya menjadi istri, ibu, dan nenek dari masa depan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kupu-kupu, sudah habis waktunya menjadi kepompong. Robek kepompongnya dan lebarkan sayap, karena keliaraan itu ada di luar selubung hitam yang menyesakkan. Selamat memasuki proses baru dan selamat menikmati hidup :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7787579892215429667?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7787579892215429667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7787579892215429667' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7787579892215429667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7787579892215429667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/11/merealisasikan-28.html' title='Merealisasikan 28'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-672355867341167790</id><published>2009-11-11T08:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T08:23:11.497-08:00</updated><title type='text'>Fluktuasi Emosi</title><content type='html'>Entah apa yang terjadi, tapi beberapa waktu ini saya mudah sekali tersinggung dan ingin sekali diperhatikan...Tidak seperti ini harusnya saya mengisi hari...melelahkan dan menyakiti hati orang terkasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kupu-kupu berhentilah menyakiti diri...metamorfosis terlalu mahal jika hanya diisi dengan menghantam diri dan sekitar. Really need vacation&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-672355867341167790?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/672355867341167790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=672355867341167790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/672355867341167790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/672355867341167790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/11/fluktuasi-emosi.html' title='Fluktuasi Emosi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6582606788215879320</id><published>2009-11-08T09:22:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T09:22:31.073-08:00</updated><title type='text'>3 Tahun Kebersamaan</title><content type='html'>6 November lalu, saya dan pacar merayakan komitmen kebersamaan.Hmmmm....komitmen kebersamaan, dulu pas mengawalinya, modal saya hanya rasa suka karena enak diajak ngomong dan pintar. Tapi seiring berjalannya waktu, rasa suka saya berubah jadi nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa jadi anak kecil yang super manja setiap kali bersama dia. Benar-benar berusaha untuk membuat dia hanya memperhatikan saya. Rasa nyaman juga membuat saya tenang setiap kali bergandengan atau berpelukan dengan dia. Bahkan setiap kali kami akan berpisah, saya selalu menyelipkan doa dalam hati, meminta Pemilik Cinta untuk mengijikan kami menikmati rasa ini selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berjalan lumayan lama, kami masih berbeda pendapat dalam beberapa hal. Saya termasuk orang yang cuek dan santai dalam menjalani hidup. Sedangkan pacar saya, sangat serius dan mendalami semua rutinitas dengan kening berkerut. Kadang-kadang sih saya berpikir, apa pacar saya ngga cape mikir ribet begitu? Tapi tidak jarang juga saya mengagumi pikirannya yang filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau soal kesamaan, ntah bagaimana menjelaskannya secara detail, tapi saya percaya kita berdua punya passion atas apa yang kita jalanin. Itu kenapa, selalu menyenangkan untuk berbagi cerita dan "pikiran" liar bersama dia. Alhasil rasa cinta kami semakin dalam dan ini semua menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga sadar, pembatasan sosial atas identitas yang kami punya menjadi "kerikil" besar dalam perjalanan kebersamaan kami. Tapi kami punya keyakinan, rasa ini tulus yang kemudian membuat kami memberanikan diri untuk fight for it. Dengan mengirim beribu doa dan pengertian pada orang-orang sekitar, saya yakin semuanya akan bisa dilalui dengan segala keyakinan serta risiko yang siap diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya meminta, kami bisa berbagi hidup selamanya. Dia menjadi rekan hidup saya dan saya menjadi rekan hidupnya. Dia memenuhi gelas kasih eros saya dan saya melakukan hal yang sama dengan senang hati :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih ya sayang, buat kebersamaan ini. Kalau memperingati komitmen berpacaran saja begitu bikin kita deg-degan, pasti lebih enak kalau kita bisa memperbesar rasanya dengan komitmen hidup bersama. Karena itu, yuk kita tetap menyakini apa yang kita punya karena hanya keyakinanlah yang bisa mengantarkan alam untuk mendukung segala impian kita. Sayang kamu banget dan miss you already everytime.God bless you sayang :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6582606788215879320?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6582606788215879320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6582606788215879320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6582606788215879320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6582606788215879320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/11/3-tahun-kebersamaan.html' title='3 Tahun Kebersamaan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1378012668319993170</id><published>2009-11-01T07:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T07:34:31.132-08:00</updated><title type='text'>Mengugat Identitas</title><content type='html'>Saya sedang marah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah karena ternyata kita terlalu sering menilai seseorang atau lebih tepatnya menyimplikasi seseorang dari identitas yang melekat. Mulai dari apakah dia perempuan, laki-laki, suku, ras, hingga agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, individu itu adalah esensi utuh yang tidak bisa hanya dirunut dalam kategori tersebut. Mungkin ngga ya, seseorang dari lahir sampai mati menggenapi hari-harinya tanpa harus dibatasi dengan identitas. Cukup disebut sebagai, ya ini Priska yang keras kepala dan punya keyakinan kuat atas apapun yang dipilihnya. Tanpa kemudian diperjelas menjadi, Priska yang anak perempuan satu-satunya dari keluarga batak yang patrilineal dan kristen itu, keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan apa yang dikatakan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya sedang menggugat sistem sosial yang menyerhanakan proses manusia dalam beberapa penggalan stigmasasi. Saya butuh, orang melihat saya lebih lebar dari pada sekedar pengabdian pada keluarga, negara, dan agama. Karena identitas yang sederhana itu semuanya merujuk pada "pembayaran hutang" karena telah diklasifikasikan dalam tiga hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini unek-unek mendekati hari saya menjadi hidup...padahal biasanya saya merayakannya dengan ritual kontemplasi yang menyejukkan jiwa...tapi kok ya sekarang saya justru mengisi hari dengan marah-marah ya...Jangan-jangan ada yang membaca blog ini dan berujar, "Ngga bersyukur bener nih orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well saya mensyukuri banyak hal, termasuk ketika saya tidak puas dengan tuntutan sosial seperti sekarang ini. Ah Tuhan, kenapa sih, Kau tidak membisikkan kepada telinga setiap manusia, bahwa ciptaanmu terlalu kompleks untuk hanya diartikan sebagai pengabdi keluarga, negara, dan agama. Saya sedang menumpuk keberanian untuk melawan itu semua, tolong bantu saya ya pencipta kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1378012668319993170?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1378012668319993170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1378012668319993170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1378012668319993170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1378012668319993170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/11/mengugat-identitas.html' title='Mengugat Identitas'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6844458888131061513</id><published>2009-10-31T09:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T10:09:17.609-07:00</updated><title type='text'>Perkenalan</title><content type='html'>Akhirnya hari ini datang juga, sang kekasih berkenalan dengan mamaku. Entah apa yang dirasakan pacar saya, tapi saya sudah mulai deg-degan sejak dua hari lalu. Tapi saya juga percaya, kesayangan saya bisa menghadapinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi, tepat di hari hallowen mulai jadi komersil di jakarta, saya mengajak mama dan inang tua makan di restoran bernuansa sunda yang berlokasi di Sarinah. Awalnya, pacar saya memilih tempat yang bertempat duduk tapi akhirnya kami berpindah ke yang lesehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi memilih makanan menjadi lebih santai dan diselingin tawa, karena beberapa makanan tidak ada jadi kami memilih untuk membuat pernyataan-pernyataan lucu agar suasana lebih kondusif :D Saat makan pun berjalan relaks, karena ada sesi tanya-jawab soal bagaimana makanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi agendanya bukan itu, setidaknya itu yang saya yakini ketika dari tahun kemarin, mama mengajak saya untuk bertemu dengan pacar saya. Selesai mama makan, tidak tunggu makanan dicerna halus oleh sistem pencernaan, mama mengajukan pertanyaan serius. Dan bola-bola pertanyaan serius pun semakin membulat. Saya sendiri ingin sekali rasanya memeluk pacar saya untuk membisikkan, sabar ya sayang pertanyaannya emang frontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pacar saya sangat tenang, dia bahkan beberapa kali menempatkan dirinya pada posisi mama saya. Dia beberapa kali mengamini dan merespon pernyataan-pernyataan yang menekan dengan bahasa yang halus serta tenang. Saya menangkap mama melakukan kontak mata kepada pacar saya ketika meluncurkan pertanyaan "misinya". Dan lagi-lagi, pacar saya tidak mengimbanginya dengan frontal tapi justru mengerti serta berharap adanya pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian lucu sebenarnya, ketika mama bilang bahwa restu orang tua itu paling esensi dalam suatu pernikahan. Mama meminta pendapat inang tua, tapi inang tua justru tidak mengamininya. Karena perjalanan hidupnya cukup mengantarkan dia pada esensi kehidupan yang lain. Ada rasa lega sebenarnya, sebab inang tua benar-benar menempatkan diri pada peran mediator. Tidak memihak hanya memberikan pendapat dan pengertian dari pengalaman yang dia ketahui. Reaksi inang tua yang jujur inilah yang kemudian saya twist menjadi pencair suasana. Berharap mama bisa mengerti bahwa definisi kebahagiaan dan restu orang tua tidak selamanya berjalan linear. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di depan, tapi kita menjalaninya dengan keyakinan," inang tua sempat menimpali seperti itu. Dan pacar saya pun mengambil momen itu dengan kembali menegaskan keyakinan apa yang kami punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, menaruh tangan saya di paha pacar saya. Berharap dia bisa tahu, saya akan membantu dia dan memohon dia untuk tidak merasa dipojokkan. Tapi selain menenangkan dia, saya juga melakukan hal itu untuk menenangkan diri saya sendiri karena ada beberapa pernyataan mama yang seharusnya tidak terucap. Yah well, lagi-lagi saya disadarkan oleh pacar saya, reaksi mama adalah reaksi yang wajar diberikan seorang ibu terhadap niatan anak perempuan satu-satunya untuk memilih pasangan hidup yang berbeda agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada akhirnya, saya merasa, pertemuan ini adalah awal yang baik. Karena pacar saya sempat memberikan pernyataan penutup, yang intinya berterima kasih pada mama dan inang tua yang mau menemui kami berdua. "Setidaknya saya jadi mengerti situasinya seperti apa," ucapnya dengan lembut tadi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Tuhan, mengapa sih kau biarkan umatmu menjadi ribet dengan perbedaan agama dan kesukuan. Dan mengapa harus ada terminologi, satu kapal itu harus satu nahkoda. Apa sih kepala rumah tangga itu? Toh pada prakteknya, tidak semua keputusan secara bulat diambil dan dilakukan secara utuh oleh kepala keluarga kan (baca : laki-laki). Bukankah hidup berumah tangga sebenarnya adalah esensi dari berbagi. Berbagi tanggung jawab, berbagi rasa sayang, berbagi mimpi. Tidak ada kan yang semuanya dilakukan ansich secara sendiri. Punya anak aja mesti berdua, lalu kenapa harus selalu membatasi diri dengan siapa harus menentukan apa dalam rumah tangga. Dan penentuan agama apa yang ada dalam rumah tangga, kemudian menjadi lebih aman atau mudah ketika pasangan mengayuh ke satu perairan keagamaan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebenarnya memaksakan prinsip ketuhanan dalam berumahtangga dan bercinta. Apa iya, rumah tangga yang bertuhan sama menjadi jaminan tidak akan ada masalah. Menjadi jalan keluar yang paling benar untuk membentuk karakter anak yang mumpuni? Sepertinya semua proses tidak berjalan dengan selinier itu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah cara untuk membuat kedua orang tua kami mengerti? Kalau bagi mama saya, orang tua akan bahagia dan mengerti ketika kami kemudian menjadi satu keyakinan. Entah mengapa saya jadi malas mengulik tentang keyakinan. Saya jadi merasa semua orang berhak mendefinisikan kebahagiaan buat saya, tapi saya tidak berhak mendefinisikan kebahagiaan saya. Semakin besar, saya semakin benci dengan keberadaan menjadi anak perempuan satu-satunya di keluarga yang patriakal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Sang Empunya Kehidupan, untuk memberikan pacar saya ketenangan dan kemampuan untuk menjawab semua pertanyaan. Setidaknya kami berani menghadapi tantangan hari ini, setidaknya kami berani berbicara mengenai keyakinan kami untuk berbagi hidup. Saya percaya setiap usaha akan memberikan hasil dan saya lebih percaya, apapun hasilnya itu adalah yang terbaik bagi kami. Ketika Kau memercayai kami melalui tantangan hari ini, saya percaya kami akan bisa lebih kuat lagi memasuki proses sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantu kami untuk menemukan keyakinan yang sama pada keluarga kami. Bantu kami untuk bisa menunjukkan kepada mereka, bahwa rasa sayang yang kami punya lahir dari keimanan kami menikmati serta berbagi hidup. Tolonglah percaya pada kami, hanya itu yang kami minta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6844458888131061513?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6844458888131061513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6844458888131061513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6844458888131061513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6844458888131061513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/10/perkenalan.html' title='Perkenalan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-263404222267698875</id><published>2009-10-25T02:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T02:34:05.397-07:00</updated><title type='text'>In a deep sorrow</title><content type='html'>This is an official statement from the owner of the blog :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are in the deepest sorrow, because the butterfly was asked to limited her own expression.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-263404222267698875?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/263404222267698875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=263404222267698875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/263404222267698875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/263404222267698875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/10/in-deep-sorrow.html' title='In a deep sorrow'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3440852738127867546</id><published>2009-09-27T04:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T05:13:03.245-07:00</updated><title type='text'>Panas terik yang romantik</title><content type='html'>Jalan besar yang gersang menuju RS. Internasional Bintaro itu terasa sangat menggoda roda motor Honda Supra Fit untuk melaju kencang, karena jalanannya sangat lengang. Tapi dua mahluk yang duduk di atasnya tengah berburu "spanduk" masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengendalikan Supra Fit, sang pria berkata, "Panas ya yang, kalau lagi kaya gini ban motor kempes mantep banget dah." Si perempuan, hanya menelan ludah. Maklum panas matahari membuatnya dehidrasi lebih cepat. "Haus yang, pengen minum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya asik memperhatikan spanduk-spanduk penawaran rumah dari developer, karena itulah laju motor sangat pelan meskipun aspal yang mulus itu banyak dilewati kendaraan dengan kencang. Saking asiknya liat spanduk, sesekali si pengendali motor tidak memerhatikan adanya polisi tidur membentang di depan mata. Jadi aksi ngerem mendadak, yang tidak disukai kekasihnya pun, diterima sebagai konsekuensi jalan di jalan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/Sr9V6ODMUoI/AAAAAAAAANE/vo8qFHF_vas/s1600-h/pic-content.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/Sr9V6ODMUoI/AAAAAAAAANE/vo8qFHF_vas/s320/pic-content.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386118138050663042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba, pengendali motor merasa kehilangan keseimbangan karena supra fit melambat seolah tak bertenaga. Keduanya menundukkan kepala melihat ban, LUAR BIASA, ban belakang kempes hingga menempel aspal dengan sempurna. Pasang kekasih ini pun saling memandang, berjuta kata melintas di kepala tapi tidak ada yang mau keluar menjadi suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si perempuan turun, sambil membuka helm. Sedangkan si pengendali motor, mengulum senyum malu-malu. "Tuh kan sayang, kata-katamu adalah doamu. Makanya jangan ngomong kempes-kempes kejadian deh," ucap si perempuan sambil menyibakkan rambutnya yang basah karena disarungi helm. Si pengendali motor tidak lagi dapat mengulum senyum, "Hahahaha...is not your lucky day honey."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil keduanya pun mengiringi putaran roda motor yang malas berputar. Di depan mata yang terlihat hanya kantor-kantor yang lengan tanpa ada tanda-tanda bengkel atau tambal ban. "Alamat bisa 2 kilometer nih neng jalannya." Si langsung berkomentar, "Psssttt...watch your words...udah kamu jangan ngomong yang macem-macem, ini aja udah luar biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan melawan panas, keduanya coba mencairkan kekesalan. "Pasti mobil-mobil yang lewat pada bilang, ih pasangan itu sial bener nasibnya narik motor panas-panasan. Eh itu pacaran apa tukang ojek sama penumpang ya," si perempuan coba menyindir kekasih hatinya. "Jangan gitu neng, ini kan di luar kuasa kita hehehehehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat matahari makin terasa menyengat kulit, ada bengkel. Si perempuan merasa ini adalah pertolongan, tapi semakin dekat yang terlihat adalah bengkel mobil yang tutup. "Beautifull coincidence," grutunya dalam hati. Di depan bengkel mobil yang tutup itu duduk tiga bapak-bapak yang seolah sudah biasa melihat orang menggiring motor. "Tanya gih yang, bengkelnya ada di mana," ucap perempuan yang rambutnya kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kekasih hati pun menghampiri sumber informasi berharga itu. Dari jarak 100 meter, si perempuan mengamati apa yang dibicarakan kekasih hatinya dengan bapak-bapak yang tengan duduk menikmati hari. "Wah petunjukknya kayanya jauh nih," si perempuan coba membaca bahasa isyarat yang dikeluarkan sambil mempersiapkan diri jalan jauh dengan menenggak air mineral yang ditaruh dalam plastik hitam dengan dua roti sebagai bekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang neng, tambal bannya ada kok...ngga jauh samping honda," si pengendali motor coba menyakinkan dengan senyuman. "Emang kamu tahu di mana hondanya?" "Kita cari sama-sama ya sayang," senyum pengendali motor semakin menyungging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, panas-panas pacaran memang penuh kejutan. Mulai keringetan, kehausan, sampai sinar matahari yang rasanya sudah di depan mata, adalah kondisi yang harus diubah menjadi kenangan manis. Pasangan ini memang akhirnya menemukan tambal ban, dua sekaligus bahkan. Tidak hanya itu, petualangan mereka tidak berhenti sekedar di tambal bal karena penjelajahan untuk membuktikan bahasa iklan developer pun menemukan jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kekesalan yang diselingi dengan banyak tawa adalah harga yang pantas untuk memburu masa depan kita sayang. Ini akan jadi cerita manis untuk keturunan kita selanjutnya, Amin :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3440852738127867546?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3440852738127867546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3440852738127867546' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3440852738127867546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3440852738127867546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/09/panas-terik-yang-romantik.html' title='Panas terik yang romantik'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/Sr9V6ODMUoI/AAAAAAAAANE/vo8qFHF_vas/s72-c/pic-content.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8551197380464016820</id><published>2009-08-16T02:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T02:25:22.869-07:00</updated><title type='text'>Bila Kita Tua Nanti</title><content type='html'>Belakangan, saya dan pacar sering bercerita tentang hidup kita saat usia senja menghampiri. Pacar saya sih ngga mau hidup sendirian saat tua, sedangkan saya mulai berpikir ngga masalah kok di panti jompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab gua terinspirasi dengan cerita Athied soal maminya yang selalu tidak mau ngerepotin anaknya. Maminya Athied malah sudah siap sedia untuk itu, karena katanya dia akan lebih pusing kalau harus merasa ngerepotin anak-anaknya. Toh setiap anak ketika sudah berumah tangga pasti punya masalah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pacar saya serem bayangin kaya gitu, katanya dia pengen seperti keluarga orang Indonesia kebanyakan tetap bersama anak-anaknya...yah minimal ada di satu rumah dan jauh dari panti jompo. Saya malah sempet merayu dia, "Kita kan bisa senang-senang yang...dugem bersama nini-nini dan aki-aki sesama panti jompo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya memang selalu punya pikiran ekstrim dalam menikmati hidup sedangkan pacar saya berpikir ekstrim hanya tentang Tuhan...Tapi bener deh, belakangan saya jadi ngga takut untuk membayangkan hidup di panti jompo. Yah sesama orang tua harus berteman dengan orang tua. Ketimbang dipindah dari rumah anak yang satu ke anak yang lain. Itu lebih ironis lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah berpikir, nanti kalau sudah tua ya jadi traveler aja. Mengunjungi kota yang satu ke kota yang lain. Berduaan dengan suami dan ciuman di bawah matahari senja atau di bawah bintang-bintang malam...itu kan lebih indah. Ketimbang ngebayangin hari tua cuman tidur-tiduran atau baca koran sambil duduk depan pekarangan rumah. Iya kalau ada pekarangannya kalau ngga ada? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah jika saya tua nanti, saya mau menikmati hiduplah. Berpetualang kaya Frederiksen di film Up...siapa bilang tua itu menyeramkan? Itu adalah waktunya matahari memberikan kesan terindah pada dunia :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8551197380464016820?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8551197380464016820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8551197380464016820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8551197380464016820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8551197380464016820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/08/bila-kita-tua-nanti.html' title='Bila Kita Tua Nanti'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7438297019331952703</id><published>2009-07-19T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T08:45:03.816-07:00</updated><title type='text'>Saya Bosan</title><content type='html'>Entah apa yang terjadi...tapi saya bosan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya ingin melepas kemapaman...pergi ke tempat yang saya belum pernah datangi sebelumnya. Menjalani hari-hari dengan petualangan baru. Atau menjauh dari hiruk-pikuk kota yang menuntut banyak hal dari saya...Cukup mengenal saya sebagai orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah ini krisis usia mapan atau memang saya hanya bosan menjalani rutinitas yang ada. Atau jangan-jangan saya jenuh untuk selalu diikuti dengan berbagai target...target kehidupan, target kerjaan, target percintaan, dan target lainnya. Saya merasa kosong, ada yang hilang tapi saya ngga tahu itu apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah apa yang tengah terjadi padamu...ayolah bicara dan bermainlah bersamaku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7438297019331952703?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7438297019331952703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7438297019331952703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7438297019331952703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7438297019331952703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/07/saya-bosan.html' title='Saya Bosan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1399461315991309175</id><published>2009-07-18T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T06:51:13.025-07:00</updated><title type='text'>Stop Bombing !!</title><content type='html'>Yesterday, at 7.15 in the morning, stupid terrorist bombing two international hotels in Jakarta. JW Marriot and Ritz Calton. Why they did this again. The terrorist attacking innocent people. People who not related to what they believe against they fundamental way of life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The terrorist is a group of people with aimless mind of perspective. And on behalf of the victims who got killed because of the bombing, we will share the humanity perspective so the terrorist will understand that nothing can stop the existence of love and peace in this great universe. God bless you all&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1399461315991309175?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1399461315991309175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1399461315991309175' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1399461315991309175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1399461315991309175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/07/stop-bombing.html' title='Stop Bombing !!'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1406289996769999064</id><published>2009-07-07T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:50:56.747-07:00</updated><title type='text'>Michael Jackson Memorial</title><content type='html'>Even though I watched Michael Jackson Memorial from television but the sadness that fulfill the staples center, Los Angeles-California really wrenching my heart. From all the memories that brought back form all his relative and friends, you will feel how this King Of Pop share a lot of love and peace to every people surround him. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How this humble man has touch every individual all around the world to stop making barrier among human and start thinking to heal the world. He already talking about the natural damage long before we realize that global warming really happen.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SlQyAelZfPI/AAAAAAAAAM0/Jqzrs41Ye4s/s1600-h/amichael_jackson_roundup_33__opt1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SlQyAelZfPI/AAAAAAAAAM0/Jqzrs41Ye4s/s200/amichael_jackson_roundup_33__opt1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355960840641674482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it never be easy to live as a superstar. You don't have privacy that is why every single step you had made will be criticize by other who literally don't know the real situation. Be a superstar is to let every individual in this earth to interfere your identity, love, and religion. That is why this talented superstar feel really abounded by the world. His life really represent the two side of coin. In other side he has everything that people dying to have but he also has the sorrow that people back to be excused. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And last night, the King was has the best memorial service ever. All around the world need to give their last reverence for honoring his existence. And like the song that sang by his old brother Jermaine Jackson, Smile is how the King saying goodbye to the world. According to his ex girlfriend Brooke Shields, Michael love to smile and his smile is the most sincere and pure smile she ever know. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goodbye My Superstar, thank you for giving me the spirit and for letting me know that there are many way to express the love you for your family, friends, and the world. Thank you for embracing the life with us...God Bless You Michael Jackson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Smile &lt;br /&gt;Smile, though your heart is aching&lt;br /&gt;Smile, even though it's breaking&lt;br /&gt;When there are clouds in the sky&lt;br /&gt;You'll get by...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you smile with your fear and sorrow&lt;br /&gt;Smile and maybe tomorrow&lt;br /&gt;You'll find that life is still worthwhile if you'll just...&lt;br /&gt;Light up your face with gladness&lt;br /&gt;Hide every trace of sadness&lt;br /&gt;Although a tear may be ever so near&lt;br /&gt;That's the time you must keep on trying&lt;br /&gt;Smile, what's the use of crying&lt;br /&gt;You'll find that life is still worthwhile&lt;br /&gt;If you'll just...&lt;br /&gt;Smile, though your heart is aching&lt;br /&gt;Smile, even though it's breaking&lt;br /&gt;When there are clouds in the sky&lt;br /&gt;You'll get by...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you smile&lt;br /&gt;Through your fear and sorrow&lt;br /&gt;Smile and maybe tomorrow&lt;br /&gt;You'll find that life is still worthwhile&lt;br /&gt;If you'll just Smile...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the time you must keep on trying&lt;br /&gt;Smile, what's the use of crying&lt;br /&gt;You'll find that life is still worthwhile&lt;br /&gt;If you'll just Smile &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SlQzBrfIV3I/AAAAAAAAAM8/4PwrIRjwcG8/s1600-h/IMG_7130.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SlQzBrfIV3I/AAAAAAAAAM8/4PwrIRjwcG8/s200/IMG_7130.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355961960796542834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1406289996769999064?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1406289996769999064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1406289996769999064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1406289996769999064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1406289996769999064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/07/michael-jackson-memorial.html' title='Michael Jackson Memorial'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SlQyAelZfPI/AAAAAAAAAM0/Jqzrs41Ye4s/s72-c/amichael_jackson_roundup_33__opt1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5293965479669399445</id><published>2009-07-06T07:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T07:19:36.093-07:00</updated><title type='text'>2 tahun 8 bulan</title><content type='html'>Waktu hanya bunyi detik yang berjalan &lt;br /&gt;Dan semuanya jadi lebih bermakna ketika kita bersama melaluinya...&lt;br /&gt;Semoga selalu ada ruang untuk kebersamaan kita dirangkaian waktu berikutnya.&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5293965479669399445?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5293965479669399445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5293965479669399445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5293965479669399445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5293965479669399445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/07/2-tahun-8-bulan.html' title='2 tahun 8 bulan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8409726434281950674</id><published>2009-06-28T02:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T03:00:48.461-07:00</updated><title type='text'>Ngambek Perdana</title><content type='html'>Setelah hampir 3 tahun berpacaran, akhirnya pacar saya ngambek juga. Well, saya ngga sengaja sih bikin dia ngambek. Cuman keadaan aja yang bikin kita jadi sama-sama sensitif dan milih untuk ngga banyak ngomong apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata dia malah uring-uringan ngga jelas dan sempet bikin panik. Diteleponin ngga diangkat. SMS pu ngga dibales. Soalnya malam sebelumnya, dia ngeluh lehernya sakit luar biasa. Saya pikir syaraf lehernya yang kejepit pasca kecelakaan itu kambuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran jelek saya muncul, jangan-jangan dia kenapa-napa lagi. Walaupun sebenarnya, dalam hati saya ngga terlalu panik. Biasanya, kalau terjadi sesuatu dengan orang terdekat saya, perasaan ngga enak muncul tanpa alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi rasa penasaran, saya pun datang ke tempatnya. Belum sampai pintu kamar kosnya, saya langsung tanya penjaganya apa dia udah keluar kamar dari pagi. "Wah belum tuh Mba." Saya makin panik, masa udah siang belum bangun. Dia ngga pernah bangun sesiang itu, saya membatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gedor-gedor pintunya. Karena tidak ada jawaban dari dalam, saya gedor semakin kencang. Tiba-tiba pintu kebuka dan dia muncul dengan muka cemberut. "Sayang, aku ngambek." Sebel, marah tapi lucu juga liat mukanya yang kaya anak-anak gitu. Tapi saya milih nunjukkin marahnya, karena sudah dibuat panik semalam suntuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well ini kali pertama dia NGAMBEK besar...nyebelin emang...tapi lucu juga sih...Asal jangan sering-sering aja ya....Karena ngambaek adalah "wilayahnya" perempuan *pembenaran mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love you sayang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8409726434281950674?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8409726434281950674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8409726434281950674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8409726434281950674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8409726434281950674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/06/ngambek-perdana.html' title='Ngambek Perdana'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1923097754587777134</id><published>2009-06-23T12:03:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T12:03:45.243-07:00</updated><title type='text'>Menantang Diri</title><content type='html'>Saya sangat menyadari kalau saya ini keras kepala, sangat keras kepala bahkan. Kalau tidak percaya, tanya saja pacar saya yang sudah berpengalaman membujuk rayu kalau saya sedang marah. Ngga cukup sejam atau dua jam merayunya, karena pacar saya sudah pernah menjajali merayu saya tidak henti sampai sehari semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan prestasi memang, saya sadar itu. Lagian mana ada perlombaan siapa yang paling bebal otaknya. Kalaupun ada, saya tidak akan mendaftarkan diri karena apa hebatnya jadi orang yang keras kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah saya telisik-telisik, kebebalan seseorang itu lahir karena dia punya rasa penasaran yang besar. Dan dia tidak akan berhenti menantang dirinya untuk berada pada ranah penasaran kalau pihak seberang belum merasa harus mengalah. Yah ini bahasa lain dari orang keras kepala tidak mau disalahin sebenarnya. Itu kenapa dia akan menunggu sampai tahun kuda kalau perlu, agar pihak yang dihadapinya dengan "sukarela" mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya memberanikan diri untuk menantang sekitar saya. Tapi saya gagal. Saya mengalah. Ya tidak 100 persen mengalahlah karena sekitar saya juga melunakkan persepsinya. Mereka mundur satu langkah dan saya melakukan hal yang sama. Sejauh ini sih, diri saya masih bisa menyesuaikan win-win solution yang ditawarkan tapi entah kenapa saya masih merasa harus menggenapi tantangan tersebut. Tantangan yang membuat sekitar saya kepanasan. Apa emang sudah waktunya saya bermetamorfosis kembali? Atau kempompong yang sekarang cukup tebal untuk diterobos? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah entahlah, saya hanya perlu menelisik kata hati saya. Apa yang sebenarnya saya butuhkan dengan tingkat kedewasaan yang semakin menua. Mudah-mudahan ada titik terangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1923097754587777134?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1923097754587777134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1923097754587777134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1923097754587777134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1923097754587777134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/06/menantang-diri.html' title='Menantang Diri'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-3514050873256408568</id><published>2009-05-30T09:07:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T09:27:48.016-07:00</updated><title type='text'>Tanggung Jawab Itu Saya Terima</title><content type='html'>Mungkin memang ada benarnya ucapan yang mengatakan, "kata-katamu adalah doa." Saya sering mengalami ini. Dan saya bersyukur karena kata-kata saya yang terbaik yang menjadi doa dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sewaktu masih jadi mahasiswa, saya begitu mengagumi Jerman karena konsep Jurnalistik Jerman lebih original. Lalu saya membatin, semoga satu hari saya bisa ke sana untuk belajar. Lima tahun lebih setelah kata-kata yang dalam kepala itu terucap, saya mendapat kesempatan untuk fellowship di Jerman. Ya cuman pelatihan sih, sebulan doang lagi. Tapi buat saya itu salah satu legenda pribadi saya yang tercapai. "Saya telah melihat piramida itu," ucap Santiago seraya menitikan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kuliah, saya menganggur hampir setahun lebih. Alasannya idealis, saya ingin bekerja di media yang menulis tema-tema yang saya suka. Inceran saya saat itu, Majalah Basis. Majalah filsafat kebudayaan yang emang ngga perlu reporter karena semua tulisannya adalah kiriman orang-orang pinter :D Tapi saya tetap membatin, saya ingin satu saat realitas yang berkorban demi saya. Mau mengakui bahwa saya bisa melakukan apa yang saya suka dan dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan legenda pribadi saya yang ini, tengah saya lakoni selama sebulan ini. Bekerja sebagai editor di majalah online PreventionIndonesia.com. Saya merasa sangat bersyukur karena media online ini membahas mengenai kesehatan dan perempuan. Wilayah yang menurut saya sangat mewakili nafsu intelektualitas saya selama menjadi buruh tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tanggung jawab yang ditawarkan ke saya. Mulai harus bikin tema, polling, ngedit sampai mulai mencari cara agar tetap berjalan dengan "asupan" yang menyehatkan. Saya semakin tersadar ketika seseorang mengatakan pada saya, "Kita udah di level manejerial jadi harus mulai mikir gimana semuanya biar laku." Jujur saya kaget, karena sebelumnya saya terlalu asik dengan hanya liputan dan memberikan laporan dalam bentuk tulisan. Dan kini saya ditantang untuk bisa memimpin, kreatif, dan bertanggung jawab pada pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya merasa, Am I not to fast for this. Tapi saya kubur dalam-dalam rasa itu, saya takut otak merekamnya menjadi doa. Saya percaya, ketika Santiago memilih untuk meninggalkan apa yang dia punya untuk mencari sesuatu yang sebenarnya hanya berupa ide, dia sudah mengerti bagaimana agar sampai pada pewujudan ide itu. Kalau Santiago berani, kenapa saya tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin yakin, ketika baru 5 hari kerja, kantor memfasilitasi saya dengan laptop. Iya laptop, barang yang dari 2006 saya pengen-pengen tapi selalu gagal untuk alasan ekonomi. Saya sangat diberkati, laptop ada di tangan tanpa harus membayar seperak pun. Cuman pegel aja, setiap hari harus luntang-lantung bawa barang berat itu. Tapi well semuanya harus membawa sesuatu untuk sampai pada legenda pribadi berikutnya kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Sang Pencipta Legenda Pribadi, saya percaya Dirimu tidak pernah mencelakai kekuasaanMu sendiri. Ketika Kau memutuskan untuk memberikan semua ini padaku, Kau pasti tidak tengah bermain dadu apakah aku bisa atau tidak. Kau yakin aku bisa dan aku yakin itu. Dan dengan segala keyakinan yang Kau selipkan di dalam kepalaku, biarkan aku menjadi padi menundukkan kepala bukan karena kalah tapi karena begitu rindu untuk membagikan apa yang ada ke bawah. Plus, mampukan aku tidak sekedar menjadi daging yang melongo tanpa makna. Biar daging yang bisa melahirkan ini, bertanggung jawab atas hidup yang Kau beri dengan menikmatinya seutuhnya. Dengan segala kerendahan hati, mari jalan bersamaku ke Legenda Pribadi yang berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-3514050873256408568?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/3514050873256408568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=3514050873256408568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3514050873256408568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/3514050873256408568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/05/tanggung-jawab-itu-saya-terima.html' title='Tanggung Jawab Itu Saya Terima'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4558877569118650713</id><published>2009-04-27T09:50:00.001-07:00</published><updated>2009-04-27T09:50:19.222-07:00</updated><title type='text'>Makan Siang ala Komandan Polisi</title><content type='html'>Siang ini, saya dan pacar saya memilih untuk makan siang di Gado-Gado Bobplo. Maklum, pacar saya baru tiba dari pengembaraanya di negeri Jiran. Jadi hasrat untuk makan-makanan tradisional menggebu-gebu. Kembali ke lidah asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami sedang menikmati gado-gado yang identik dengan bumbu kacang yang kental, tiba-tiba ada seorang Bapa mengisi bangku-bangku di hadapan kami. Satu meja terdiri dari empat bangku dan Bapa berkulit putih itu menempati satu meja khusus. Gayanya sangat santai sekali, tidak terlihat kelaparan berat seperti kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah Bapa itu duduk, datang seorang pria tinggi menyeret kursi dari meja sebelah Bapa tersebut. Pria tinggi berseragam coklat ini dengan cekatan memanggil pelayan. Setelah pelayan menangkap lambaian tangan, pria tinggi berseragam, mengarahkan telunjukkan ke meja Bapa putih bertubuh sedikit gempal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pria tinggi berseragam tidak sendiri, di belakangnya tegap berjalan dua polisi. Dua polisi menyeret bangku dari meja yang sama dengan pria tinggi berseragam. Saya berbisik pada pacar saya,"Kenapa mereka ngga duduk satu meja aja ya yang?" Pacar saya hanya membalas, "Psssttt...nanti kedengaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, datang juga seorang pria bersafari hitam dan berkaca mata. Pria tinggi berseragam, menyilahkan pria bersafari untuk duduk di sampingnya. Saya berasumsi, pria putih berbadan gempal itu pastilah petinggi instansi tertentu. Pria tinggi berseragam adalah ajudannya, ini diperkuat karena selalu membawa tas hitam yang menyerupai agenda. Sedangkan pria bersafari hitam adalah supirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria putih berbadan gempal, selesai memesan makanan dan meminta sesuatu pada ajudannya. Yang terdengar oleh saya, hanyalah balasan Sang Ajudan. "Siap komandan," seraya menyerahkan dua buah handphone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan menekan keypad dan berbicara, "Tadi pagi, saya sampai bandara jam 09.30 ...." saya tidak mendengar jelas apa kata komandan ini karena lagu yang diputar restoran berpadu dengan suara hujan yang deras. "Saya sudah lama pakai jasa perusahaan Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, makanan komandan datang. Tungku kecil berwarna perak mengeluarkan asap dengan aroma yang nikmat. Sang Komandan,kembali memanggil ajudannya. Memberikan perintah dan ajudan pun menghampiri pelayan. Sesaat kemudian,pelayan datang membawa gelas berisi air panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air panas diterima dengan sigap dan memasukkan sendok serta garpu ke dalamnya. Setelah terendam beberapa detik, komandan mengangkat sendok garpu tersebut dan mengelapnya dengan tisu. "Wah higienis sekali," batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran pelayan mengantarkan makanan para pendamping komandan. Uniknya sebelum makan, mereka punya kata sandi. "Mohon ijin komandan untuk makan." Sang komandan dengan santai atau bahkan setengah tidak peduli karena sedang menikmati makananya hanya mengganggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah makan aja minta ijin," saya tidak tahan untuk tidak berkomentar. Pacar saya yang awalnya tidak peduli untuk berkomentar, akhirnya mengeluarkan suara, "Hah masa sih?!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka makan selahapnya dan usai komandan selesai makan, ajudan memberikan sebungkus rokok dan matches. Sang Komandan menyalakan rokok sambil menghisap dalam-dalam. Saat kepulan asap rokok dihembuskan, handphone komandan berbunyi. "Iya, saya ini sebenarnya ingin marah kepada Ibu. Ibu tau, bawahan itu tidak mengeri konfirmasi..." Komandan mengeluarkan uneg-uneg dan para ajudan menikmati makananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menunjukkan kekuasaanya pada perusahaan taksi yang melakukan kesalahan, komandan bercerita. "Ibunya bilang, maaf Pa atas kinerja bawahan saya," sambil ketawa cengengesan. Ketawa cengengesan inilah yang membuat saya sedikit tidak nyaman. Rasanya komandan puas menggunakan kekuasaanya untuk dilayani bak raja. Berbagi cengengesan dengan bawahan menunjukkan betapa dia punya pengaruh, jadi jangan macam-macam sama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa komandan bangga sekali mengintimidasi. Dia tidak memberi peringatan dengan tendensi mengedukasi tapi lebih kepada, layani saya dengan baik atau kalau tidak perusahaanmu celaka. Para ajudan ikut cengengesan sambil mengucapkan, "Siap komandan....siap setuju komandan." Tidak hanya itu, mereka memperhatikan detail cerita komandan, seolah hal itu patut ditiru agar ketika kejadian yang sama terjadi semuanya mempunyai guru untuk amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menghisap rokok, komandan meminta ajudannya untuk membayar. Dompet berbentuk agenda itu dibuka, ajudan mengeluarkan lembaran ratusan ribu. Saat menunggu pelayan menyerahkan bukti rincian, komandan memberikan intruksi. "Ayo kita jalan sekarang." "Siap komandan," semuanya menjawab sambil berdiri padahal di tangan mereka rokok baru saja dinyalakan. Hisapan awal menjadi hisapan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan berjalan di depan, ajudan bertubuh tinggi memeriksa meja. Memungut bungkus rokok dan matches. "Hatssssimmmm...." ajudan bersin seraya mengambil tisu. Tisu tipis yang menyentuh hidungnya yang berair itu, digumpalnya dalam genggaman tangan. Setelah itu tisu diletakkan sembarang di kursi kosong yang melintasinya. Kenapa dia tidak buang di tempat sampah ya? Apa dia tidak takut, kalau satu hari komandan memilih duduk di kursi yang telah ditempeli virus flunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ternyata makan siang bersama komandan tidak seru. Penuh perintah dan terlalu dimanjakan. "Namanya juga komandan neng, raja kecil"ucap pacar saya sambil meledek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4558877569118650713?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4558877569118650713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4558877569118650713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4558877569118650713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4558877569118650713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/04/makan-siang-ala-komandan-polisi.html' title='Makan Siang ala Komandan Polisi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1986172368778894477</id><published>2009-04-14T10:05:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T10:05:37.463-07:00</updated><title type='text'>A Sign</title><content type='html'>Pernahkah kamu ngerasain pengen sesuatu teramat semangat tapi tidak yakin apakah hal itu yang terbaik. Bila di posisi seperti ini yang biasa saya lakukan adalah meminta petunjuk Sang Empunya pertanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang apa yang diinginkan yang terbaik, diukur berdasarkan  Sang Pemberi Tanda melancarkan segala sesuatunya. Tapi kalau apa yang diinginkan bukan yang terbaik, ya tidak perlu proses yang lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lucunya, pertanda yang saya inginkan mengalami pasang surut. Untuk satu waktu semuanya dimudahkan. Lalu tiba-tiba, mendekati waktu eksekusi mejewantahkan keputusan, ada aja rintangannya. Dan ketika memutuskan untuk membatalkan pengejewantahan keputusan itu, kemudahan diberikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kondisinya seperti itu, apakah itu pertanda baik atau pertanda buruk. Pertanda bahwa sesuatu yang kita inginkan itu baik buat kita atau sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana sih caranya menilai sesuatu yang subjektif dengan kaca mata objektif? What is a good sign or what is a bad sign...Oh now give me a sign ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1986172368778894477?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1986172368778894477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1986172368778894477' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1986172368778894477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1986172368778894477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/04/sign.html' title='A Sign'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2268964969370415827</id><published>2009-04-03T14:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T14:47:51.564-07:00</updated><title type='text'>Semangat Rock n Roll</title><content type='html'>Sewaktu masih kuliah dulu, saya terbuai dengan jemantik jari Jim Hendrix di gitarnya. Tidak sampai disitu saja, saya malah semakin menjadi-jadi. Suara David Bowie yang serak-serak gimana gitu, berhasil membuai saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah atas nama totalitas atau penjiwaan yang mendalam, saya pun mulai berdandan ala rock n roll. Ikat pinggang paku-paku melingkar di pinggang saya. Bahkan tas kuliah saya dipenuhi dengan pin-pin bernada rock. Plus saya punya kaos bertuliskan ROCK, besar-besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa, seorang teman saya malah memanggil saya Avril Lavine. Emang sih, ketika itu Avril lagi naik daun, cuman saya masih belum bisa mengerti kenapa saya diidentikan dengan penyanyi pop rock belia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil teman-teman satu jurusan memanggil saya dengan sebutan Mba Avril. Sempat ngga suka dengan panggilan ini, karena bukan saya banget. Usut punya usut, panggilan itu terinspirasi dari ikat pinggang paku-paku yang melinggar yang menjadi salah satu aksesoris si Avril itu. Yah apalah arti sebuah panggilan. Pokoknya saya cinta David Bowie dan sejenisnya, bukan Avril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, semangat mencintai rock n roll ada hanya karena jiwa muda saya...Kalau katau Bang Rhoma, "Darah muda...darah yang berapi-api." Tapi Bang Rhoma tidak pernah benar memang :D Karena saat ini saya sedang dibius oleh kekentalan musik rock n roll ala The Changcuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja saya menonton ditelevisi saat mereka meluncurkan album teranyarnya, The Changcuthers dan Misteri Kalajengking Hitam. Saya meresapi sekali permainan bass, melodi, dan drum yang dipadu dengan suara melengking bergelayut. Meskipun liriknya masih berbau santai, tapi musik yang ditampilkan cukup ampuh membawa saya pada identitas musik Mick Jagger dan kawan-kawan. Saya pun tidak memindahkan channel, saya simak dengan khusyuk karena saya penasaran dengan trik yang dilakukan Tria bersama kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun liriknya bernada santai dan jenaka, tapi mereka cukup jelas melemparkan semangat rock n roll sebagai kemasan yang kasat mata. Saking kasat matanya, saya sampai berniat untuk membeli album baru mereka. Setelah itu saya download ke mp3 saya agar bisa saya dengarkan dengan volume tertinggi, ketika saya menyusuri jalan di mana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika kuliah, saya melakukan ini dari Setiabudi sampai Jatinangor. Saya menghadirkan penyanyi-penyanyi edan rock n roll era 80-an di kepala saya. Saya menjadi egois, dengan membiarkan mereka hanya menyanyi untuk saya di dalam bis damri yang melaju di jalan tol. Orang yang duduk di samping saya, hanya kebagian getah mendengar sayup-sayup sambil menggelengkan kepala atas volume mp3 yang membetot telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya hanya satu, mematik adrenalin saya agar apapun yang saya hadapi setiap harinya sekuat teriakan penyanyi rock n roll. Seperti Mick Jagger yang membuka rongga mulutnya lebar-lebar untuk menyampaikan kecanduannya pada musik cadas yang hanya memerlukan gerakan kepala yang normal alias tanpa head banging ala hard core.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah rasanya saya akan kembali memiliki kebiasaan lama, mendengarkan musik itu untuk keegoisan diri. Tapi tanpa ikat pinggang paku-paku tentunya....ah atau malah akan lebih afdol dengan ikat pinggang paku-paku? Well we see :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-2268964969370415827?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/2268964969370415827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=2268964969370415827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2268964969370415827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/2268964969370415827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/04/semangat-rock-n-roll.html' title='Semangat Rock n Roll'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-9196280771022104725</id><published>2009-03-18T08:42:00.001-07:00</published><updated>2009-03-18T08:42:30.780-07:00</updated><title type='text'>Mencuri optimisme</title><content type='html'>Rabu (18/3), melalui sambungan internet saya dan my ice cream maker berbagi cerita. Sebenarnya tidak seratus persen cerita, angan-angan lebih tepatnya. Kita berhayal :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhayal kalau salah satu diantara kita mendapatkan beasiswa. Pengalaman berpisah beribu-ribu mil dalam satuan waktu tertentu, membuat kita semakin menyadari betapa kita tidak bisa jauhan. Alhasil kita berhayal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila salah satu diantara kita dipercaya bersekolah ke luar negeri, kita akan tetap bersama. Yang tidak dapat beasiswa mengikuti yang dapat. Lalu apa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Ya bekerja. Bisa dengan mengirimkan tulisan mengenai objek wisata atau tempat unik. Bisa juga kerja di kedutaan karena kalo hanya kerja jadi waiter, cuman meras tenaga tanpa tambahan knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayalan membuat kita percaya bahwa setiap situasi ada jalan keluarnya. Hayalan membuat kita percaya bahwa setiap kondisi ditentukan oleh kita. The power is on our hands. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri optimisme, itulah nikmatnya berhayal. Kita jadi tidak kecut menghadapi realita. Apalagi kalau kita punya teman dalam berhayal. Rasanya seperti ada teman yang menyakinkan kita bahwa optimisme yang dicuri itu bisa jadi kenyataan. Ah indahnya berhayal...indahnya mencuri keberanian untuk mengalahkan penatnya realita. Jadi, mari berhayal bersama!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-9196280771022104725?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/9196280771022104725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=9196280771022104725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9196280771022104725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9196280771022104725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/03/mencuri-optimisme.html' title='Mencuri optimisme'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7046383009363383519</id><published>2009-03-09T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T01:20:02.916-07:00</updated><title type='text'>Hmppffff...</title><content type='html'>Saya kelelahan...&lt;br /&gt;Saya jenuh luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya marah teramat dalam,&lt;br /&gt;sedalam rasa dendam saya kepada ular yang konon menjatuhkan manusia ke dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sudah waktunya....&lt;br /&gt;sudah waktunya untuk melakukan pernyataan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketegasan itu tengah menunggu waktu untuk menjadi nyata.&lt;br /&gt;Karena kini, saya tidak peduli apa yang mereka beri untuk saya.&lt;br /&gt;Seperti ketidakpedulian saya untuk memberi yang terbaik untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang sudah menjadi saatnya!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7046383009363383519?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7046383009363383519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7046383009363383519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7046383009363383519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7046383009363383519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/03/hmppffff.html' title='Hmppffff...'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6715499646233630707</id><published>2009-02-16T01:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T01:36:18.704-08:00</updated><title type='text'>Hidup Adalah Pertunjukan Sirkus</title><content type='html'>Hidup itu sirkus. Ada yang rela dikurung bareng singa atau beruang di depan ratusan orang. Hidup menjual rasa takut dan keberanian secara bersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika yang dikurung terlihat ketakutan, Sang Penonton akan memegang kursi erat-erat atau bahkan menutup mata. Ketakutan inilah yang dibayar Sang Penonton ketika lembaran uang ditukar menjadi selembar karcis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SZky8HjaMoI/AAAAAAAAAMk/Qf0J3LYNJ-A/s1600-h/Circus_Lion_Tamer.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SZky8HjaMoI/AAAAAAAAAMk/Qf0J3LYNJ-A/s200/Circus_Lion_Tamer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303326044606575234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ketakutan dari para Sang Penonton, yang terkurung menaikkan tawarannya, dramatisasi. Dan atas nama etika performance, kurungan pun ditutup. Sang Penonton menutup telinganya dengan tangan sekuat mungkin, tujuannya agar tidak terdengar jeritan yang terkurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lampu dimatikan. Gelap dan hening. Para Sang Penonton terhentak ketika mengeluarkan auman terdasyatnya. Para Sang Penonton kesulitan bernapas, ini adalah reaksi biologis tubuh. Ketika ketakutan menghujam, jantung akan memompa cepat dan menuntut hidung menghirup cepat. Tapi otot paru-paru terlalu lemah untuk dipaksa, alhasil tersengal adalah kondisi logisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah klimaks dari rasa takut, kematian. Kematian selalu menjadi pintu akhir dari napas yang tersengal. Maka jangan heran jika bertemu dengan rasa takut, kematian akan menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLAR!!! Yang terkurung bersuara, coba menarik para Sang Penonton dari dramatisasi ketakutan dan kematian. Namun para Sang Penonton belum tersadar, mereka coba memilih realitas kematian dalam ketakutan atau imajinasi ketakutan dalam kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA!!! Yang terkurung kembali berteriak sambil bertepuk tangan. Tepukan tangan adalah tanda berhentinya mantra. Tepukan tangan adalah simbol kehidupan. Dua tangan bersatu menghasilkan suara karena ada udara yang bergetar. Inilah eskalasi kehidupan, semua elemen harus bersatu untuk menggelembungkan pentingnya hidup mempunyai arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sang Penonton terhenyak dan membelalakan mata. Ternyata hidup menuntut banyak hal. Para Sang Penonton tidak bisa memutuskan keberadaanya dalam drama ketakutan, karena Yang Terkurung adalah penjagal kehendak bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyeringai, Yang Terkurung lari dan menari. Ini dilakukan untuk menyakinkan para Sang Penonton bahwa dirinya tidak sedikitpun terluka dari cengkraman singa. Namun dalam hati Yang Terkurung berbisik, "Sirkus adalah kehidupan terbaik di alam semesta ini. Tidak ada yang lebih sempurna dari menggenggam kehendak bebas semua orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan dalam hati yang dibungkus melalui senyum tipis Sang Penghianat dihargai tepukan meriah dari para Sang Penonton. Bahkan para Sang Penonton memberikan penghormatan tinggi dalam etika pertunjukkan, tepukan kehormatan. Dengan gegap gempita para Sang Penonton menitipkan suara dalam kepala mereka,"Terbebas dari rasa takut dan sensasi kematian memang luar biasa. Hidup memang indah." Para Sang Penonton lupa bahwa mereka tidak secara langsung memasuki kematian. Mereka hanya menikmati sensasinya dan menitipkan nyawa pada Yang Terkurung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa hidup adalah sirkus untuk memutuskan siapa yang harus berakrobatik dan siapa yang harus merasa sangat puas dengan hanya menitipkan nyawa. Hidup adalah sirkus untuk menggadaikan kebebasan berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SZkzKbT4vLI/AAAAAAAAAMs/SdPMGIOunrY/s1600-h/boris1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SZkzKbT4vLI/AAAAAAAAAMs/SdPMGIOunrY/s200/boris1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303326290428345522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6715499646233630707?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6715499646233630707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6715499646233630707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6715499646233630707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6715499646233630707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/02/hidup-adalah-pertunjukan-sirkus.html' title='Hidup Adalah Pertunjukan Sirkus'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SZky8HjaMoI/AAAAAAAAAMk/Qf0J3LYNJ-A/s72-c/Circus_Lion_Tamer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8267830804115541220</id><published>2009-02-13T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T22:49:47.844-08:00</updated><title type='text'>Long distance love letter</title><content type='html'>To   : My Ice Cream Maker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At 14 February 2009 along with the romantic songs from radio and pink color in the magic box (read : television), here I am siting writing love letter to my honey :) &lt;br /&gt;Well this is not our first valentine day, but since you thousand miles away, I think it will be romantic to sent you the love atmosphere trough my digital diary.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, I'm always happy every time I near you. You treat me more than great. Wonderful maybe the closest word to describe it. Well sometimes we fight because simple reason but most of the time we fall in love for the essential reason. For me those experience is amazing and I want to have more. Because every time I'm with you, I know how to embrace devoutly and thanked God for trusting me to enjoy all of this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please come back soon, so that you can spoil me again :) Happy valentine day ya sayang, I love you with all my heart. God Bless Our relationship :) (I'm trying to teased God by saying this blessing thing)&lt;br /&gt;From : Tangerine &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My gift for you :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm Yours&lt;br /&gt;By : Jason Mraz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well you done done me and you bet I felt it&lt;br /&gt;I tried to be chill but you're so hot that I melted&lt;br /&gt;I fell right through the cracks, now I'm trying to get back&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before the cool done run out, I'll be giving it my bestest&lt;br /&gt;And nothing's going to stop me but divine intervention&lt;br /&gt;I reckon it's again my turn to win some or learn some&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I won't hesitate no more, no more&lt;br /&gt;It cannot wait, I'm yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well open up your mind and see like me&lt;br /&gt;Open up your plans and damn you're free&lt;br /&gt;Look into your heart and you'll find love love love love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listen to the music of the moment baby sing with me, &lt;br /&gt;All of peaceful melody &lt;br /&gt;it's our God-forsaken right to be loved loved loved loved loved&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I won't hesitate no more, no more&lt;br /&gt;It cannot wait, I'm sure&lt;br /&gt;There's no need to complicate, our time is short&lt;br /&gt;This is our fate, I'm yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D-d-do do you, but do you, d-d-do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've been spending way too long checking my tongue in the mirror&lt;br /&gt;And bending over backwards just to try to see it clearer&lt;br /&gt;But my breath fogged up the glass&lt;br /&gt;And so I drew a new face and I laughed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I guess what I be saying is there ain't no better reason&lt;br /&gt;To rid yourself of vanities and just go with the seasons&lt;br /&gt;It's what we aim to do, our name is our virtue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I won't hesitate no more, no more&lt;br /&gt;It cannot wait, I'm yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Come on and open up your mind and see like me&lt;br /&gt;(I won't hesitate)&lt;br /&gt;Open up your plans and damn you're free&lt;br /&gt;(No more, no more)&lt;br /&gt;Look into your heart and you'll find that the sky is yours&lt;br /&gt;(It cannot wait, I'm sure)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So please don't, there's no need&lt;br /&gt;(There's no need to complicate)&lt;br /&gt;There's no need to complicate&lt;br /&gt;(Our time is short)&lt;br /&gt;'Cause our time is short&lt;br /&gt;(This is our fate)&lt;br /&gt;This is, this is, this is our fate&lt;br /&gt;I'm yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, I'm yours&lt;br /&gt;Oh, I'm yours&lt;br /&gt;Oh, whoa, baby you believe I'm yours&lt;br /&gt;You best believe, best believe I'm yours&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8267830804115541220?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8267830804115541220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8267830804115541220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8267830804115541220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8267830804115541220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/02/long-distance-love-letter.html' title='Long distance love letter'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-9198771184799031019</id><published>2009-02-03T08:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:51:10.177-08:00</updated><title type='text'>Kelelahan</title><content type='html'>Ntahlah, mungkin saya sedang jenuh atau saya kecapean, tapi saya sedang merasa bosan luar biasa. Rutinitas membuat saya kelelahan, mungkin juga karena saya sedang terserang flu berat jadi cepat cape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin liburan panjang. Ingin membaca buku seharian sambil duduk-duduk di pelataran museum atu gedung tua. Saya ingin belanja baju atau sepatu sampai mabok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ya caranya kita bisa dibayar dengan melakukan hal yang kita sukai? Hmmm...sepertinya saya benar-benar kelelahan. Saya butuh "opium" baru nih. Saya butuh baca jurnal perempuan, basis atau novel vulgar Ayu Utami. Saya butuh merasakan ekstase dari kontemplasi pikiran yang melumut tanpa arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sayang,kamu pake ke luar negeri sih. Aku butuh terjerembab dalam pikiranmu yang ngga jelas. Atau menarik kamu dalam kontruksi genderku yang berlabirin. Ah...aku emang butuh ngomong dengan vocabulary ngga jelas seperti konstruksi gender yang berlabirin. Apaan lagi tuh artinya hihihihi...tapi aku suka istilah itu :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-9198771184799031019?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/9198771184799031019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=9198771184799031019' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9198771184799031019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9198771184799031019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/02/kelelahan.html' title='Kelelahan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7939084403729234971</id><published>2009-01-26T05:28:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T01:03:38.347-08:00</updated><title type='text'>Long distance again</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SX7N1PMydzI/AAAAAAAAAMc/8-hFwHyJMvc/s1600-h/25012009(004).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SX7N1PMydzI/AAAAAAAAAMc/8-hFwHyJMvc/s200/25012009(004).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295896526331213618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran jarak jauh atau long distance zaman sekarang memang lebih mudah, thanks to the technology. Tapi rasanya selalu ngga enak untuk berada di bentangan ribuan kilometer. Maklum saya perempuan yang menikmati ketika dimanja pacar saya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang bukan pengalaman kali pertama kami pacaran jarak jauh. Kurang lebih dua tahun lalu, selama enam bulan saya memanggil pacar saya 'Bang Toyib', karena dia harus meliput berita di Bali. Dan tahun kemarin, saya hampir tiap hari menerima sms kangen luar biasa selama sebulan dari pacar saya yang di Jakarta, sedangkan saya di Jerman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pengalaman itu memang bisa jadi guru untuk hubungan jarak jauh selama tiga bulan. Kesayangan saya harus mengikuti pelatihan di negara pengeruk pasir pantai Indonesia. Iya sih kali ini ngga selama waktu dia ke Bali atau sejauh waktu saya ke Jerman. Tapi rasanya tetap ngga mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya inget betul sewaktu mengantar dia ke bandara sebelum terbang ke Bali, saya nangis sejadi-jadinya waktu dia boarding. Saya telepon dia tanpa bisa bersuara, cuman sesenggukan aja. "Kamu mau aku keluar lagi yang?" dia lembut banget ngomongnya. Cara dia menenangkan saya sebenarnya yang ngangenin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seminggu sebelum berangkat ke Jerman, pacar saya kecelakaan motor. Ini bikin saya tambah sedih, karena saya tidak bisa menemani dia terapi untuk syaraf lehernya yang kejepit. Selama seminggu itu, dia juga merasa sedih karena bakal sendirian pascakecelakaan. Pacar saya parnoan, maka ketika saya bisa menghilangkan keparnoannya dari jarak jauh, bener-bener ngangenin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, saya dan dia mengucapkan berkali-kali betapa kami saling menyangi satu sama lain teramat sangat. Kata keterangan berkali-kali menunjukkan betapa kami sangat menyadari bahwa terpisah ribuan kilometer, tidaklah mudah. Karena, kami terlalu nyaman saat bersamaan dan rasanya tidak sempurna kalau tidak berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan kenyamaan jarak jauh, pacar saya menyarankan agar saya menulis puisi-puisi Jalaluddin Rumi setiap harinya di blog ketika dia harus enam bulan di Bali. Tapi saya hanya memberikannya beberapa, karena saya lebih suka telepon-teleponan berjam-jam. Ini membuat biaya telepon kami membengkak. Dan sewaktu saya ke Jerman, setiap hari bisa lebih dari sepuluh sms saya kirim untuk menghadirkan dirinya dekat saya. Lagi-lagi, ini membuat bayaran telepon saya sampai Rp 1 juta!! But it worth it :D plus dia ikut menyumbang kok hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkali-kali mengucapkan betapa kami saling mencintai, kami juga bilang "Jangan nakal-nakal ya sayang." Ini biasa diucapkan sambil tersenyum biar senyum saya  terpatri di kepalanya setiap kali melihat perempuan berbaju merah. Atau ketika dia mengatakan kalimat itu, dia akan mencium kening atau memeluk saya. Saya yakin tujuannya sama dengan saya, cuman tanpa perempuan berbaju merah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sayang, I miss you already. Please come back soon coz you complete me when we were together. Bahkan kamu belum jalan aja, aku udah smsin kamu untuk 'melaporkan' hal-hal yang ngga penting. "Kamu kan suka mencuri perhatianku yang," itu katamu meresponi smsku yang cuman bilang aku mimpi seram atau sakit perut karena menstruasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you honey, I love you million times and don't be naughty ya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7939084403729234971?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7939084403729234971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7939084403729234971' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7939084403729234971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7939084403729234971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/01/long-distance-again.html' title='Long distance again'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SX7N1PMydzI/AAAAAAAAAMc/8-hFwHyJMvc/s72-c/25012009(004).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-418857967811173940</id><published>2009-01-19T01:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T01:14:13.228-08:00</updated><title type='text'>Common People</title><content type='html'>Perhatikan lirik dibawah ini, &lt;br /&gt;Judulnya Common People yang dinyanyikan oleh Band alternatif asal Inggris, PULP.&lt;br /&gt;Liriknya seperti orang curhat dan curhatannya adalah sebuah satiran untuk menjadi orang kebanyakan. Apakah menjadi orang kebanyakan adalah sebuah satiran? Hahahaha...yang pasti saya suka lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SXRD4AzmzKI/AAAAAAAAAMU/OPC61guFZmg/s1600-h/Pulp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SXRD4AzmzKI/AAAAAAAAAMU/OPC61guFZmg/s200/Pulp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292930091635362978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;She came from Greece she had a thirst for knowledge,&lt;br /&gt;she studied sculpture at Saint Martin's College,&lt;br /&gt;that's where I,&lt;br /&gt;caught her eye.&lt;br /&gt;She told me that her Dad was loaded,&lt;br /&gt;I said "In that case I'll have a rum and coca-cola."&lt;br /&gt;She said "Fine."&lt;br /&gt;and in thirty seconds time she said,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I want to live like common people,&lt;br /&gt;I want to do whatever common people do,&lt;br /&gt;I want to sleep with common people,&lt;br /&gt;I want to sleep with common people,&lt;br /&gt;like you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well what else could I do -&lt;br /&gt;I said "I'll see what I can do."&lt;br /&gt;I took her to a supermarket,&lt;br /&gt;I don't know why but I had to start it somewhere,&lt;br /&gt;so it started there.&lt;br /&gt;I said pretend you've got no money,&lt;br /&gt;she just laughed and said,&lt;br /&gt;"Oh you're so funny."&lt;br /&gt;I said "yeah?&lt;br /&gt;Well I can't see anyone else smiling in here.&lt;br /&gt;Are you sure you want to live like common people,&lt;br /&gt;you want to see whatever common people see,&lt;br /&gt;you want to sleep with common people,&lt;br /&gt;you want to sleep with common people,&lt;br /&gt;like me."&lt;br /&gt;But she didn't understand,&lt;br /&gt;she just smiled and held my hand.&lt;br /&gt;Rent a flat above a shop,&lt;br /&gt;cut your hair and get a job.&lt;br /&gt;Smoke some fags and play some pool,&lt;br /&gt;pretend you never went to school.&lt;br /&gt;But still you'll never get it right,&lt;br /&gt;cos when you're laid in bed at night,&lt;br /&gt;watching roaches climb the wall,&lt;br /&gt;if you call your Dad he could stop it all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You'll never live like common people,&lt;br /&gt;you'll never do what common people do,&lt;br /&gt;you'll never fail like common people,&lt;br /&gt;you'll never watch your life slide out of view,&lt;br /&gt;and dance and drink and screw,&lt;br /&gt;because there's nothing else to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing along with the common people,&lt;br /&gt;sing along and it might just get you through,&lt;br /&gt;laugh along with the common people,&lt;br /&gt;laugh along even though they're laughing at you,&lt;br /&gt;and the stupid things that you do.&lt;br /&gt;Because you think that poor is cool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to live with common people,&lt;br /&gt;I want to live with common people&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bait yang terakhir, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;because you think that poor is cool&lt;/span&gt;. Hahahahaha hidup memang hanya satiran. Siapa dan apa yang dijadikan satiran kembali pada how cool is it...Is it?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-418857967811173940?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/418857967811173940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=418857967811173940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/418857967811173940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/418857967811173940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2009/01/common-people.html' title='Common People'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SXRD4AzmzKI/AAAAAAAAAMU/OPC61guFZmg/s72-c/Pulp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5254700085828148908</id><published>2008-12-22T07:14:00.001-08:00</published><updated>2008-12-22T07:14:21.260-08:00</updated><title type='text'>Kami Coba Melengkapi</title><content type='html'>Semakin lama pacaran sama tukang es krimku,aku jadi makin manja. Jadi sering ngambek biar dirayu hihihi...Belakangan kalau bangun pagi dalam keadaan fit pasti telepon dia dan merengek-rengek, sekedar untuk denger dia bilang "Iya neng aku dengerin. Mananya yang sakit?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau sayangku mulai tidak optimis, maka aku cuman bisa mendengarkan. Biar dia mengeluarkan segala kekuatirannya dan pada di titik tertentu, aku akan membenturkan dia dengan pikiran positif. Bahwa semuanya bisa dijalanin untuk hal paling terbaik yang dapat dinikmati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya,aku pikir sikapnya yang selalu negatif thingking itu karena bawaan lahir. Tapi belakangan aku menyadari, bahwa dia ingin agar aku menyakininya semua akan baik-baik aja. Dia hanya tidak ingin terlalu euforia dengan segala kenikmatan yang dirasa. Dan lebih dari itu, dia pengen dimanja aja. Karena kalau lagi down pasti dia akan berubah wujud jadi anak kecil yang butuh dipeluk dan dicium di kening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, kita semakin mengerti apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Sang Kekasih Hati. Kami semakin mengerti, sampai di batas mana perhatian ini harus dielaborasi dengan sentuhan yang menentramkan. Tidak usah banyak berkata-kata, cukup bilang, "Iya sayang, aku sayang kamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap kali perasaan nyaman serta tentram itu datang, aku hanya bisa memejamkan mata untuk meminta Tuhan menyempurnakan segalanya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5254700085828148908?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5254700085828148908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5254700085828148908' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5254700085828148908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5254700085828148908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/12/kami-coba-melengkapi.html' title='Kami Coba Melengkapi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-1819874788609168572</id><published>2008-12-07T09:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T20:26:15.255-08:00</updated><title type='text'>You can't always get what you want</title><content type='html'>Have you heard Mr.Jagger's philosophy?"You can't always get what you want." It was taken from one of his songs. This phrase was quite describing my hole week. And is not easy to dealing with it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm hoping to much and when the reality give different answer, I break down. With ego and self confidence you have, is not cheerful enough to stand in defeated position. You will feeling weak and devastate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well what the heck, shit do happen in big city. Just need to open my eyes so that I can deceive reality. I'm lose right now but I don't do it frequently. I'll stand up and make some move. Just wait and see Mr.Jagger, I'll get what I want :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-1819874788609168572?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/1819874788609168572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=1819874788609168572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1819874788609168572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/1819874788609168572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/12/you-cant-always-get-what-you-want.html' title='You can&apos;t always get what you want'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4865754043860935018</id><published>2008-11-23T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T00:25:32.053-08:00</updated><title type='text'>Fire Works + House MD = Addictive</title><content type='html'>There are two things that steal my awareness. Fire works and House MD. Its two different things. Because the first one is a game that my boyfriend has in his laptop. And the second one, is television serial about ecentric doctor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every time I come to my boyfriend's place, the first thing gonna reach my hand was his laptop. I'll stand for hour playing that oriental game. In this game you have to connect the fire to the rocket. The thing that will angered you is, the fuse. You have to arrange it so your fire works will burn up faster. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've got stress out when hearing the cock-crow. Its mean your time is running out. So you have to fasten your "seat belt" if not the dragon will say, "TIME IS OUT". Until now, I only could reach level 10. In other side, my boyfriend already reach level 15. Of course he can do that, because he has it. So he can practice whenever he want it (denial mode on) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the interesting from House MD television serial, is the other side of meds movie. If you often saw, ER or Operation room as the important scene in the movie. Well is not the same with House MD. The movie is about how a doctor analysis the symptom by discussing it with his team. In this movie you will learn that, sometimes doctor are wrong. That is why they need to observe more from the symptom to cure the illness. And of course the time to observe was limited, by the worst condition, death. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not just that, you will see how House (Hugh Laurie)can be so arrogant with his internship. But exactly he did that with strong reason to teach them plus saving their patient. Now, every night, before I go to sleep, I &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;have to&lt;/span&gt; watch it first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My addiction level has reach up. Because after playing fire works, my mind can't stop imagining rotate the fuse. The same feeling after watching House MD. I'll imagining what the rare case they have it and guessing how the talented House handle it. And my boyfriend start complaining, because I always put my eyes on his laptop and don't care with every single step he made :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't know how long I'll stay in this condition. I guess I just like it so much and is not dangerous anyway. I just have to wait reach the overwhelming memory. This the stage where you got bored for what exciting before. And your brain asking for the new addiction :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4865754043860935018?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4865754043860935018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4865754043860935018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4865754043860935018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4865754043860935018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/fire-works-house-md-addictive.html' title='Fire Works + House MD = Addictive'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-250231845498701710</id><published>2008-11-17T20:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:35:25.849-08:00</updated><title type='text'>Hidup Adalah Hari Ini</title><content type='html'>Pada hari ini, 27 tahun yang lalu, seorang perempuan bernama Nurmala Tambunan melahirkan saya, Priska Cesilia Rosida Siagian. Saya dilahirkan di salah satu rumah sakit pemerintah di Cimahi-Bandung, sekitar pukul 10 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya bercerita, hari kelahiran saya tepat sepuluh hari setelah ayah saya diwisuda. Ayah saya, Marison Siagian, cukup lama kuliah di Universitas Parahyangan maka kelahiran saya adalah bonus tambahan buat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita lucu dibalik nama saya yang panjang itu. Kata ayah saya, nama itu diambil dari salah satu mahasiswi Universitas Parahyangan, jurusan arsitektur dan bisa lulus dalam jangka waktu lima tahun. Kata ayah saya lagi, itu adalah waktu yang cepat. Karena ketika itu tidak ada sistem kredit semester. Maka dari itu, banyak diantara mereka yang jadi mahasiswa abadi. Yang penting bayar kuliah dan lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sepintas, ayah saya berharap agar saya mengikuti jejak Si Empunya Nama. Tapi, boro-boro kepikiran ambil jurusan arsitektur, jadi anak IPA aja bukan cita-cita. Yah tapi lumayanlah, saya hanya butuh waktu 4,5 tahun untuk lulus Universitas Padjadjaran. Lebih cepat setengah tahun dari yang punya nama :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya di taman kanak-kanak, adik perempuan saya yang bernama Angela Agustina, meninggal dunia. Dia sakit keras ketika itu, karena jatuh dari tempat tidur dan pembantu saya tidak segera cerita ke orang tua saya. Jadi adik saya yang cantiknya memang seperti malaikat itu, akhirnya mengalami gangguan di otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dirawat lama sekali di rumah sakit ST.Carolus. Saya ingat, dulu rumah sakit itu ada jerapahnya. Maka setiap kali menjengguk yang saya ingat bukan bau rumah sakit, tapi binatang berleher panjang. Pada malam kepergian adik saya, om saya membawa saya ke rumahnya. Rumah kami dekatan, dan saya melihat semua barang-barang adik saya ditaruh ke dalam mobil. Saya bertanya, "Kenapa barang adek, dibawa semua?" Om saya menjawab, "Ade Angela mau pulang." Saya tersenyum bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tidak dibawa ke rumah, melainkan ke rumah om saya. Saya diberi susu dan langsung tidur. Esok paginya, rumah om saya sepi sekali. Saya kelaparan dan takut untuk pergi sendiri ke rumah saya. Karena biasanya, saya selalu pergi kemanapun dengan abang saya. Entah angin apa, saya memberanikan diri untuk pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, saya melihat bendera kuning. Saya ngga begitu mengerti apa artinya, yang saya tahu tetangga-tetangga saya hanya mengusap-usap kepala saya. Sampai di rumah, saya melihat ibu saya meraung-raung begitu sedihnya. Abang saya nagis sesenggukan, begitu juga ayah saya. Saya dekati ibu saya, "Adek kenapa kok tiduran aja?" Mama saya malah menangis sambil peluk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum mengerti kematian ketika itu. Yang saya tahu, ibu saya sangat bersedih bahkan sampai tidak makan berhari-hari. Konsep kematian ketika itu adalah pergi ke surga. Surga itu tempat yang cantik, makanya kata ibu saya, adik saya harus memakai pakaian terbaiknya agar terlihat cantik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak ke kelas tiga Sekolah Dasar, saya sempat merasa bosan menjalani hari-hari saya. Saya ingin mengintip apa yang tengah dilakukan abang saya, ketika saya sedang melakukan aktivitas saya. Saat itu saya bertanya, kenapa sih saya tidak bisa berada di dua tempat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum kenal konsep ruang dan waktu ketika itu. Saya belum paham kalau setiap individu hanya mampu merasakan dan menjalani, apa yang sedang dihadapinya saat itu. Kita tidak bisa "mengintip" keberadaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang, waktu, dan kematian, pada akhirnya saya sedikit punya konsep akan hal itu. Pengalaman hidup yang mempertemukan saya dengan definisi-definisi dari kata yang awalnya saya tangkap sebagai momen tertentu dan rasa penasaran. Kini dalam perjalanan yang membuat usia hidup saya semakin bertambah, rasa penasaran saya tidak pernah berhenti. Saya menemukan istilah baru dalam momen baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan, dihianati, jatuh cinta, ditolak, belajar, lulus, berkelahi, berdamai, hingga berserah diri, adalah hal-hal lain yang saya alami. Saya bisa terpuruk dan marah sejadinya pada Sang Pengatur momen. Tapi saya juga tidak dilarang untuk menangis dan tertawa, bersama Sang Pemberi Makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah keluar dari persekutuan, karena saya merasa Sang Penyelamat yang saya kenal tidak sekaku itu. Tapi saya juga pernah menangis dalam doa dan lantunan lagu, karena saya diberi kepercayaan untuk sebebas apapun kepada Sang Sumber Rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari yang saya jalani, rasanya tidak ada yang tidak berharga. Ya amarah atau sukacita, setidaknya itu cerita yang terjadi. Dipandang sebelah mata dan diapresiasi, bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan. Dan buat saya itu kenikmatan yang harus saya pilih. Karena tanpa itu semua, hidup saya akan flat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya akan menjadi karakter yang mengisi 9.855 hari saya dengan rutinitas. Saya tidak mau seperti itu, karena setiap 24 jam yang saya lalui adalah priviledge saya untuk menjadi ada. Karena itu, saya tidak mau sekedar biasa menghadapi pertambahan umur saya. Sudah menjadi tradisi bagi saya untuk berkontemplasi menjelang hari jadi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah setua ini, senang rasanya saya masih punya waktu merenungkan semuanya. Dan untuk angka 27, saya memilih dengan membuat rangkaian tulisan mengenai hidup. Semuanya berdasarkan pengalaman saya yang ditambah pengalaman dari perempuan hebat Suciwati. Sebagai pamungkas adalah tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa hidup adalah hari ini. Karena di hari inilah saya, mengawali semuanya. Saya hidup didunia dan coba menjalani semuanya sebaik mungkin. Bukan kesempurnaan yang saya kejar tapi kenikmatan. Karena hidup hari ini, terlalu berat untuk hanya diukur dalam kesempurnaan. Hidup adalah hari ini, karena semua yang terjadi adalah kepercayaan untuk menikmatinya. Buat apa terlalu pusing memikirkan bagaimana hidup akan berakhir. Jadi, mari nikmati hari ini karena hidup hari ini, terlalu berharga untuk dianggap sekedar rutinitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-250231845498701710?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/250231845498701710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=250231845498701710' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/250231845498701710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/250231845498701710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/hidup-adalah-hari-ini.html' title='Hidup Adalah Hari Ini'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5699872259308092860</id><published>2008-11-16T08:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T08:37:54.346-08:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Realitas Mimpi</title><content type='html'>Selepas lulus dari Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi-Universitas Padjadjaran, saya sempat menganggur hampir setahun. Dan disela-sela menunggu wawancara kerja, saya mengirimkan artikel ke Harian Seputar Indonesia (Sindo). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan Susi, sahabat saya, mengasuh rubrik untuk remaja (Saya lupa nama rubriknya). Rubrik ini berisi tentang pengalaman, ide atau pemikiran yang dapat memotivasi remaja untuk lebih baik. Salah satu tema tulisan saya adalah menggapai legenda pribadi. Termotivasi oleh tulisan Paolo Coelho di Sang Alkemis, saya ingin para remaja punya semangat untuk memiliki dan merealisasi legenda pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mengutip semangat Bob Dylan mengenai konsep Hero, dalam tulisan saya yang berjudul Menjadi Hero ala Bob Dylan. Bahwa setiap orang punya kemampuan untuk menjadi pahlawan, "We could be hero just for one day."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tema ini yang saya pilih? Karena saya percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup. Legenda pribadi dan menjadi pahlawan adalah hal-hal yang bisa kita realisasikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyatanya adalah ketika saya akhirnya memutuskan bekerja di Hongkong and Shanghai Bank Corporation (HSBC) as clerical analysis bankcruptcy account. Saat itu saya pikir, daripada saya nganggur lama-lama. Tapi saya tidak pernah mengubur mimpi saya untuk bekerja di media sebagai awalan menjadi penulis. Bahkan saya masih kirim dua tulisan lagi ke Sindo untuk menambah kepuasan diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman menarik dari kirim tulisan ini, salah satu siswa SMA di Yogya memberikan apresiasi terhadap tulisan saya. Dia mengirimkan email kepada saya dan bercerita bahwa tulisan-tulisan saya selalu dinantinya. Itulah kali pertama saya bisa mendeskripsikan bahwa kepuasan diri itu luar biasa wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan bulan saya di HSBC, saya pindah ke Harian Jurnal Nasional. Koran yang secara de jure adalah milik bos negeri ini. Koran kepentingan, beberapa teman saya mengolok saya demikian. Tapi saya beragumentasi bahwa, ini hanya cara saya keluar dari HSBC. Karena saya kurang berani untuk keluar dari HSBC dan menganggur. Pengalaman menganggur hampir setahun cukup banyak memberikan rasa ngga enaknya minta uang sama orang tua dan abang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya, sampai sekarang masih merasakan "gejolak" bekerja di tempat ini, tapi saya rasa ini salah satu realitas mimpi saya. Bekerja sebagai wartawan agar dapat terus mengasah diri sebagai penulis. Lagipula, tempat yang sarat kepentingan ini punya begitu banyak guru yang mengajarkan saya bagaimana untuk mengalir dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang sudah saya tulis, dan lumayan banyak yang mewakili cita-cita saya dulu. Isu perempuan yang diselipkan dalam tema kesehatan. Profil tokoh-tokoh yang saya kagumi. Tulisan kebudayaan yang sedikit banyak terinfluensi dari buku-buku "gila" saya sewaktu kuliah. Dulunya semua hanya ide, tapi kemudian saya menariknya dalam dunia nyata. Selalu ada medium untuk itu, saya menyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bersama Tetty, sahabat yang lahirnya cuman beda seminggu ini, kita pernah bercita-cita untuk ke luar negeri. Duduk di depan perapian, menikmati secangkir coklat panas sambil melihat salju turun. Dua puluh persen dari cita-cita itu terwujud. Ketika kemarin saya ke Jerman, Tetty bilang saya turut mewakili dia untuk membuka jalan bagi realitas cita-cita kita. Yang kita butuh lakukan selanjutnya adalah, pergi ke luar negeri berdua, perapian, salju, dan coklat panas. Sepertinya hanya menunggu waktu, karena 80 persen dibagi dua, bukan hal yang sulit :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya tidak pernah betul-betul bikin list cita-cita. Saya hanya menyimpannya dalam hati dan kepala saya. Hati, karena disitulah niat bersemayam. Kepala, karena disanalah strategi diluncurkan. Bahkan seringnya, saya teringat bahwa mimpi itu pernah ada ketika telah menjadi realitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ntahlah, mungkin karena saya termasuk orang yang ngga ngoyo. Saya berusaha dan bernegosiasi dengan Sang Empunya Kehidupan. Karena saya percaya, hidup adalah medium untuk membuat segala harapan dan mimpi memiliki wujud nyata. Realitas mimpi adalah pilihan, dan saya memilih untuk menariknya ke dalam wilayah absolut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5699872259308092860?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5699872259308092860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5699872259308092860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5699872259308092860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5699872259308092860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/hidup-adalah-realitas-mimpi.html' title='Hidup adalah Realitas Mimpi'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4861582173436625604</id><published>2008-11-13T20:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T08:16:02.719-08:00</updated><title type='text'>Hidup itu Euforia</title><content type='html'>Entah kenapa, semalam, tiba-tiba teringat masa-masa SMP dulu. Tepatnya ketika memilih untuk ngefans kepada Nugie. Dengan suara yang berat, gondrong, dan bermain gitar, sepertinya cukup layak untuk saya gandrungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beli setiap pria bernama Agustinus Nugraha itu mengeluarkan album baru. Setiap malam saya akan mendengarkan teriakan suara seraknya. Nugie yang juga seorang penyiar radio SK itu, berhasil menyihir saya untuk setia mendengarkan siarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada majalah yang memuat hasil wawancara dengan Nugie, saya pasti beli. Saya gunting dan kliping. Satu rahasia kecil saja, saya masih menyimpan kliping itu sampai saya kerja :D Rasanya tidak rela untuk membuangnya, hidup memang euforia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia lain adalah semangat untuk menjalani hidup dengan antusiasme. Kliping Nugie itu contohnya, antusiame menjadi selubung di kepala saya untuk mencari tahu tentang Nugie setiap harinya. Antusiasme mengajarkan saya untuk punya sesuatu yang saya cari dan harus dapatkan setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbicara mengenai euforia, saya bila sedang menyukai sesuatu saya akan terus mengenakannya. Contohnya baju atau aksesoris, euforia membuat saya akan mengenakannya lumayan sering. Euforia mengajarkan saya untuk nyaman dengan apa yang saya pilih. Saking nyamannya, saya termotivasi untuk membagi rasa itu kepada banyak orang. Dengan mengenakan baju atau aksesoris yang sedang saya gandrungi lebih sering, saya berharap orang lain yang melihatnya bisa merasakan spirit keindahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia memang suatu rasa yang berlebihan dan seringnya dipersepsikan sebagai hal yang tidak masuk akal. Euforia menginduksi setiap orang dengan adrenalin, suatu zat kimiawi yang diproduksi tubuh sebagai respon keluarbiasaan. Adrenalinlah yang kemudian menekan kesadaran kita untuk berpikir masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, penting untuk mempersepsikan hidup adalah euforia. Karena kita perlu adrenalin untuk merespon keluarbiasaan misteri kehidupan. Tidak ada diantara kita yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi sepersekian detik ke depan, dan perlu adrenalin untuk menghadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adrenalin, kita selalu percaya ada yang akan kita dapat dari misteri itu. Maka kita akan selalu tergerak mengumpulkan petunjuk untuk mendapatkan gambaran hidup lebih jelas. Seperti saya mengumpulkan artikel Nugie untuk mendapat gambaran tentang dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidup sudah pasti euforia, karena kadang kita butuh reaksi yang berlebih atas apa yang kita terima dan hadapi. Tanpa semangat ini, psilogis kita jadi kurang matang atas pembelajaran hidup. Maka menurut saya, menjadi kurang masuk akal dalam menyikapi misteri hidup yang setiap detiknya menghadang, kadang kala diperlukan. Karena seringnya kita harus bertindak spontan. Maka perlu asah insting untuk bisa bertindak spontan dengan kematangan psikologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hidup adalah euforia dan semakin lama kita diberi peluang untuk hidup, harusnya sudah cukup lihai untuk menata rasa tersebut. Tapi manusia tidak akan pernah berhenti belajar sampai kemudian kehidupan berakhir. Maka sebelum semuanya berhenti, selamat bereforia dan bereforialah dengan bijak karena usia ada adalah konsekuensi kematangan :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4861582173436625604?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4861582173436625604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4861582173436625604' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4861582173436625604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4861582173436625604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/hidup-itu-euforia.html' title='Hidup itu Euforia'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-9066473640983688393</id><published>2008-11-13T02:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T02:43:14.318-08:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Perjuangan</title><content type='html'>Ini adalah catatan pribadi dari seorang perempuan hebat, Suciwati, isteri dari Pejuang HAM Munir. Atas izin Mba Suci, saya mempostingnya dalam blog saya untuk menularkan semangat perjuangan hidup melawan penghilangan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MUNIR, CAHAYA YANG TIDAK PERNAH PADAM": Oleh: Suciwati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Abah dibunuh, Bu?” Mulut mungil itu tiba-tiba bersuara bak godam menghantam ulu hatiku. Gadis kecilku, Diva Suukyi, saat itu masih 2 tahun, menatap penuh harap. Menuntut penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaraku mendadak menghilang. Airmataku jatuh. Sungguh, seandainya boleh memilih, aku akan pergi jauh. Tak kuasa aku menatap mata tanpa dosa yang menuntut jawaban itu. Terlalu dini, sayang. Belum saatnya kau mengetahui kekejian di balik meninggalnya ayahmu, suamiku, Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tahu lidah ibunya kelu, Diva memelukku. Tangan kecilnya melingkari tubuhku. ”Ibu jangan menangis…Jangan sedih,” kata-kata itu terus mengiang di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 7 September 2004, sejarah kelam itu tertoreh. Munir, suami dan ayah dua anakku –Alif Allende (10) dan Diva Suukyi (6)—meninggal. Siang itu, pukul 2. Usman Hamid dari KontraS menelepon ke rumah. “Mbak Suci ada di mana?” Firasatku langsung berkata ada yang tidak beres. Pasti ada hal yang begitu besar terjadi sampai Usman begitu bingung. Jelas dia menelepon ke rumah, kok masih bertanya aku di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja. Tergagap Usman bertanya, “Mbak, apa sudah mendengar kabar bahwa Cak Munir sudah meninggal?” Tertegun aku mendengarnya. Seolah aku berada di awang-awang dan kemudian langsung dibanting ke tanah dengan keras. Kehidupan seolah berhenti. Seseorang yang menjadi bagian jiwaku, nyawaku, telah tiada. Kegelapan itu mencengkeram dan menghujamku dalam duka yang tak terperi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatakah ini? Air mata membanjir. Tubuhku limbung. Perlu beberapa saat bagiku untuk mengumpulkan tenaga dan akal sehat. Aku harus segera mencari informasi tentang Munir. Ya Tuhan, apa yang terjadi pada dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kesadaranku hadir, segera kutelepon berbagai lembaga seperti Imparsial dan kantor Garuda di Jakarta dan di Schipol (Belanda). Begitu pula teman-teman Munir di Belanda. Aku segera mencari kabar lebih lanjut dari kawan-kawan aktivis. Tak ada yang bisa memberikan keterangan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mulai berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa. Aku masih sibuk mencari informasi kesana-kemari. Sebagian diriku masih ngeyel, berharap berita itu bohong semata. Aku hanya akan percaya jika melihat langsung jenazah almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tragedi ini, pihak Garuda amat tidak bertanggungjawab. Tiga kali aku menelepon kantor mereka di Jakarta, tapi tak satu pun keterangan didapat. Mereka bahkan bilang tidak tahu-menahu soal kabar kematian Munir. Sungguh menyakitkan, pihak maskapai penerbangan Garuda harusnya yang paling bertanggungjawab tidak sekali pun menghubungiku untuk memberi informasi. Padahal, Munir meninggal di pesawat Garuda 974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Garuda di Schipol pun sama saja. Pada telepon ketiga, dengan marah aku menyatakan berhak mendapat kabar yang jelas menyangkut suamiku. Barulah informasi itu datang. Yan, nama karyawan Garuda itu, menjelaskan bahwa memang Munir telah meninggal dan dia menyaksikan secara langsung. Yan bahkan berpesan jangan sampai orang mengetahui kalau dia yang memberi kabar itu kepadaku. Ah, apa pula ini? Tuhan, beri aku kekuatan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menangis. Si sulung Alif, saat itu baru 6 tahun, melihatku dengan sedih dan ikut menangis. Diva terus bertanya dalam ketidak mengertiannya, “Kenapa Ibu menangis?” Aku merasa seolah jauh dari dunia nyata. Kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku hampa. Saat itu, dengan kedangkalanku sebagai manusia, sejuta pertanyaan dan gugatan terlontar kepada Tuhan. “Kenapa bukan aku saja yang Engkau panggil, Ya Allah? Mengapa harus dia? Mengapa dengan cara seperti ini? Mengapa harus saat ini? Mengapa? Ya Allah, Kau boleh ambil nyawaku,hamba siap menggantikannya. Dia masih sangat kami butuhkan, negara ini butuh dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tiba-tiba dibanjiri manusia. Teman, kerabat, tetangga berdatangan. Bunga berjajar dari ujung jalan sampai ujung satunya. Alif bertanya, “Kenapa bunga itu tulisannya turut berduka cita untuk Abah?” Anakku, aku peluk dia, kukatakan bahwa Abah tidak akan pernah kembali lagi dari Belanda. Abah telah meninggal dan kita tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alif menangis dan protes, “Bukannya Abah hanya sekolah? Bukannya Abah akan pulang Desember? Kenapa kita tidak akan ketemu lagi?” Amel, guru yang selama ini melakukan terapi untuk Alif yang cenderung hiperaktif, segera menggendong dan membawa Alif keluar. Maafkan, Nak. Aku tak berdaya bahkan untuk sekedar menjawab pertanyaanmu. Aku tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman dari berbagai lembaga juga datang. Antara lain dari Kontras, Imparsial, Infid, HRWG, dan banyak lagi yang tak mungkin aku mengingatnya satu persatu. Semua tumpah ruah. Puluhan wartawan juga datang, tapi aku tak mau diwawancarai mereka. Biarlah kesedihan ini mutlak jadi milikku. Meskipun aku yakin bahwa keluarga korban yang selama ini didampingi almarhum pasti tidak kalah sedih. Sebagian mereka datang dan histeris menangisi kehilangan Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 September 2004, aku menjemput jenazah suamiku. Bersama Poengky dan Ucok dari Imparsial, Usman dari KontraS, dan Rasyid kakak Munir, aku berangkat ke Belanda. Ya Tuhan, beri aku kekuatan-Mu, begitu doaku sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang Mortuarium Schipol, jasad Munir terbujur kaku. Kami tiada tahan untuk tidak histeris. Usman melantunkan doa-doa yang membuat kami tenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku ingin hanya berdua dengan suami tercintaku. Aku meminta teman-teman keluar dari ruangan. Aku pandangi Munir dalam derai air mata. Tak tahu lagi apa yang kurasakan saat itu. Sedih, hampa, kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kupegang tangannya. Kupandangi dia. Teringat saat-saat indah ketika kami bersama. Tiba-tiba ada rasa lain yang membuat aku menerima kenyataan ini. Aku harus merelakan kepergiannya. Doa-doa kupanjatkan. Ya Allah, berilah suamiku tempat terhomat disisi-Mu. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batu, 12 September 2004, kota kelahirannya, Munir disemayamkan. Pelayat seolah tiada habisnya datang. Handai taulan, sahabat, teman-teman buruh, petani, mahasiswa, aktivis, wartawan semua ada. Banyak yang tidak tidur menunggu esok hari, saat pemakaman Munir. Umik, ibu Munir, begitu sedih. Aku bahkan tak sanggup melihat kesedihan yang membayang di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, masjid terbesar di Batu, tempat Munir disholati, tidak sanggup menampung semua yang hadir. Perlu antre bergantian untuk sholat jenazah. Kota Batu yang selama ini sepi mendadak dipadati manusia. Melimpahnya “tamu” Munir ini bagai suntikan semangat bagiku. Bahwa ternyata bukan aku dan keluarga saja yang merasakan kedukaan ini. Dukungan yang mereka berikan membuatku kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menanam sesuatu maka kamu akan memanennya,itulah yang aku buktikan hari ini. Aku melihat yang dilakukan Munir selama ini membuktikan apa yang dia perbuat. Munir selalu mencoba berjuang bagi tegaknya keadilan dan perdamaian. Dia berteriak lantang menyuarakan keadilan bagi korban, baik di Aceh,Papua,Ambon dan dimana saja. Keberanian dan sikap kritisnya terhadap penguasa memang harus dibayar mahal oleh nyawanya sendiri dan juga oleh keluarga yang ditinggalkannya ‘anak dan istrinya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah bagiku mencerna kehilangan ini. Perlu proses untuk menerima, mengikhlaskan kepergian Munir, dan menerima bahwa ini adalah kehendakNya. Jika Tuhan sudah berkehendak, maka siapa pun dan dengan cara apa pun tidak akan mampu mengelak. Keyakinan bahwa hidup-mati manusia adalah kehendak-Nya itu membuat aku bangkit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munir adalah manusia, sama sepertiku dan yang lainnya, yang bisa mati. Kemarin, sekarang atau besok, itu hanya persoalan waktu. Sakit, diracun, atau ditembak itu hanya persoalan cara. Kematian adalah keniscayaan. Suka atau tidak suka, kita tetap harus menghadapinya. Dan kehidupan tidak berhenti. Air mata kepedihan tidak akan pernah mengembalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal doa Sayyidina Ali, sahabat Nabi Muhammad SAW, membuatku bertambah yakin bahwa aku harus bangkit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kumohon kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. Ketika kumohon kebijaksanaan, Allh memberiku masalah untuk kupecahkan. Ketika kumohon kesejahteraan, Allah memberikan aku akal untuk berpikir. Ketika kumohon keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi. Ketika kumohon sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong. Ketika kumohon bantuan, Allah memberiku kesempatan.&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta, tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba untuk merenung. Kuteguhkan hati bahwa ini bukan sekedar takdir, tapi ada misteri yang menyelubungi. Misteri yang harus diungkap. Aku harus berbuat sesuatu. Bersyukur, aku tidak sendirian dalam kedukaan ini. Banyak teman-teman yang peduli kepada kami sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian, tepatnya 11 November 2004, Rachland dari Imparsial menghubungiku. Dia mengabarkan ada wartawan dari Belanda ingin mewawancarai. Dia juga bertanya, apakah aku sudah mengetahui hasil otopsi yang dilakukan pihak Belanda terhadap almarhum Munir. Hasil otopsi itu kabarnya diserahkan kepada pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap teman-teman memiliki jaringan ke Departemen Luar Negeri. Tapi, rupanya tidak. Aku pun menelepon 108 –nomor informasi—untuk meminta nomer telepon kantor Departemen Luar Negeri. Teleponku ditanggapi seperti ping-pong. Dioper sana-sini. Sampai akhirnya aku berbicara via telepon dengan Pak Arizal. Dia menjelaskan bahwa semua dokumen otopsi telah diserahkan kepada Kepala Polri, dengan koordinasi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, keberanian dari mana yang menyusup dalam diriku pada waktu itu. Aku tanpa ragu menghubungi dan berbicara dengan mereka, semua pejabat itu. Kebetulan, semua nomor telepon pejabat-pejabat penting itu terekam dalam telepon genggam suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para petinggi itu, aku bertanya, “Kenapa aku sebagai orang terdekat almarhum tidak diberitahu tentang otopsi? Apa yang terjadi padanya? Apa hasilnya?” Mereka tidak memberikan jawaban. Padahal, sebagai istri korban, aku memiliki hak yang tak bisa diabaikan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00 malam, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Pak Widodo AS meneleponku. Menurut dia, hasil otopsi telah diserahkan kepada Kepala Bagian Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Pak Suyitno Landung, Markas Besar Polri. Malam itu juga aku menelepon Kabareskrim. Aku meminta bertemu dengan dia esok paginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Al Ar’af dari Imparsial,dan Usman Hamid dari KontraS,Binny Buchori dari Infid,Smita dari Cetro dan beberapa kawan, esok paginya tanggal 12 November 2004 aku mendatangi kantor Kabareskrim. Pagi itu aku menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Benarlah dugaanku bahwa ada yang aneh pada kematian Munir. Hasil otopsi itu menjelaskan dengan gamblang bahwa kematian almarhum adalah lantaran racun arsenik. Racun itu ditemukan di lambung, urine, dan darahnya.&lt;br /&gt;Ternyata dia memang dibunuh...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Mabes Polri, kami sudah diserbu wartawan. Siaran pers pun digelar bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di kantor KontraS. Isinya, mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi, menyerahkan hasil otopsi kepada keluarga, dan membentuk tim penyelidikan independen yang melibatkan kalangan masyarakat sipil. Desakan serupa dikeluarkan oleh tokoh-tokoh masyarakat di berbagai daerah. Desakan yang ditanggapi dengan janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusut kasus pembunuhan Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama pula kami membentuk KASUM (Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir). Banyak organisasi dan individu yang punya komitmen akan pengungkapan kasus ini bergabung. Ini memang bukan hanya persoalan kematian seorang Munir. Lebih dari itu, ini persoalan kemanusiaan yang dihinakan dan kita tidak mau ada orang yang diperlakukan sama seperti dia hanya karena perbedaan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun sepakat untuk meminta pemerintah membentuk tim independen kasus Munir. DPR juga mendesak pemerintah segera menyerahkan hasil autopsi kepada keluarga almarhum. Pada November 2004, DPR membentuk tim pencari fakta untuk mengusut kasus pembunuhan Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 24 November 2004, Presiden Yudhoyono bertemu denganku. Teman-teman dari Kontras, Imparsial, Demos menemaniku bertemu Presiden. Satu bulan kemudian tepatnya tanggal 23 Desember 2004 Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden untuk pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir yang dipimpin oleh Brigjen pol. Marsudi Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ini, di luar dugaan, bekerja efektif menemukan kepingan-kepingan puzzle siapa dibalik pembunuhan Munir. Fakta-fakta temuan tim ini cukup mencengangkan. Fakta yang menunjukkan benang merah pembunuhan keji penuh konspirasi dan penyalahgunaan kekuasaan serta kewenangan di Badan Intelejen Nasional (BIN). Sayangnya TPF tidak diperpanjang lagi setelah dua kali(6 bulan)masa kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Pollycarpus, pilot Garuda, benang merah yang mengurai jaring laba-laba kebekuan dan kerahasiaan yang melingkupi BIN. Polly, sebuah nama yang sangat melekat dibenakku. Sangat dalam maknanya dalam perjalanan menguak kebenaran siapa dibalik kematian Munir, suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah orang yang menelepon suamiku dua hari sebelum berangkat ke Belanda. Polly menanyakan jadwal keberangkatan suamiku dan dia mau mengajak berangkat bersama. Kebetulan waktu itu aku yang menerima telepon itu. Jika tidak, barangkali aku tidak akan pernah tahu keberadaan Polly. Munir mengatakan Polly adalah orang aneh dan sok akrab. “Dia itu orang tidak dikenal tapi tiba-tiba menitipkan surat untuk diposkan di bandara setempat ketika aku hendak ke Swiss,” begitu kata Munir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sang pilot tidak hanya menerbangkan pesawat. Dia adalah orang yang mempunyai hubungan dengan agen BIN seperti halnya Mayor Jenderal TNI Muchdi PR, Deputi V BIN. Polly disebut sebagai agen non organik BIN yang langsung berada di bawah kendali Muchdi. Berkas dakwaan tersebut juga menyebut adanya pembunuhan berencana terhadap Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat pula dalam berkas dakwaan untuk Muchdi PR, keduanya –Polly dan Muchdi—berhubungan intensif melalui telepon. Paling tidak 41 kali hubungan telepon antara Muchdi dan Polly yang terjadi menjelang, saat dan sesudah tanggal kematian Munir. Bisa diduga, keduanya berhubungan terkait dengan perencanaan, eksekusi, dan pembersihan jejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, aku dan teman-teman KASUM, juga melakukan investigasi. Kami berusaha memetakan jejak sang pilot. Melalui berbagai penelusuran, terungkap bahwa Pollycarpus memiliki hubungan dengan para pejabat BIN. Sosok satu ini diketahui berada di berbagai daerah titik panas seperti Papua, Timor Leste, dan Aceh. Sebuah fakta yang tidak biasa dalam dunia profesi pilot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polly sendiri, dalam persidangan, mengaku bahwa dia pernah tinggal cukup lama di Papua. Katanya, dia bertugas sebagai pilot misionaris sebelum bekerja di Garuda. Mungkin kebetulan, mungkin juga tidak, keberadaan Polly di Papua ternyata bersamaan dengan Muchdi PR yang waktu itu menjadi Komandan KODIM 1701 Jayapura pada tahun 1988-1993. Lalu, Muchdi menjadi Kasrem Biak 173/ 1993-1995. Melihat rekam jejak ini, patut diduga, pada periode itulah perkenalan pertama sang pilot dengan sang jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indra Setiawan, saat itu menjabat Direktur Utama Garuda, mengakui mengingat nama Pollycarpus karena khas dan unik. Pada 22 November 2004, ketika kami meminta keterangan kepada Indra,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: Apakah ada yang namanya Polly di Garuda?&lt;br /&gt;Indra menjawab dengan cepat: Oh ya. Ada. Namanya Pollycarpus.&lt;br /&gt;Aku : Bapak kok hafal padahal karyawan bapak lebih dari 7000 ?&lt;br /&gt;Indra : Ya, soalnya namanya khas dan unik. Kalau namanya Slamet, saya pasti lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, dalam persidangan, baik sebagai saksi atau pun ketika ditetapkan sebagai terdakwa pada tahun 2007, terungkap bahwa Indra mengingat Polly karena alasan khusus. Alasan yang berkaitan dengan BIN. Polly merangkap pilot dan bagian pengamanan penerbangan (aviation security) atas permintaan BIN. Sebuah alasan yang masuk akal. Jika BIN yang meminta, kendati tidak benar secara prosedur, maka pihak Garuda tidak bisa menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIN mengeluarkan permintaan tersebut dalam surat yang ditandatangani Wakil Kepala BIN As’ad Said Ali. Pada saat itu Kepala BIN dijabat oleh Hendropriyono –sosok yang selama ini sangat dekat dengan berbagai kasus yang diadvokasi almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat yang diteken As’ad patut diduga menjadi petunjuk bahwa rencana pembunuhan Munir melibatkan para petinggi BIN, bukan hanya Muchdi , tapi juga Hendropriyono. Apalagi, sesuai pengakuan agen BIN Ucok alias Empi alias Raden Patma dalam persidangan Peninjauan Kembali, Deputi II Manunggal Maladi dan IV Johannes Wahyu Saronto BIN juga diduga terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian persidangan kasus pembunuhan Munir begitu melelahkan. Tak hanya secara fisik tetapi juga secara mental. Betapa tidak, pada tingkat Mahkamah Agung, Pollycarpus hanya dihukum dua tahun. Polly hanya dinyatakan bersalah melakukan pemalsuan surat, bukan pembunuhan. Semua ini tentu merupakan pukulan sendiri buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku sakit sekali ketika aku mendengar putusan untuk Polly. Aku merasa kehilangan untuk yang kedua kalinya, kehilangan Munir dan kehilangan keadilan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin fakta-fakta yang begitu mencolok diabaikan begitu saja oleh hakim-hakim itu? Bagaimana mungkin keadilan hukum bisa kuraih jika dipenuhi oleh manusia tanpa hati nurani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dari tiga hakim yang membebaskan Pollycarpus dari dakwaan pembunuhan itu memiliki latar belakang sebagai tentara. Keduanya adalah purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir mayor jenderal. Tak heran, beberapa pihak menduga, ada semangat korps dalam menangani kasus ini yang menguntungkan Pollycarpus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan sama sekali tidak membuatku surut. Aku yakin pasti masih banyak aparat penegak hukum mempunyai hati nurani. Masih banyak yang peduli pada keadilan dan kebenaran. Ini terbukti dalam putusan pengadilan kasasi pada tanggal 25 Januari 2008 Polycarpus dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun atas dakwaan pembunuhan berencana dan pemalsuan surat tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai? Belum. Misteri pembunuhan Munir masih jauh dari terungkap. Terungkap dari persidangan, juga keputusan pemidanaan Polly, ada mesin intelejen yang bekerja dengan jahat menghabisi nyawa Munir. Ini jauh lebih penting ketimbang sekadar menghukum Polly. Dia hanya pelaku lapangan, bukan orang yang secara sistematis menggunakan kekuasaan dan kewenangan dalam melakukan pembunuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragisnya, sampai hari ini proses meraih kebenaran dan keadilan siapa di balik pembunuhan Munir masih terseok-seok. Tabir misteri belum tersingkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, ada perkembangan baru dengan ditangkapnya Muchdi Purwopranjono 19 Juni 2008. Jenderal bintang dua ini diduga kuat berada di balik pembunuhan Cak Munir. Saat ini proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sedang berlangsung untuk membuktikan dugaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, aku berharap persidangan ini berlangsung adil. Kejahatan para pelaku pelanggar HAM selayaknya dibawa ke pengadilan. Namun, kecemasan selalu hadir. Adakah keadilan akan berpihak kepadaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap masih ada jaksa dan hakim handal yang mengedepankan hati nurani ada di pengadilan ini. Tentu saja aku juga berharap pelaku sesungguhnya juga segera ditangkap, siapa pun dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan meraih keadilan begitu berliku. Satu hal yang paling aku syukuri adalah begitu banyak sahabat yang mendukung perjuangan pencarian keadilan ini. Teman-teman di KASUM dan tak sedikit sahabat yang secara pribadi memberiku kekuatan untuk terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang teror hadir. Ada ancaman datang dari mereka yang ingin memadamkan pencarian keadilan ini. Bahkan statusku sebagai ibu juga menjadi bagian empuk untuk diserang oleh mereka. Syukurlah, di saat-saat begini, sahabat-sahabatku setia mendampingi dan menguatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desakan penuntasan kasus Munir dari dalam negeri cukup kuat. Pada 7 Desember 2006, Tim Munir DPR RI mengeluarkan rekomendasi agar Presiden membentuk Tim Pencari Fakta yang baru. Berbagai kelompok masyarakat sipil pun terus mempertanyakan kasus Munir. Mereka datang dari berbagai kalangan, antara lain LSM, akademisi, petani, buruh, seniman,wartawan dan berbagai profesi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya dari dalam negeri, dukungan juga datang dari segala penjuru dunia. Pada 9 November 2005, misalnya, 68 anggota Kongres Amerika Serikat mengirimkan surat kepada Presiden Yudhoyono agar segera mempublikasikan laporan TPF. Anggota Kongres AS tersebut mempertanyakan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menuntaskan kasus Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September 2006, saat KTT ke-6 ASEM (The Asia-Europe Meeting) di Helsinki, Finlandia, kasus Munir menjadi salah satu sorotan peserta. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, peserta penting dalam konferensi tersebut, mempertanyakan kelanjutan pengusutan kasus Munir langsung kepada Presiden Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philip Alston, UN Special Rapporteur on Extrajudicial, Summary or Arbitrary Executions, juga telah menyatakan kesediaannya untuk ikut membantu pemerintah Indonesia dalam mengusut kasus Munir. Pelapor khusus, yakni Hina Jilani (Human Rights Defender) dan Leandro Despouy (Kemandirian Hakim dan Pengacara), juga telah menyatakan keprihatinan akan kasus Munir di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 26 Februari 2008, Deklarasi Parlemen Uni Eropa meminta pemerintah Indonesia serius dalam menuntaskan kasus Munir. Bahkan, 412 anggota parlemen yang menandatangani deklarasi ini meminta Uni Eropa memonitor kasus ini sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalirnya dukungan tersebut mestinya membuat pemerintah tidak usah ragu. Siapa pun di balik kekejian ini harus diungkap, tak peduli jika penjahatnya itu adalah orang kuat. Dukungan bagi pemerintah telah mengalir, secara hukum dan politik. Tinggal perintah dari sang presiden untuk memastikan kepolisian tetap bekerja mengusut kasus ini sampai terungkapnya sang aktor utama. Presiden juga hanya perlu memerintahkan Jaksa Agung untuk bekerja profesional. Hanya itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono pernah menyatakan bahwa pengusutan kasus pembunuhan Munir adalah ujian bagi sejarah bangsa. “Test of our history,” kata Pak Presiden. Jadi, aku,rakyat Indonesia dan komunitas internasional menunggu bukti perkataan itu. Aku menunggu pengusutan misteri ini sampai pada aktor utamanya, bukan hanya aktor pinggiran saja. Negara harus bertanggung jawab atas semua pelanggaran HAM yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, Munir adalah cahaya yang tidak pernah padam. Kesan ini semakin mendalam terasa setelah kepergiannya. Munir beserta semangatnya telah memecahkan ketakutan yang mencekam, menciptakan budaya demokrasi, memberi harapan penegakan HAM. Semua yang Munir lakukan menjadi inspirasi bagiku dan teman-teman penggerak demokrasi di negeri ini. Niscaya, semangat itu diteruskan oleh para pencinta keadilan dan kebenaran dengan tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku bukan Sayidina Ali yang Kau beri kemuliaan. Aku hanya manusia biasa dan aku memohon kepadaMu sebab aku meyakiniMu. Berilah kemudahan bagi kami untuk mengungkap pembunuhan ini. Beri kami kekuatan untuk menjadikan kebenaran sebagai kebenaran sesuai perintahMu. Menjadikan keadilan sebagai tujuanku seperti tujuan menurutMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku tidak menjadi manusia yang lebih dari yang lain dengan berbagai ujian yang Kau berikan, seperti Kau muliakan Nabi Muhammad dengan berbagai ujianMu. Aku hanya minta menjadi manusia biasa dan dapat mengungkap kasus ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menurut rencana, Suciwati dan beberapa keluarga dari penghilangan orang yang dilakukan oknum pemerintah akan menerbitkan buku berisi suara hati mereka. Dan tulisan ini adalah salah satunya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-9066473640983688393?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/9066473640983688393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=9066473640983688393' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9066473640983688393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/9066473640983688393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/hidup-adalah-perjuangan.html' title='Hidup adalah Perjuangan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6542932300171949236</id><published>2008-11-11T10:35:00.001-08:00</published><updated>2008-11-11T10:35:38.061-08:00</updated><title type='text'>Hidup Tidak Pernah Simetris</title><content type='html'>Pacar saya yang filosifis itu selalu bilang kalau hidup tidak pernah simetris. Terutama ketika dia sedang down dan pusing dengan semua realitas yang ada. Awalnya saya tidak setuju, karena saya punya semangat optimis segudang lebih. Buat saya, hidup itu usaha yang diselubungi kepercayaan diri untuk membuat semuanya jadi positif. Jadi persetan dengan kegagalan atau ketidaksempurnaan, selama ada usaha ya itu pergerakan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seminggu kemarin, saya mengalami rangkaian peristiwa yang menggelikan untuk dibilang simetris. Mulai dari majalah yang merasa keberatan untuk dikritik dan kemudian membalas kritikan dengan tidak mencari titik temu sama sekali. Ya dia tidak mau, kita juga tidak mau. Padahal apa yang dikritik adalah hal rasional yang diungkapkan hampir seluruh narasumber ketika melihat majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan teman-teman selama ini untuk lebih menjadikan profesionalisme sebagai image majalah, dimentahkan hanya karena pertimbangan personal. "Kita masih bisa dapat berita dari tempat lain. Tenang saja." Kutipan itu berasal dari orang yang tidak pernah turun ke lapangan. Kita melontarkan pertanyaan dan pemikiran, tapi tetap pemberi kutipan mengatasnamakan keputusan perusahaan. Perjuangan yang tidak simetris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang terjadi adalah saya dihianati oleh sahabat saya sendiri. Dia merancang semuanya dengan rapi, walaupun saya diawal-awal saya sudah mengendusnya. Tapi saya dengan bantuan teman yang lain, menepis aroma negatif itu. Sampai akhirnya saya menemukan bukti-bukti dan menghadapkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa penjelasan lo?" pertanyaan itu dijawab dengan sikap yang defensif. Bahkan cenderung mengalihkan masalah dan membuat saya seolah baru menetas di dunia. Parahnya, saya malah dimarahi abis-abisan dan dia menyatakan kekecewaanya. Padahal kalau mau jujur, segala kebohongannya saya paparkan dengan halus. Tidak dengan melempar ke mukanya tanpa memberi kesempatan bagi dia untuk menjelaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terlalu defensif. Dia terlalu mencari alasan yang dengan mudah saya patahkan. Saya punya bukti dan dia tidak. Ketika ditanya mengenai pembuktiannya, dia kembali membentengi dirinya dengan mengatakan kecewa atas saya. Kalau dia mau jujur, kecewa adalah otonomi saya. Karena dari banyak hal yang saya temukan, semuanya mengecewakan saya. Semua teman saya, sepakat dia melakukan kebohongan tingkat akut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga realitas yang tidak simetris. Atas nama persahabatan dan perjuangan bersama, saya percaya dia tidak akan ngadalin saya. Dan atas nama persahabatan, dia membayar saya dengan manipulasi skenario yang terlalu mudah diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa artinya selama ini? Apa pertimbangannya melakukan semua itu? Apa pembelaan yang dia punya. "Pokoknya jangan hubungin atau temui gua dulu, gua sakit hati," itu jawaban dari orang yang terbuka kedoknya. Kedok dari penghargaan persahabatan yang asimetris. Saya kecewa dan saya harusnya lebih dari sekedar kecewa, tapi dia mengambil posisi itu untuk membuat saya merasa terpojok. Dia lupa, saya punya alibi dan bukti yang kuat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya mulai membentuk frame dunia memang tidak simetris dalam kepala saya. Semua yang saya lakukan dibalas dengan kekecewaan dan bahkan balik mencucuk hidung saya. Saya merasa dua orang ini telah melakukan kontaminasi terhadap semangat optimistis dan pikiran positif saya. Saya menangkap bau amis kepentingan dari keduanya. Atas nama uang mereka menjadi tidak malu untuk balik menuduh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan saya meyakini dunia memang tidak simetris, jadi jangan terlalu menganggap semua positif dan lurus seperti harapan kita. Salah seorang sahabat saya bahkan berkata, "Semua orang berubah Pris. Dan lo tidak bisa berpikir bahwa seseorang yang lo kenal dulu akan selalu dalam sosok yang sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan pandangan dia mengenai persahabatan akan berubah? Lalu apa artinya selama ini," tanya saya setengah tidak percaya. "Ya iyalah Pris. Orang berubah dan itu merubah semuanya," ucap teman saya coba menyadarkan saya. "Dunia memang tidak simetris," ucap saya pelan. Dan itulah kali pertama saya menambahkan realitas tersebut dalam kamus kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, saya masih mencari cara untuk menghapus cara pernyataan negatif itu. Tapi realitas majalah saya, masih harus diperjuangkan. Sedangkan cerita yang kedua, membutuhkan usaha yang amat panjang. Karena saya sudah kecewa teramat dalam dan saya tidak tahu bagaimana menghadapi teman saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kalajengkin, dilahirkan dengan cangkang yang kuat dan berbisa. Dia tidak bisa dilukai terlalu dalam karena yang keluar adalah bisa kekecewaan. Dan butuh penawar yang kuat untuk bisa itu. Karena asimetris dunia memang selalu melahirkan kepahitan. Dan kesiapan kita menetralisir kepahitan itu, butuh kesadaran diri atas arsiran ide simetris dengan realitas asimetris dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetan dengan semuanya. Saya bekerja profesional dan ketika itu tidak diapresiasi, maka saya akan mencari yang bisa mengapresiasi. Saya loyal dalam berteman dan ketika itu tidak dihargai, maka saya punya alasan yang bijak untuk membangun kurungan bagi pertemanan itu. Biar dia menjadi eksklusif, karena dunia adalah tempat yang penuh dengan kesendirian. Jadi buat apa untuk selalu bersama?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6542932300171949236?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6542932300171949236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6542932300171949236' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6542932300171949236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6542932300171949236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/hidup-tidak-pernah-simetris.html' title='Hidup Tidak Pernah Simetris'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-4809816886223086782</id><published>2008-11-07T08:38:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T21:35:18.175-08:00</updated><title type='text'>6 November Yang Kedua</title><content type='html'>Dua tahun lalu, kami memilih untuk berbagi kasih bersama. Pilihan ini mungkin bagi sebagian teman terbilang nekad, karena saya baru kenal dengannya sekitar dua minggu saja. Pembicaraan yang diawali dengan pertanyaan apakah mungkin Tuhan menciptakan batu yang tidak bisa dilompatinya. Pertanyaan ini saya jawab sekenanya, maklum, saya bukan orang yang terlalu menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang kaku. Jadi bisa saja Dia menciptakan batu yang tidak bisa dilompatinya. Walaupun katanya, menurut persepsi banyak orang, Tuhan itu ngga mungkin menciptakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Apalagi membuatNya terlihat bodoh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya padanya, bagaimana mungkin sampai sekarang Syiah dan Sunni masih bersitegang. Dia kemudia bercerita panjang lebar, mulai dari sejarah sampai intrik politik. Dan dia bercerita mengenai mazhab gelap dari sejarah gereja, perang salib. Well there's no differences between it, every religion has their own black history. Satu hari yang singkat namun cukup menciptakan chemistry tersendiri. Kami tertarik satu dengan yang lain, banyak pembicaraan yang membuat kami nyaman untuk bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang seminggu, kalau saya tidak salah ingat, dia melontarkan pertanyaan mengenai ice cream. "Ingin merasakan ice cream secara nyata tapi setelah itu tidak akan bisa mengingatnya atau hanya membayangkan nikmatnya ice cream agar sensasinya tetap dapat diingat sepanjang hayat? Yang dua minggu kemudian, dijadikan cara untuk mengajak saya berbagi kasih. Well, pertanyaan ice cream, saya jawab saya ingin menikmatinya secara langsung, perkara setelah itu saya tidak akan punya memori mengenai nikmatnya ice cream adalah hal yang harus dihadapi nanti. Saya berani ambil risiko, ketimbang hanya menghayal bagaimana rasanya ice cream seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang, hubungan kita berisiko. Atas nama perbedaan agama, makin lama kami menikmatinya makin banyak orang yang mengingatkan perbedaan tersebut. Mereka bilang, kami hanya menghabiskan waktu. Ada juga yang mengeluarkan pembenaran teologi, "Tidaklah mungkin yang gelap dan terang bersatu." Bahkan kedua keluarga berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kami pada "jalan yang benar". Mulai dari doa-doa sampai hujan wejangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, kami merasa lelah karena begitu banyak orang yang kemudian berbicara atas nama Tuhan dan pembenaran sosial. Alhasil kami harus menjelaskan satu per satu, atas perspektif berbagi rasa ketuhanan kami. Tentu tidak diterima, karena kemudian mereka berbicara atas nama anak-anak yang nantinya akan dibingungkan atas status orang tuanya yang beda keyakinan. Jadi, atas nama menyelamatkan "ketenangan sosial" dan "kenyamanan anak", kami diminta untuk benar-benar memikirkan semuanya (baca : mengakhiri hubungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang kami percaya, rasa sayang yang kami punya tidak pernah berhenti. Saya masih merasakan "kejutan listrik" setiap kali dia menjemput saya. Dia masih bilang, "I love you so much," dengan bola mata yang tulus. Saya masih merasakan ada yang aneh ketika kita tidak bersama dan dia merokok. Karena saya tidak suka kalau dia merokok. Bayangkan untuk hal ini saja, saya bisa merasakannya. Dan dia masih sangat panik kalau saya belum kasih kabar, apakah saya sudah sampai dengan selamat di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SRUk63A6JMI/AAAAAAAAAMM/0KN12PSYG-U/s1600-h/DSC05092.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SRUk63A6JMI/AAAAAAAAAMM/0KN12PSYG-U/s200/DSC05092.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266155932898436290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kebersamaan, adalah waktu yang jamak. Pertemuan kami terlalu sering, tapi rasa itu tidak memudar. Ini bukan rutinitas, ini sesuatu yang kami lakukan dengan keyakinan. Berbeda sekali rasanya, ini bukan sekedar cerita Galih dan Ratna. Ini keyakinan. Dan ketika kami sampaikan argumentasi ini untuk memberi gambaran kenapa kami masih keras kepala untuk bersama, banyak orang bilang itu hanya bumbu-bumbu asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, saya pikir memang tidak ada jawaban matematis untuk sebuah perasaan yang dinikmati dengan ketulusan. Alhasil, kami juga tidak ingin memaksa semua orang mendapat gambaran ini. Karena ini sesuatu yang kami rasakan, orang harus melihatnya dengan jujur bahwa ada keterikatan yang kami bangun hingga semuanya bukan sekedar asmara muda-mudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, di 6 November Yang Kedua, rasa yang kami punya semakin kuat. Semakin ingin untuk selalu bisa menghabiskan waktu bersama. Semakin percaya bahwa masa depan ada diantara satu dengan lainnya. Dengan ketulusan dan kesederhanaan untuk menciptakan arsiran antara dua manusia, kami hanya berharap serta berusaha tetap bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara jalan yang kami lalui semakin terjal, wejangan semakin kasar, itu adalah sesuatu yang harus dihadapi. Saya tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah risiko, karena risiko hanyalah sesuatu hal yang alamiah yang terjadi dalam setiap roda kehidupan. Dan yang perlu dilakukan manusia adalah mempersiapkan diri ketika harus berhadapan dengannya. Semoga apa yang kami rasakan bisa menjadi persiapan yang baik untuk titik risiko yang merupakan penjelmaan kematangan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kerendahan hati, terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang luar biasa. Dan dengan segala kerendahan hati, selamat menikmati ketulusan saya untuk mencintai serta menyayangi kamu apa adanya. LOVE YOU SO MUCH MY ICE CREAM MAKER :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-4809816886223086782?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/4809816886223086782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=4809816886223086782' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4809816886223086782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/4809816886223086782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/11/6-november-yang-kedua.html' title='6 November Yang Kedua'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SRUk63A6JMI/AAAAAAAAAMM/0KN12PSYG-U/s72-c/DSC05092.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-8603396736597741923</id><published>2008-10-27T10:30:00.001-07:00</published><updated>2008-10-27T10:34:38.625-07:00</updated><title type='text'>Menstruasi, Legitimasi Pernikahan</title><content type='html'>Seminggu belakangan, seorang Pria asal Semarang yang bernama Pujiono tengah diburu berbagai pihak. Mulai dari wartawan, polisi, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perempuan dan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diburu, karena pria berusia 43 tahun itu secara terbuka mengakui telah menikahi seorang anak berusia 11 tahun 8 bulan. Bahkan pemimpin pondok pesantren yang juga pengusaha, ini merasa bahwa apa yang dilakukannya merujuk pada ajaran agama. Alhasil, dirinya menyakini apa yang dilakukannya adalah hal yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tuntutan Departemen Agama dan LSM, hanya dianggap bumbu-bumbu di awal pernikahan keduanya. Tidak hanya itu, Pujianto yang bergelar Syeh ini pun mengaku akan menikahi dua orang anak lagi. Seorang berumur tujuh tahun dan seorang lagi sembilan tahun. "Saya bersumpah tidak akan menyetubuhi keduanya, sampai mereka menstruasi," ucapnya dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngeri mendengar ucapannya bahkan saya merasa miris melihat gayanya, ketika diwawancarai wartawan." Pria ini merasa suci sekali," batin saya.  Bahkan dengan bangganya, dia mengatakan bahwa salah satu isteri Nabi Muhammad saja dinikahi dalam usia yang muda. "Ah lagi-lagi, laki-laki merasa punya taring dalam mengartikan agama," gumam saya bak tersulut api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang konon membagi-bagikan uang hampir Rp 1,3 triliun saat menjelang lebaran itu, bahkan mengadu para pihak yang tidak menyetujui penikahannya untuk bertanya pada isteri belianya apakah merasa dipaksa atau tidak ketika menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my God, apakah dia tahu bahwa anak seusia itu tengah mendefinisikan tubuhnya sendiri. Mengapa setiap sebulan sekali, dia harus mengerang kesakitan saat darah segar mengaliri vaginanya. Tidak kah dia tahu, diusia semuda itu yang ada di kepalanya hanya bermain yang puas. Tapi karena tamu tak diundang yang berwarna merah itu, dia harus berubah menjadi dewasa. Tidak boleh tertawa terlalu berlebihan, berbicara yang lembut, dan pakai pakaian yang tertutup agar selamat dari birahi tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti pria tua yang hanya mikir singkat itu tidak merasa merenggut apapun dari anak bawah umur yang yang dinikahinya. Toh dia merasa telah menyelamatkan anak tersebut dari gelapnya kemiskinan. Karena kini, Sang Anak bisa memilih berjalan-jalan dengan mobil mewah yang mana. Astaga Tuhan, murahnya harga sebuah proses kehidupan dan robeknya sebuah vagina, hanya cukup menawarkan jalan-jalan dengan mobil mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saat saya pertama kali menstruasi, Ibu saya memberikan petuah. Saya harus menjaga diri, dua kali lipat lebih ketat dari laki-laki. Karena menstruasi tanda kedewasaan saya. Saya ingat betul, ketika itu saya teramat tomboi. Jadi kalau ada yang isengin saya, pasti saya tendang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu hari pertama saya pakai pembalut, boro-boro mau nendang temen saya yang iseng. Jalan saja rasanya seperti ada bantal mengganjal. Dan ketika saya menendang, saya panik. Panik pembalut saya mencong dan menyisahkan tanda di rok saya. Bahkan ketika sepupu perempuan saya melihat rok saya terdapat bercak merah, dia menarik saya ke dapur, "Priska ganti pembalutnya. Tembus tuh...malu-maluin." Saya panik dan merasa seluruh dunia menertawai saya. Oh Tuhan, apa sih artinya menstruasi bagi dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sangat ingat, ketika pertama kali membeli pembalut. Saya akan mencari warung yang dijaga oleh mba-mba atau ibu-ibu. Pokoknya kelaminnya harus perempuan. Dan lucunya mba-mba atau ibu-ibu itu akan membungkus pembalut dengan koran dan plastik hitam. Seolah ini benda terlarang yang tidak bisa ditangkap mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi proses kehidupanlah yang kemudian membuat saya menyadari bahwa menstruasi perempuan sama dengan mimpi basahnya laki-laki. Itu pertanda kematangan hormon dari manusia, ya yang berpenis maupun yang bervagina. Kenapa kalau laki-laki mimpi basah, cukup dimengerti dengan hanya menjemur kasur. Mereka tidak dibebani tuntutan sosial seperti harus berututur kata lembut atau mengenakan pakaian tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kalau anak laki-laki mengalami mimpi basah, tidak dijadikan legitimasi untuk menikah? Kenapa mereka masih diberi waktu lama untuk menentukan kapan pernikahan layak dilakukan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Pujiono bertukar tubuh pada anak berusia 12 tahun yang tengah menghadapi hari pertama menstruasi, apa yang ada dibenaknya? Tidak hanya itu, kutukan sosial ekonomi yang membelenggunya membuat dirinya harus menikah dengan pria yang sama tuanya dengan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, Pujiono enggan bertukar tubuh dengan anak berusia 12 tahun itu. Karena dia ogah merasa kesakitan sebulan sekali. Dan yang paling masuk akal, dia emoh punya vagina berselaput darah. Karena itu hanya akan membuat hidupnya didefinisikan orang lain. Karena vagina dan selaput darah adalah milik sosial untuk "mengkultuskan" wanita. Dunia memang tidak pernah simetris, dimana agama dan seksualitas selalu menjadikan semuanya tambah tak beraturan untuk dikatakan adil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-8603396736597741923?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/8603396736597741923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=8603396736597741923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8603396736597741923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/8603396736597741923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/10/seminggu-belakangan-seorang-pria-asal.html' title='Menstruasi, Legitimasi Pernikahan'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-564919713858370190</id><published>2008-10-26T11:45:00.001-07:00</published><updated>2008-10-26T23:20:22.227-07:00</updated><title type='text'>I'm such a baby</title><content type='html'>Entah kenapa,seminggu kemarin, saya merasa dicuekin sama kesayangan saya itu. Faktanya, seminggu kemarin kita berdua memang sama-sama sibuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, disibukkan dengan deadline yang tiba-tiba dibuat satu minggu setelah biasanya dua minggu. Ya secara kita majalah dua mingguan. Tapi kemarin karena libur lebaran lebih panjang, jadi kita harus kejar waktu tayang biar konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, pacar saya itu, sibuk dengan deadline juga. Ditambah, teman satu desknya ditugaskan untuk meliput Asian Beach Game di Bali. Alhasil, dia harus cover halamannya sendirian. Yah mau ngga mau, jadwal padat merayap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi acara keluarga yang harus diselipi diantara deadline, itu membuat saya tidak ingin membebani pacar saya untuk ketemuan. Plus, dari hasil pengamatan saya, tulisan panjang tukang es krimku itu mengenai kebertuhanan jarang di up date. Artinya, dia memang super sibuk. Karena kalau tidak tulisan panjang yang merupakan katarsis pemikiran dan jiwanya itu pasti sudah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya mencoba untuk memberi ruang buat kita berdua. Ya saya tidak menuntut untuk ketemuan atau ditelepon lama-lama. Sehari sampai dua hari, saya masih normal untuk tidak menuntut dia. Tiga hari dan empat hari, saya merasa dia cuek. Lima hari ke enam hari, saya sebel karena dia ngga aktif menghubungi saya. Akhirnya saya pundung yang artinya marah atau ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacar saya cukup peka dengan signal-signal kengambekan saya. Dia telepon saya, tapi saya sedang diangkot dan merasa tidak aman untuk angkat telepon. Dia sms. Setelah sampai rumah, pertanyaan dari smsnya, tidak saya jawab. Saya hanya bilang kalau saya sudah sampai rumah. Dia makin sadar, saya marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telepon dan saya jawab sekenanya, akhirnya dengan lembut dia tanya, "Kamu kenapa sih neng?" Saya coba mengelak, tapi dia merayu saya dengan sabar. Akhirnya saya bilang, "Kamu nyuekin aku seminggu ini." "Nyuekin gimana?" tanyanya pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang, kalau dia tidak sms kalau saya tidak sms. Dan dia tidak telepon-telepon saya. Hahahaha...OK...I know all of you will say, "Priska you to old for that." Tapi tidak pacar saya, dia justru bilang begini, "Ayo kita runut. Hari Senin, aku telepon kamu pagi-pagi. Tapi kamu masih tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selasa, aku juga telepon. Kita ngomong bentar. Kemarin, aku telepon kamu. Dan setiap hari kita kan smsan sayang," penjelasannya membuat saya menelan ludah, malu. Tapi saya kan punya gengsi segudang untuk ngaku saya salah. Dan pacar saya menangkap signal itu. "Sayang, kamu lagi manja ya. Ayolah aku inget kamu terus kok." Terus saya melunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtunya kita bertemu. Saya pancing dia dengan hari terbesar kita yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Dua minggu lagi tepatnya. Tapi dia coba untuk biasa aja, dan saya jadi bete. Tau apa yang saya lakukan, saya bilang dia nyuekin saya. Tidak seperti awal-awal pacaran, dia selalu menghubungin saya setiap saat. Saya manyun dan pasang aksi diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau apa yang dia lakukan? Dia peluk saya dan coba buat saya tertawa. Mulai dari kelitikan sampai joke-joke garing yang sayang kalau ngga diketawain...hihihihihhi. Trus dia bilang, "Kamu nih. Aku ngga nyuekin kamu. Gimana aku bisa kasih surprise kalo kamunya gampang ngambek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau tau surprisesnya apa?" Mendengar ini, saya membatin, Priska oon ngapain pake ngambek ngga jelas. Kan jadi ngga seru lagi. Dan spontan tangan saya menutup kedua telinga saya. Karena saya mau itu tetap jadi surprise. Tapi pacar saya kira, saya marah. Dan dia pelan-pelan buka telinga saya. Dia bilang "Aku mau  ********" Maaf untuk alasan keseruan bagi saya, kutipannya harus disensor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya menghapus memori saya saat itu juga, saya tidak tahu apa-apa soal surprise itu. Karena saya tahu, pacar saya tidak lupa hehehehe. "Kamu manja banget sih yang, kamu bayi besar tau ngga," ucapnya setelah saya menghapus memori saya. Dan yang terjadi berikutnya, dia kecup kening saya. Pada saat ingin pulang dia bilang, "I love you. You are my life and you are my future." Saya merona dan tahu apa yang saya lakukan untuk menutupi pipi yang memerah? Saya pura-pura budek hahahaaha I'm such a baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacar saya emang ciamik, makin sabar dan makin lembut kalo nanganin saya yang tiba-tiba berubah jadi bayi. Tapi sebenarnya, setiap kali saya berhasil dirayu, saya berdoa. "My dear Al Mighty, I love this person so much. Please make us love each other so much." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo saudara-saudara sekalian, angkat tangan saudara dan katakan "Haleluyah! Amin!" hihihihihi yang tidak angkat tangan tidak akan masuk surga...wakakaakakaka....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-564919713858370190?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/564919713858370190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=564919713858370190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/564919713858370190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/564919713858370190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/10/im-such-baby.html' title='I&apos;m such a baby'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-6953385713186894225</id><published>2008-10-20T03:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T03:24:27.727-07:00</updated><title type='text'>Virginity, is it a woman dignity?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SPxz0LmMQvI/AAAAAAAAAME/Ti5WNJ1MoNo/s1600-h/virginity.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SPxz0LmMQvI/AAAAAAAAAME/Ti5WNJ1MoNo/s200/virginity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259205805165265650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesteday I watched The Messenger Joan of Arc movie yesterday. Is a great movie. Is about the rivalry between England and France. Until I saw the virginity test that Joan have to deal with. Because the king's advisor do not believe that Joan is the one they waiting for as a God's messenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok back to the virginity scene. I couldn't stand to watch it, because is so cruel. With help from a nun, Joan was ask to stand and open her legs. So that the nun could see clearly if there any corruption from the hymen. That thin red membrane always be the answer for the society. And one thing that really scare me a lot is when the bishop pray before nun put her finger into Joan's vagina. It's simbolized that religion always be tools for man (read: human being) to justified women existance in universe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women never has privildge to speak in the name of thereself. Because women body is belong to everybody, specially when you talk in the name of holiness. And if you see from the other perspective, you will find that this holiness from virginity really bitingly funy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everywomen who still has their virginity perfect enough to sacrifice to completely remove all sins. And in other side, if your hymen membrane is torn a part than you can't do noble thing. Because is man role to control the world. As the great Simone de Beauvoir said, women is the second sex in the universe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So God, why you give  this "special" membrane to women? Why from the prophet era untill now we called it as millenium era, women's dignified related to how important your society  keep the record of virginity points. And I hate this idea to death!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-6953385713186894225?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/6953385713186894225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=6953385713186894225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6953385713186894225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/6953385713186894225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/10/virginity-is-it-woman-dignity.html' title='Virginity, is it a woman dignity?'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SPxz0LmMQvI/AAAAAAAAAME/Ti5WNJ1MoNo/s72-c/virginity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-7998379583700578737</id><published>2008-10-06T22:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T00:39:09.225-07:00</updated><title type='text'>The Luxurius Woman's Egg</title><content type='html'>I was shock when reading that woman's egg more expensive than man's sperm. The magazine wrote that, nowadays donating egg become trend in United State. No wonder because super egg can command US$ 50 thousand. How to define super egg? Well your egg have to be check under microscope as an eye for embryologist. Than they will check whether your family has history of genetically related diseases. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The super egg more expensive than sperm, because is not easy to take it. The procedure make the donor have to take medications plus daily hormone injections for several weeks. The medications was meant to stop the menstruation and with the hormone injection, it will stimulate the ovaries to produce more than one egg. If this success you can start calculate the price. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOsRzBZK39I/AAAAAAAAALs/niPPOLrkDAE/s1600-h/AP_STEM_CELL_EGGS.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOsRzBZK39I/AAAAAAAAALs/niPPOLrkDAE/s200/AP_STEM_CELL_EGGS.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254312958502821842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But still, the embryologist will called as risky procedure. Because the drugs and hormone injection will make your weight gain. Not just that, your mood will up and down. So sometime you feel like want to kill someone because a simple mistake and in other time you weep down like a baby crying for mercy. Not just that, there is a risk called ovarian hyperstimulation syndrome that cause complications blood clots and kidney failure. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How exactly they got the egg ? Well you have to face a surgical procedure. With a thin needle inserted through your vagina, it will cross to the ovary and retrieve the eggs from the follicles. It goes another risk, like adverse responses to anesthesia, infection or bleeding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be honest, when I'm reading this surgical procedure, specially the thin needle thing, I feel twinge in my vagina. Is it worth it ? I mean with all the risk and pain? Well for some of student in United Stated is worth it. The money they offering is enough to pay student loan. That is why according to the Centers for Disease Control and Prevention, quoting from The New York Times, 5.767 babies were born in 2003 from donor eggs. They even assuming that the number probably much higher because the success rate is low!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To react from this situation, woman's health advocates said that paying enormous money for risk procedure is not make any sense. That is why lawmakers in Maryland preparing to ban this "baby business". They will make proponents compensation, reference to The American Society for Reproductive Medicine, the appropriate price is US$ 5.000.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now, I'm imagining ten years from now what would be the face of bio fertility? Maybe someday, I will make announcement in the biggest newspaper looking for fresh young lady who want to donate their eggs. Gosh science always make fun the reality. In one hand they diagnose person with polycystic ovarian syndrome (which is me), who is hard to extracting the egg from follicle. This person, produce a lot of egg but none one of them can get out from the follicle so there is no change to meet the qualify sperm. As you know there are thousand even million sperm running in Fallopian tube but only one survive to fertilize the egg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In other hand they make young girl to donate their egg with tremendous risk. In the name of helping each other, technology always simplify reality. I mean, is it fair if I'm finally get pregnant and have a baby by jeopardizing others ? Why happiness always related to how much money you spend to this crazy lunatic world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before I know I have this polycystic ovarian syndrome, I want to be surrogate mother. The naif idea was, better to torn your hymen by giving birth for a baby...which is impossible that is why now I said, naif idea. I was influence by Phoebe in Friends serial. And I remember that time Ricky, the first man who heard my idea, said is my selfish thought. By doing that surrogate role, I will got extra name. The helping saint mother....And of course that time I don't agree with him. Is not selfish, I'm helping other by torn my hymen in the name of choice. Because in Indonesia is important to keep virgin until your marriage. And to be contrary with, I choose surrogate mother. Cause a baby birth more noble than a penis. Is my way to fight with the society shallow mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well just see how our people will react with this technology? Do the technology success to make fun in Indonesian perspective...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-7998379583700578737?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/7998379583700578737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=7998379583700578737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7998379583700578737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/7998379583700578737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/10/luxurius-womans-egg.html' title='The Luxurius Woman&apos;s Egg'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOsRzBZK39I/AAAAAAAAALs/niPPOLrkDAE/s72-c/AP_STEM_CELL_EGGS.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-5463583126983788058</id><published>2008-09-30T23:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T00:32:34.106-07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>Senangnya, Kamis (25/09) kemarin, akhirnya gua, Syifa dan Kiki bisa buka puasa bersama :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOMj2_WcQ3I/AAAAAAAAAI0/-Hgsp5i6Nzg/s1600-h/DSC06387.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOMj2_WcQ3I/AAAAAAAAAI0/-Hgsp5i6Nzg/s200/DSC06387.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252081018069599090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng karena akhirnya kita bisa jalan bareng setelah disibukkan dengan deadline menyambut libur panjang (baca : lebaran). Walaupun bukanya cuman di Rice and Noodle-Arion, yang Syifa sangat tahu bahwa menunya ada nasi dan mie hahahaha, tapi kita senang. Setidaknya setelah buka bersama bisa cipika-cipiki di depan lampu merah sebelum nyeberang. Bayangin siapa yang berani melakukan itu, kecuali KITA....hahahahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bedua ini adalah pejuang-pejuang perempuan gua yang paling hebat. Ditambah dengan beberapa laki-laki yang berdaya humor luar biasa, segala tantangan di kantor bisa dihadapin bareng-bareng. Mulai dari reumenerasi, hakim agung kali ada reumenerasi, sampai pengalaman menatap negeri asing kita hadapin dengan celaan dan semangat bareng-bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOMlcwe2xfI/AAAAAAAAAI8/o7e2BA9KzFQ/s1600-h/DSC06385.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOMlcwe2xfI/AAAAAAAAAI8/o7e2BA9KzFQ/s200/DSC06385.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252082766425015794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya sih, di buka bersama ini, minus cowo-cowo. Tapi gaya dan mental kita cukup mewakili mereka kok. Selamat Idul fitri ya...sucikan hati dan kembali ke fitrah...Tapi gua mah bakal selalu rindu untuk menoleh ke sayap kanan, melihat dua mahluk ini duduk menatap komputer. Mereka teramat menggoda untuk tidak dihampiri....dengan celaan maksudnya hahahahaha...Rindunya aku pada kalian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa ke kantor ya, meskipun cuti kalian lama, pengen ngerasain rengginang dan kue lebaran enak buatan mamanya Syifa...Miss you girls (baca : gatel pengen nyela)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-5463583126983788058?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/5463583126983788058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=5463583126983788058' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5463583126983788058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/5463583126983788058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/09/selamat-idul-fitri.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_k9qe5prRKNQ/SOMj2_WcQ3I/AAAAAAAAAI0/-Hgsp5i6Nzg/s72-c/DSC06387.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-156123530055263369</id><published>2008-09-24T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T01:17:19.614-07:00</updated><title type='text'>10 Hal Tentang Saya</title><content type='html'>Senin, 22 September kemarin, teman gila saya, Ika Krismantari meminta untuk membaca blognya. Dia kena tag dari temannya. Ini semacam pesan berantai antar pengguna blog, jadi siapa saja yang kena tag, hukumnya wajib untuk mendeskripsikan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga gampang emang mendiskripsikan diri, apalagi kalau disuruh meringkas dalam 10 hal. Tapi buat saya selalu menarik untuk bisa menelisik diri sendiri. Makanya ketika, isteri dari Mas Kelik Wijaksono itu men-tag saya, saya pun menerima undangannya. Undangan yang beraroma tantangan sebenarnya, seberapa berani saya bisa jujur sama diri saya sendiri dan orang yang membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pembuktiannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya selalu menganalogikan diri saya sebagai kupu-kupu. Bukan karena nge-fans sama Mariah Carey atau penyanyi bahenol yang kemudian berubah nama jadi Mimi. Bukan juga karena ngekor Shanti yang belakangan jadi pemain film yang ngga jelek-jelek amat. &lt;br /&gt;Kupu-kupu, menggambarkan proses metamorfosis yang saya jalani. Dulu sebelum saya kuliah, saya selalu ditempatkan sebagai itik si buruk rupa. Maklum, saya ngga punya prestasi apapun. Ya sekolah ya bakat, kaga ada sama sekali. Saya masih sangat pemalu atau tepatnya minderan ketika itu. Jadi kalau ada acara keluarga, saya selalu "mengumpat". Karena sepupu-sepupu saya punya sesuatu yang dibanggakan. Belum lagi abang saya yang selalu jadi jawara sekolah. Ngga ada yang menarik. Sampai akhirnya saya masuk Unpad dan bertemu dengan perpustakaan Batu Api, di Jatinangor. Perpustakaan itu kepompong saya, mempertemukan saya dengan Nietzsche. Tuhannya para eksistensialis yang membunuh Tuhan habis-habisan. Saya juga bertemu dengan Dunia Sophie, Jalaluddin Rumi, Paulo Coelho. Merekalah yang kemudian merubah saya jadi kupu-kupu. Saya lebih menghargai diri saya sendiri dan mengada untuk dunia. Apapun corak sayap kupu-kupu, orang tetap melihatnya sebagai hewan sempurna. Karena hanya dia yang berhasil pada nirwana kesempurnaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya lebih percaya kepada Tuhan ketimbang agama. Dulu saya pernah dibilang sebagai pemeluk humanisasi, karena saya terlalu mempersonifikasikan Tuhan. Saya  lebih suka disebut sebagai sahabat Tuhan ketimbang anak Tuhan. Karena kalau jadi anak Tuhan, ada kewajiban, ada harapan yang harus dipenuhi untuk membahagiakan Sang Empunya Anak. Maka jangan heran, kalau saya sering marah-marah sama Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Dia (baca : Kita) telah melalui banyak hal. Terlebih ketika kita memutuskan untuk keluar dari persekutuan. Itu adalah pertanda waktu, dimana kita tidak mau berafliasi dengan satu organisasi. Karena persepsi dan hubungan kita akan dibuat sedemikian rupa agar sama dengan organisasi. Ini juga yang membuat saya, suka pemikiran "nyeleneh" tentang agama. Keluar dari jalur, mungkin demikian kebanyakan orang mengartikannya. Tapi bagi kita, inilah cara kami untuk memperkaya arti kedekatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saya anak perempuan satu-satunya dari keluarga Batak yang totok. Banyak sekali tuntutan menjadi anak perempuan, baik secara sosial masyarakat maupun secara keluarga. Perempuan di Indonesia apalagi dengan garis keluarga patrilineal yang  totok seperti Batak, membuat saya mengikrarkan diri sebagai feminis. Saya menemukan banyak ketidakadilan didalamnya dan saya mencoba keluar dari sana. Ketika saya memilih jurusan Jurnalistik, ayah saya bilang itu pekerjaan yang kurang cocok untuk perempuan. Tapi saya ngga peduli. Sewaktu saya sering membaca buku-buku feminis, ayah saya bilang, kajian itu masih belum berkembang di Indonesia. Dan sampai sekarang saya masih membeli Jurnal Perempuan atau buku-buku feminis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saya ingin jadi penulis, karenanya saya ambil Jurnalistik sebagai bidang kajian ilmu saya untuk mendapat gelar sarjana. Diam-diam kecintaan saya menulis, saya dapat dari ayah saya. Bapak Siagian ini, suka menulis untuk majalah Koperasi. Maklum, dia kerja di Departemen Koperasi dulunya. Nah waktu itu, sayalah yang kedapetan untung mengetik tulisan dia. Kadang-kadang saya ubah sendiri kata-katanya biar ngga kaku hihiiihi. Saya harus menerbitkan buku, itu cara saya mengisi hari-hari saya di masa depan :) Amin!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya sayang keluarga saya. Mance, Pance, Raymonth, dan Marshall. Walaupun belakangan keluarga saya, menilai saya banyak berubah. Saya semakin susah dibilangin karena saya selalu punya jawaban atas larangan mereka. Tapi, jauh di dalam lubuk hati saya, saya sayang mereka teramat sangat. Karena mulai dari cuman makan indomi pake ikan asin, sampai makan panggang babi, mereka orang-orang yang membuat semuanya jadi luar biasa nikmat. Dari cuman tahun baruan di rumah sampai ke puncak, mereka kehangatan buat hidup saya. Saya selalu rindu untuk cerita-cerita sama mama saya, yang selalu manggil saya adek karena dia ngga punya adek perempuan. Saya tidak perlu takut ngatain bapak saya yang botak, malah dia ikut ketawa. Dan saya mendapatkan ke-boyish-an dari dua saudara laki-laki saya. Tidak jarang saya main gulat-gulatan sama mereka sampai sekarang, seringnya saya kalah. Karena badan saya paling kecil di rumah :(  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Umumnya teman-teman saya menggerombol. Gank anak gaul bilang. Mulai dari SMP sampai kuliah. Malah pas SMP, saya punya gank namanya Zombie The Proyal Gank. Zombie dipilih karena kita suka menyanyikan lagu Zombie yang dibawakan Cranberries. Tapi ini juga untuk menunjukkan kecadasan gank saya hahahaha. Proyal adalah singkatan dari nama-nama kami, Priska, Rosi, Olivia, Yurisca, Ahaditya, dan Leni. Tapi sumprit kita ngga seperti Gank Naro yang suka namparin cewe-cewe. Meskipun jarak memisahkan, saya masih berhubungan dengan teman-teman saya. Mulai dari teman SMP dan kerja. Malah kadang-kadang kalau perasaan saya lagi ngga enak, dan tiba-tiba kepikiran salah satu dari mereka. Saya akan sms atau telepon, untuk sekedar tanya kabar saya. Seringnya saat itu mereka ketepatan sedang ada sesuatu yang ingin disharingkan. Itu kenapa saya ngga mau lepas dari teman-teman saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu memiliki keterikatan batin dengan mereka. Dan saya seneng aja kalo ngumpul sama temen-temen saya, sampai pacar saya bilang, temen kamu banyak amat sih. Beruntung temen saya selalu nambah dan rata-rata "gila" semua :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Garang-garang gini, sebenarnya saya manja. Apalagi sama adek dan pacar saya. Saya sering merengek-rengek kalau sama mereka. Kalau adek saya paling manjain saya, setiap kali saya pulang kantor. Remote tipi akan dikasih ke saya seratus persen, kecuali pas acara Mario Teguh. Dia suka banget acara ini. Dan dia akan memberi kecupan malu-malu kucing kalau baru aku kasih barang...hihihiii senang rasanya. Sedangkan pacar saya, dia punya kesabaran sejuta kayanya. Karena hampir setiap hari saya merengek-rengek ngga jelas, cuman untuk denger dia bilang, "Iya neng, yang tenanglah..." hahahahaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sewaktu kuliah, saya selalu nongkrong lebih lama di kampus. Untuk mencerahkan mata saya dengan melihat pantat laki-laki yang seksi. Hahahaha. Bicara soal laki-laki, waktu SD saya malu-malu kucing. SMP, saya akan gigih mencari nomer telepon kecengan saya dan meneleponnya. Tapi ngaku dari orang lain. SMA, saya mulai berani mengirim senyuman kalo kecengan saya lewat. Tapi rata-rata adek kelas, kalau yang satu tingkat malah kaga berani. Begitu kuliah, saya ngga hanya kirim senyum. Saya kirim bunga, puding, buat kecengan saya. Dan terang-terangan saya mengakui saya suka mereka. Saya malah ngomporin temen-temen saya untuk melakukan hal serupa, cari temen maksudnya hahahaha. Kebetulan "korban" saya kebanyakan angkatan 97, jadi kalau kebetulan Anda korban dan membaca ini. Saya ucapkan terima kasih untuk petualangannya hahahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pacaran, saya terbilang yang setia. Saya ngga mau "berpetualang" sambil pacaran. Karena saya menghargai hubungan saya dengan pacar saya. Dasarnya, keegoisan saya. Ketika saya tidak mau diselingkuhi, maka saya tidak mau selingkuh. Ketika saya menuntut hanya saya seorang buat dia, maka hanya ada dia buat saya. Makanya ketika saya sebulan di Jerman, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Tapi saya tidak mau menyakiti hati saya, itu aja alasannya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Saya mencintai anak-anak. Malah saya pengen punya anak lima, cowo semua, biar bisa bikin NKOTB!!! Hampir semua sepupu-sepupu saya, senang ketika melihat saya. Karena saya bisa kasih mereka permainan yang beragam. Mulai dari dongeng, tebak-tebakan, tok-tok ubi, sampai melipat-lipatkan tangan. Anak-anak adalah kejujuran buat saya. Mereka polos dan ketika mereka menciumi saya, saya menjadi orang paling beruntung sedunia. Maka sedih rasanya ketika dokter mendiagnosa saya SOPK. &lt;br /&gt;Tapi saya percaya masih banyak anak-anak yang membuat saya beruntung setiap kali Saya dikecup oleh mereka. So...come to mama...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Terakhir, saya sedang mati-matian memperbaiki bahasa inggris saya. Karena saya pengen sekolah lagi, pengen ke luar negeri lagi. Persiapan kalau nanti saya tinggal di luar negeri...hahahahaha....hey kita harus punya mimpi kan. Dan mimpi itulah yang membuat saya seperti saya sekarang....Jadi mari kita bermimpi untuk bangun dari tidur dan merealisasikannya. HABIS PERKARA (NAGA BONAR MODE ON).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut adalah orang-orang yang saya tantang untuk mengungkapkan siapa dirinya dalam 10 hal. Saya yakin ini menyenangkan, karena ini bisa jadi cara kalian untuk memetakan masa lalu, sekarang, dan akan datang. Jadi berani terima tantangan saya, wahai kau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ita Lismawati Ferdinan Malau&lt;br /&gt;- Siti Paryati&lt;br /&gt;- Basilisa Dengen&lt;br /&gt;- Syifa Amori&lt;br /&gt;- Rizky Pohan&lt;br /&gt;- Hanida&lt;br /&gt;- Suci DH&lt;br /&gt;- dan lain-lain....Siapa aja yang maulah hehehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7926431777930581672-156123530055263369?l=flyingsolighttothesky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/feeds/156123530055263369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7926431777930581672&amp;postID=156123530055263369' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/156123530055263369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7926431777930581672/posts/default/156123530055263369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://flyingsolighttothesky.blogspot.com/2008/09/10-hal-tentang-saya.html' title='10 Hal Tentang Saya'/><author><name>butterfly menikmati dunia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08533758710803986101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7926431777930581672.post-2086295381182235880</id><published>2008-09-22T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T21:42:36.724-07:00</updated><title type='text'>Malas</title><content type='html'>Entah kenapa, tapi saya semakin malas bekerja. Mu
